Ikan Cupang: Lebih dari Sekedar Ikan Hias, Penuh Keunikan dan Rahasia
Tulisan dari Natasha Theodora Johanes tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ikan adalah hewan vertebrata akuatik berinsang, anamniotik, yang memiliki sirip renang dan tengkorak keras. Sebagian besar ikan bersifat berdarah dingin, dengan suhu tubuh yang berubah-ubah mengikuti air di sekitarnya, meskipun beberapa perenang aktif berukuran besar seperti hiu putih dan tuna mampu mempertahankan suhu inti yang lebih tinggi. Ikan Cupang, ikan laga, atau ikan adu siam (Betta sp.) adalah ikan air tawar yang habitat aslinya adalah beberapa negara di Asia Tenggara, antara lain Thailand, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Vietnam, dan Indonesia. Ikan ini mempunyai bentuk dan karakter yang unik dan cenderung agresif dalam mempertahankan wilayahnya.
Ikan cupang adalah ikan yang berasal dari Asia Tenggara. Awalnya, ikan ini merupakan ikan liar yang bisa dijumpai di sungai, rawa, dan sawah. Para penduduk Thailand kemudian menangkap ikan-ikan ini dan dijadikan sebagai ikan petarung. Hal ini wajar karena sifat ikan cupang yang agresif. Barulah di tahun 1890an, ikan cupang mulai diperkenalkan ke daerah Eropa dan Amerika.Di Indonesia sendiri, ikan cupang mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia pada 1960-an. Sama seperti di Thailand, ikan cupang awalnya hanya dikenal sebagai ikan sawah yang sering ditangkap anak-anak di Indonesia.
Barulah sekitar tahun 1970-an, ikan ini kemudian mulai diperkenalkan sebagai jenis ikan hias dan ikan aduan yang diperjualbelikan. Perkembangan ikan cupang kemudian berlanjut pada tren kawin silang. Di Indonesia ini, tren kawin silang ikan cupang mulai muncul sekitar tahun 1990-an. Tren ini muncul dari tren serupa yang sebelumnya sudah populer di negara-negara lain. Hingga kini, tren memelihara ikan cupang terbilang cukup stabil. Pasalnya, ikan ini memiliki penggemarnya tersendiri dan tentunya memiliki sejumlah keistimewaan yang bikin banyak diminati.
Ikan cupang memang termasuk dalam ikan hias itu sendiri, tetapi ckan cupang tentunya memiliki perbedaan dari ikan hias lain yang membuat ikan ini unik. Ikan cupang memiliki karakteristik yang sangat bervariasi. Setiap individu dapat memiliki kombinasi ciri yang berbeda, membuat mereka lebih menarik dan unik bagi para pecinta ikan hias.
1. Bentuk Mulut Kecil
Salah satu ciri paling mencolok dari ikan cupang adalah bentuk mulutnya yang kecil namun dapat mengembang. Ketika mereka merasa terancam atau siap untuk menunjukkan dominasi, ikan cupang dapat memperluas rahang bawahnya, menciptakan penampilan yang mengesankan.
2. Warna Cerah Bervariasi
Ikan cupang terkenal karena keindahan warna mereka yang cerah dan bervariasi. Dari merah menyala hingga biru berkilau, ikan cupang dapat menjadi daya tarik visual yang memikat bagi pemilik akuarium.
3. Ekor yang Unik
Setiap jenis ikan cupang memiliki bentuk ekor yang unik. Mulai dari ekor panjang hingga ekor berbentuk kipas, variasi ini menambah daya tarik visual ikan ini.
4. Bentuk Tubuh
Selain ekor, bentuk tubuh ikan cupang juga dapat bervariasi. Beberapa memiliki tubuh yang ramping dan panjang, sementara yang lain memiliki bentuk tubuh yang lebih besar dan bulat.
5. Sirip Kecil yang Mengembang
Ciri lain yang membedakan ikan cupang adalah adanya sirip kecil yang dapat mengembang.
Selama periode keberanian atau ketika mereka bersaing dengan ikan lain, sirip ini dapat membentang, menciptakan penampilan yang dramatis. Ciri-ciri dari ikan cupang yang membedakan dari ikan lain adalah keunikan yang memikat dan membuat mereka menjadi pilihan populer di dunia akuarium.
