Komunikasi dalam Keluarga agar Tercipta Keluarga Harmonis

Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Natasya Dwi Pramita tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

“Saya kalau berbicara dengan keluarga tentu menggunakan bahasa yang sopan. Sebenarnya bukan hanya kepada keluarga, tetapi kepada semuanya juga harus berkata sopan. Kalau dalam bahasa Jawa dapat disebut dengan “krama inggil”. Tetapi, jika berbicara dengan teman sebaya cukup dengan menggunakan “ngoko” kalau sebutan dalam bahasa jawa,” ujar Haris.
Komunikasi dapat dilakukan dengan siapa saja dan setiap orang memiliki cara tersendiri dalam berkomunikasi. Misalnya bahasa yang digunakan juga bervariasi, seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Sunda, Bahasa Jawa, dsb. Ada juga komunikasi dilakukan dengan gestur tubuh, seperti menganggukkan kepala, menggelengkan kepala, dll.
Seperti yang kita ketahui, bahwa keluarga adalah pendidikan pertama yang diperoleh anak. Sehingga orang tua harus mendidik anak agar dapat berkomunikasi dengan baik, baik kepada keluarga ataupun dengan masyarakat. Karakter anak juga akan terbentuk dengan menggunakan komunikasi yang diajarkan oleh keluarga.
“Kita sebagai orang tua tidak bisa mempungkiri tentang pentingnya komunikasi. Kita mendidik anak dari bayi juga perlu komunikasi, berbicara dengan anak juga perlu komunikasi, menyuruh, memberi nasihat kepada anak juga harus ada komunikasi,” ujar Ibu Fatimah.
Secara tidak langsung, orang tua sudah melakukan komunikasi terhadap anak sejak dini. Begitu pula sebaliknya anak juga melakukan komunikasi terhadap orang tua sejak balita, seperti ketika bayi lapar maka ia akan menangis. Komunikasi tidak harus berbicara, tetapi bisa juga dengan sikap seseorang seperti melambaikan tangan yang berarti tidak atau menganggukkan kepala yang berarti iya.
Seperti yang dituliskan di atas bahwa keluarga adalah orang pertama di dalam hidup seseorang. Manfaat dari komunikasi antara keluarga ialah dapat menyelesaikan berbagai permasalahan yang timbul dengan cara mendiskusikan dengan keluarga, sehingga terciptanya rasa kebersamaan dan keterbukaan dari anggota keluarga.
Pada era zaman sekarang, komunikasi bisa dilakukan melalui Smartphone/Android atau sejenisnya yang berbasis digital. Dengan adanya alat tersebut akan mempermudah orang tua dan anak dalam berkomunikasi jarak jauh, sehingga dapat efektif dan juga efisien.
“Ibu saya sering khawatir saat saya pulang terlambat dan tanpa kabar. Alhamdulillah dengan adanya android ini dapat mempermudah saya untuk mengabari ibu jika saya pulang terlambat, sehingga ibu saya tidak akan khawatir lagi,” ujar Haris.
Dengan adanya komunikasi tersebut dapat mempererat hubungan kekeluargaan walaupun posisi mereka (orang tua dan anak) jauh sekalipun. Sehingga tidak ada alasan bagi seorang anak lupa untuk berkomunikasi dengan orang tuanya setelah anak sukses. Bahasa yang digunakan bisa apa saja, asal harus sopan, santun, dan memperhatikan etika ketika berbicara dengan orang yang lebih tua terkhusus kedua orang kita.
Oleh:
Natasya Dwi Pramita
Mahasiswa Prodi Akuntansi
Universitas Muhammadiyah Malang