Ikan cupang memiliki klasifikasi ilmiah yang unik dan kompleks. Ikan cupang termasuk dalam kingdom Animalia, yang menandakan bahwa ikan cupang adalah bagian dari kelompok hewan. Di dalam filum Chordata, mereka termasuk dalam kelompok hewan bertulang belakang. Ikan cupang berada dalam kelas Osteichthyes, yaitu kelas ikan bertulang sejati, dan lebih lanjut dikategorikan dalam ordo Perciformes yang merupakan ordo ikan terbesar dengan berbagai spesies beragam. Ikan ini juga tergolong dalam keluarga Anabantidae yang terkenal dengan organ labirinnya, memungkinkan mereka untuk bernapas di lingkungan dengan oksigen rendah. Lebih spesifik lagi, mereka masuk dalam genus Betta dan tergolong dalam spesies Betta sp., yang mencakup berbagai spesies ikan cupang yang kita kenal dan gemari.
Ikan cupang memiliki tubuh ramping dan ukuran relatif kecil, yakni sekitar 6-7 cm. Sisiknya berbentuk persegi panjang, halus, dan mengkilap, memberikan tampilan elegan pada ikan ini. Pada beberapa jenis ikan cupang, terdapat dua tangkai panjang berukuran sekitar 0,6 – 1 cm di bagian depan, dengan warna kekuningan atau kemerahan yang mencolok. Hal inilah yang menjadi keunikan tersendiri pada morfologi ikan cupang
Ikan Cupang sendiri memiliki berbagai jenis yang dikelompokkan juga menjadi 3 kelompok. Namun secara umum, jenis-jenis Ikan Cupang adalah sebagai berikut:
1. Halfmoon
Ekor ikan ini mempunyai bentuk setengah lingkaran sempurna dan simetris yang. Itulah sebabnya disebut sebagai Halfmoon (setengah bulan).
2. Crowntail
Mempunyai sirip dan ekor menyerupai mahkota atau duri serit yang berdiri tegak dan indah.
3. Dumbo Ear
Jenis ikan cupang yang memiliki ciri khas sirip dada sangat besar dan lebar menyerupai telinga gajah atau sayap bidadari.
4. Plakat
Memiliki tubuh yang lebih kekar dengan sirip dan ekor yang pendek, tetapi terlihat sangat gagah.
5. Veiltail
Jenis ikan cupang hias dengan ciri khas sirip ekor panjang yang menjuntai melengkung ke atas lalu menjuntai turun seperti kerudung pengantin.
6. Double Tail
Memiliki ekor yang terbelah dua sejak pangkalnya sehingga tampak memiliki dua helai ekor.
(Klasifikasi)Seperti yang dijelaskan sebelumnya, ikan cupang berasal dari negara Thailand. Dari hal ini, terdapat satu jenis ikan cupang paling mahal yakni ikan cupang Kachen Worachai. Sekilas nama ikan cupang ini mirip dengan nama Thailand. Memang betul, corak ekor dan sirip Kachen Worachai menyerupai bendera Thailand. Ikan cupang tersebut juga dinamai dengan nama pemiliknya yang berasal dari Thailand. Kachen Worachai dibanderol dengan harga Rp22 juta di pasaran. Jenis ini memegang rekor ikan cupang termahal.
Ikan cupang memiliki organ labirin, yaitu organ pernapasan tambahan yang berada di bagian atas rongga insang. Organ ini memiliki sangat banyak pembuluh darah, sehingga ikan cupang dapat mengambil oksigen secara langsung dari udara di atas permukaan air. Dengan adanya organ labirin ini, ikan cupang bisa bertahan hidup di lingkungan yang memiliki kadar oksigen yang rendah. Ketika oksigen di dalam air rendah, ikan cupang dapat naik ke permukaan dan mengambil oksigen. Oleh karena itu, ikan cupang sangat diuntungkan karena memiliki organ pernapasan tambahan, yaitu organ labirin karena mereka bisa mengambil oksigen secara langsung melalui udara.
Ikan cupang sering mengeluarkan bubble nest atau sarang gelembung. Bubble nest adalah kumpulan gelembung udara yang dibuat oleh ikan cupang jantan di permukaan air. Tujuan utamanya ikan cupang jantan membuat sarang gelembung adalah sebagai tempat anaknya apabila betina sudah melahirkan anaknya. Selain itu, hal tersebut juga bertujuan agar mereka dapat melindungi anak ikan yang baru saja lahir dari serangan lawan. Selain untuk menjaga dan sebagai tempat anak ikan, pembuatan sarang gelembung juga ditujukan untuk mempertahankan wilayahnya agar tidak diserang oleh lawan. Oleh karena itu, pembuatan sarang gelembung atau bubble nest dilakukan karena ada tujuan-tujuan tertentu, contohnya melindungi anak ikan dan juga mempertahankan wilayahnya dari serangan lawan.
Ikan cupang, terutama ikan jantan, sering melakukan perilaku teritorial yang kuat. Artinya, ikan akan mempertahankan area yang dianggap sebagai wilayahnya dari ikan lain, terutama sesama jantan. Perilaku teritorial ini muncul karena ada tujuan-tujuan tertentu yang ingin ikan cupang jantan itu lakukan. Ikan cupang jantan akan melakukan perilaku teritorial apabila ia ingin mencari pasangan, ingin mempertahankan wilayahnya dari ikan lainnya, dan ingin menjaga anak mereka yang baru lahir. Ketika ada ikan lain yang masuk, ikan cupang dapat menunjukkan perilaku agresif seperti membuka tutup insang, melebarkan sirip, mengejar, atau bahkan menyerang. Oleh karena itu, perilaku teritorial ini dilakukan dengan maksud dan tujuan tertentu.
Harus menyediakan kondisi lingkungan yang sesuai, ikan cupang membutuhkan air bersih dan bebas bakteri dan parasit, air yang digunakan sebaiknya dari sumber yang bersih atau sudah diproses terlebih dahulu menggunakan filter. Selain itu suhu air juga perlu dijaga agar tetap stabil, suhu yg idealnya itu antara 24-28 derajat celcius. kita juga perlu menyediakan aquarium yang cukup besar dan memiliki filter atau sistem sirkulasi udara yang baik untuk membantu menjaga kualitas air dan kondisi lingkungan yang sesuai untuk ikan cupang berkembang
Perkembangbiakan ikan cupang yang sukses dapat dilakukan dengan cara memilih pasangan yang sesuai dan mempersiapkan kondisi lingkungan yang benar. Pemilihan pasangan untuk ikan cupang dilakukan dengan memilih ikan cupang jantan dan betina yang memiliki bentuk, warna dan corak yg menarik lalu ditempatkan di dalam wadah khusus yang berfungsi sebagai tempat perkembangbiakan. Saat itu ikan cupang jantan akan mengeluarkan gelembung udara yang berfungsi untuk mengapungkan telur yang berhasil dihasilkan sang betina. telur yang dihasilkan akan menetas Rata-rata, butuh waktu sekitar 24-48 jam untuk menetas. Lamanya waktu proses ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti suhu air, kualitas telur, dan perawatan yang diberikan oleh induknya.
Setelah proses pembuahan, telur ikan cupang akan mengalami perkembangan embrio yang menarik untuk diperhatikan. Pada tahap awal, telur akan berwarna bening dan transparan. Kemudian, setelah beberapa hari, Anda akan melihat adanya pigmentasi yang mulai muncul di sekitar embrio. Warna ini akan terus berkembang seiring dengan pertumbuhan embrio.
Setelah telur ikan cupang menetas, penting untuk memberikan perawatan yang tepat untuk memastikan kelangsungan hidup anak ikan cupang. Anak ikan cupang pertama kali akan berada di dalam kantong telur (embryo sac) selama beberapa hari, yang akan memberikan mereka nutrisi untuk bertahan hidup. Setelah kantung ini habis,kita dapat memberikan makanan mikro yang cocok untuk ukuran mereka. Biasanya, makanan infusoria seperti mikroalga dan ciliata dapat diberikan sebagai makanan awal atau dapat mencampurkan telur Artemia sebagai makanan yang sesuai untuk mereka. Makanan yang diberikan wajib sangat kecil dan cocok untuk ukuran mulut mereka sehingga mereka dapat mengkonsumsinya dengan mudah.
Ikan cupang (Betta fish) adalah ikan air tawar yang berasal dari kawasan Asia Tenggara, terutama Thailand dan daerah sekitarnya. Habitat asli ikan cupang umumnya berupa perairan dangkal dengan arus yang tenang. Contohnya adalah rawa, sungai kecil, dan area persawahan yang memiliki air menggenang. Ikan cupang biasanya tinggal di habitat dengan iklim tropis. Iklim Tropis adalah iklim yang mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun, sehingga memiliki suhu yang tergolong cukup hangat. Kondisi perairan yang tenang dan dangkal membuat ikan cupang dapat hidup dengan baik di lingkungan tersebut. Oleh karena itu, ikan cupang lebih sering ditemukan di perairan yang tidak memiliki arus deras dibandingkan di sungai yang mengalir dengan kuat.
Ikan cupang juga memiliki kemampuan adaptasi yang sangat baik terhadap lingkungan dengan kadar oksigen yang rendah. Hal ini dapat terjadi karena ikan cupang memiliki organ labirin (labyrinth organ) yang membuatnya dapat mengambil oksigen secara langsung dari udara di atas permukaan air. Sebagai contoh, ketika air di rawa atau persawahan memiliki kandungan oksigen yang menurun, ikan cupang masih dapat mengambil udara dari atas permukaan air,sehingga ia tetap dapat bertahan hidup. Namun, kemampuan ini bukan berarti ikan cupang dapat hidup tanpa air, ikan tersebut tetap membutuhkan lingkungan berair untuk mempertahankan hidup. Dengan adanya organ labirin itulah, ikan cupang dapat bertahan hidup di kondisi air dengan kadar oksigen rendah dengan mengambil oksigen dari atas permukaan air.
Ikan cupang memiliki beberapa fakta unik yang membuatnya berbeda dari ikan lainnya. Salah satunya adalah kemampuan bernapas di atas dan di bawah air karena memiliki organ labirin yang memungkinkan ikan cupang mengambil oksigen dari atas permukaan air. Selain itu, ikan cupang juga membutuhkan protein karena secara alaminya, ikan cupang banyak memakan serangga dan larva serangga. Contohnya, makanan ikan cupang dapat berupa pelet khusus yang tinggi protein atau makanan seperti cacing darah dan udang air asin. Hal menarik lainnya adalah ikan cupang memiliki hubungan kawin yang tidak biasa, karena ikan cupang jantan dan bertarung terlebih dahulu dengan ikan betina sebelum mereka kawin. Selain itu, berbeda dengan ikan lainnya, ikan cupang jantanlah yang akan menjaga anak mereka ketika lahir. Di alam, ikan cupang betina malah akan memakan anaknya ketika mereka lahir. Oleh karena itu, ikan jantanlah yang akan menjaga anak mereka.
Dari berbagai fakta menarik tersebut, dapat disimpulkan bahwa ikan cupang merupakan ikan yang memiliki kemampuan dan perilaku yang unik. Kemampuannya bernapas dengan mengambil udara dari permukaan air membuatnya mampu bertahan di perairan dengan kadar oksigen yang rendah, sedangkan kebutuhan protein menunjukkan bahwa ikan ini termasuk ikan yang membutuhkan makanan yang sesuai dengan sifat alaminya ketika mereka berada di alam liar. Selain itu, perilaku membuat sarang gelembung menunjukkan bahwa ikan cupang memiliki cara berkembang biak yang khas. Ikan cupang juga dapat melompat, terutama ketika mereka merasa terancam atau mencoba keluar dari suatu tempat. Oleh karena itu, berbagai kemampuan dan perilaku unik tersebut menunjukkan bahwa ikan cupang merupakan ikan yang unik dan memiliki karakteristik yang berbeda dari ikan lainnya.
Sebagai ikan hias itu sendiri, ikan cupang memiliki konteks yang lebih ditujukan kepada jenis ikan cupang hias. Kontes ikan cupang adalah ajang kompetisi kecantikan dan kualitas fisik ikan cupang hias berdasarkan standar penilaian tertentu.
Tujuan dari kontes ikan cupang ini adalah :
- Menilai keindahan dan kesehatan ikan cupang peliharaan.
- Menjadi sarana silaturahmi bagi para pecinta dan komunitas ikan hias.
- Meningkatkan nilai jual dan omzet pemasaran pelaku usaha ikan cupang.
Kriteria penilaian dari kontes ikan cupang ini sangat beragam dan tergantung jenis ikan cupang itu sendiri. Jenis ikan cupang Halfmoon, Double Tail, Giant, dan yang lainnya memiliki kriteria penilaiannya sendiri.
Namun dari sekian banyaknya jenis ikan cupang, yang paling sering dan populer adalah kontes ikan cupang jenis Plakat. Kriteria penilaian Cupang Plakat yang pertama dilihat dari tingkat kebersihannya. Kebersihan disini maksudnya mengenai warna apakah ikan cupang ini memang warna satu misalkan merah full merah dan tidak ada warna lain. Penilaian kebersihan ini juga menggunakan senter untuk mendeteksi warna metalik pada cupang yang tidak bisa dilihat secara kasat mata.
Kemudian mulai dilihat dari bentuk kepala yang mirip peluru, berarti tidak terlalu bulat dan tidak begitu lancip. Bentuk ekor (kaudal) yang minimal harus 180° atau membentuk huruf ‘D’ dan tidak ada celah antara sirip atas dan sirip bawah. Lalu sirip atas (dorsal) harus memiliki bentuk mohawk atau bahasanya ‘nendang ke depan’. Sementara itu sirip bawah (anal) berbentuk trapesium dan tidak boleh terlalu panjang maupun pendek. Dasi pada ikan cupang (sirip perut) juga tidak boleh terlalu panjang dan warnanya harus cocok dengan warna tubuh. Dasi cupang dapat di salon jika terlalu panjang, tetapi tergantung pada penyelenggara lomba. Jika SNI boleh di salon dan jika IBC tidak boleh.
Kemenangan ikan cupang pada jenis Plakat meskipun sudah memenuhi kriteria sebelumnya juga masih bergantung pada mental ikan cupang apakah saat kontes berani dan nampak gagah. Selain dari kriteria itu, ikan cupang plakat juga memiliki titik lemah masing-masing tergantung warna, baik super red, super black, super yellow, dan royal blue memiliki kelemahan yang harus diperhatikan agar tidak mengurangi poin.
Keindahan visual yang memukau menjadi alasan utama mengapa ikan cupang sangat digandrungi oleh para pecinta peternakan hias. Ikan cupang memiliki variasi warna yang sangat kaya dan bentuk sirip yang anggun, seperti tipe halfmoon, crowntail, hingga plakat. Karena penampilannya yang sangat estetik ini, banyak orang terpikat untuk menjadikannya sebagai dekorasi hidup di dalam rumah atau meja kerja. Akibat dari tingginya minat estetika ini, tren memelihara ikan cupang terus hidup dan permintaan pasar terhadap varietas baru yang unik selalu meningkat.Kemudahan dalam proses perawatan juga menjadi daya tarik besar, terutama bagi para pemula atau masyarakat urban yang sibuk. Ikan cupang memiliki organ labirin yang memungkinkan mereka mengambil oksigen langsung dari udara, sehingga mereka dapat bertahan hidup di wadah kecil tanpa alat bantu aerator (pompa oksigen).
Karena karakteristik fisik yang tangguh ini, pemilik tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk membeli peralatan akuarium yang rumit. Akibatnya, hobi ini menjadi sangat inklusif, murah, dan bisa dilakukan oleh siapa saja tanpa menyita banyak waktu harian.Peluang bisnis dan nilai investasi yang menjanjikan turut memicu antusiasme masyarakat terhadap ikan ini. Ikan cupang hasil budidaya yang memenangkan kontes atau memiliki mutasi warna yang langka (seperti jenis avatar atau multi-color) bisa terjual hingga jutaan rupiah. Karena adanya potensi keuntungan yang menggiurkan ini, banyak penghobi yang akhirnya beralih menjadi peternak (breeder) profesional. Akibat dari perputaran ekonomi yang aktif ini, industri ikan cupang tidak hanya sekedar menjadi hobi pengisi waktu luang, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi kreatif dan membuka lapangan pekerjaan baru.
Cara perawatan ikan cupang adalah serangkaian tindakan terencana untuk menjaga kualitas air, pemenuhan nutrisi, dan kesehatan lingkungan hidup agar ikan cupang dapat tumbuh optimal dengan warna yang cemerlang. Definisi ini mencakup pemahaman bahwa meskipun cupang adalah ikan yang tangguh, mereka tetap membutuhkan standarisasi ekosistem yang bersih untuk mencegah penyakit seperti pembusukan sirip (fin rot). Sebagai contoh nyata, perawatan mendasar ini dimulai dengan rutin mengganti 20–30% air akuarium setiap 3 sampai 4 hari sekali menggunakan air bersih yang sudah diendapkan semalaman agar kandungan kaporitnya hilang.Aspek krusial berikutnya dalam perawatan ini adalah manajemen pemberian pakan yang tepat dan berkualitas untuk menunjang energi serta kecerahan pigmen warna tubuhnya. Pemilik tidak boleh memberikan makanan secara berlebihan karena sisa pakan yang membusuk di dasar wadah dapat menjadi racun amonia yang berbahaya bagi insang ikan. Contoh pengaplikasiannya adalah dengan memberikan pakan alami kaya protein seperti 2–3 butir jentik nyamuk atau kutu air (daphnia) sebanyak dua kali sehari, yang diselingi dengan pelet khusus cupang berkualitas tinggi untuk melengkapi nutrisinya.Terakhir, perawatan ikan cupang juga melibatkan pemberian suplemen alami dan stimulasi mental untuk menjaga sistem imun serta sifat aktifnya. Pengkondisian lingkungan harian sangat mempengaruhi tingkat stres ikan yang hidup di dalam wadah soliter yang terbatas. Contoh penerapannya adalah dengan memasukkan potongan daun ketapang kering ke dalam air untuk menurunkan pH dan bertindak sebagai antibiotik alami, serta melatih mental ikan dengan cara menyilangkan cermin di depan akuarium selama 5–10 menit per hari agar ikan cupang mau membuka siripnya lebar-lebar (ngedok) sehingga otot-ototnya tetap terlatih dan tidak pasif.
Ikan cupang bukan hanya ikan hias saja tetapi juga mempunyai manfaat dan peran yang sangat penting bagi manusia dan ekosistem perairan. Ikan cupang merupakan pemangsa alami bagi serangga dan larva yang bisa merusak ekosistem perairan. Mereka membantu menjaga populasi serangga agar tidak terlalu banyak, sehingga ekosistem perairan tetap seimbang. Tidak hanya itu, ikan cupang dapat menghilangkan stress dan kecemasan manusia karena gerakan ikan yang ritmis dan lingkungan akuatik yang damai menciptakan efek menenangkan, yang dapat membuat tubuh menjadi rileks. Adapun manfaat lainnya yaitu bisa terbebas dari penyakit, kita bisa terbebas dari ancaman wabah penyakit demam berdarah ataupun malaria dengan cara memasukkan ikan cupang ke dalam penampungan air yang ada indikasi tempat jentik2 ataupun telur2 nyamuk. Selain itu, ikan cupang bisa dijadikan peluang bisnis, ikan cupang dapat bertelur hingga puluhan ekor.dan berkembang biak dengan cepat, sehingga dapat menghasilkan banyak anakan untuk dijual.
Berdasarkan pembahasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa ikan cupang merupakan salah satu ikan hias yang memiliki keunikan dari segi warna, bentuk, dan perilakunya. Dengan beragam jenis, habitat, cara perkembangbiakan, dan perawatan yang tepat, ikan cupang dapat tumbuh dengan baik sehingga bisa memberikan manfaat bagi manusia dan berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan. Selain memiliki nilai keindahan, ikan cupang juga dapat menjadi hewan peliharaan yang menarik dan memiliki potensi sebagai peluang usaha. Oleh karena itu, pemeliharaan ikan cupang dengan baik dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi kehidupan manusia dan lingkungan sekitar.
Angela Agustine, Carlota Milenka Margiono, Clarita Deandra Sudjadi, Natasha Theodora Johanes, dan Raven Lee Susanto. Siswa SMA Trinitas Bandung Tahun Pelajaran 26-27.

