Konsep Rencana Strategi & Rencana Operasional dalam Perencanaan SDM

Natasia Saragih mahasiswa universitas Pamulang
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Natasia Saragih tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam menjalankan bisnis, perusahaan umumnya berfokus pada target penjualan, keuntungan, dan perkembangan usaha. Namun, di balik pencapaian tersebut terdapat satu hal yang tidak kalah penting, yaitu sumber daya manusia (SDM). Sebuah perusahaan dapat memiliki strategi bisnis yang baik, tetapi tanpa dukungan SDM yang sesuai, strategi tersebut tetap membutuhkan langkah yang jelas agar dapat diwujudkan.
Menurut saya, perencanaan SDM bukan hanya tentang menentukan jumlah karyawan yang dibutuhkan, tetapi juga tentang mempersiapkan kemampuan dan kompetensi mereka agar sesuai dengan arah perkembangan perusahaan. Karena itu, perusahaan perlu memahami perbedaan sekaligus hubungan antara rencana strategis dan rencana operasional dalam perencanaan SDM.
Rencana Strategis Menentukan Arah SDM
Rencana strategis merupakan perencanaan yang berorientasi pada tujuan organisasi dalam jangka panjang. Dalam perencanaan SDM, rencana strategis membantu perusahaan memperkirakan kebutuhan tenaga kerja berdasarkan arah perkembangan bisnis.
Misalnya, ketika perusahaan ingin memperluas bisnis melalui platform digital, perusahaan perlu mempertimbangkan kemampuan SDM yang dimilikinya. Perusahaan mungkin membutuhkan karyawan dengan kemampuan digital marketing, pengelolaan media sosial, analisis data, atau kompetensi lainnya.
Artinya, perencanaan SDM tidak hanya membahas kebutuhan karyawan saat ini, tetapi juga mempersiapkan tenaga kerja untuk menghadapi kebutuhan perusahaan di masa depan. Perusahaan juga perlu mempertimbangkan perubahan yang dapat terjadi agar kebutuhan SDM dapat dipersiapkan sejak awal.
Rencana Operasional Mengubah Strategi Menjadi Tindakan
Jika rencana strategis menentukan arah yang ingin dicapai, rencana operasional menjelaskan langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mencapai arah tersebut. Rencana operasional biasanya lebih konkret karena berkaitan dengan kegiatan, waktu, anggaran, dan pihak yang bertanggung jawab.
Misalnya, perusahaan telah menetapkan strategi untuk meningkatkan kemampuan digital karyawan. Strategi tersebut kemudian dapat diwujudkan melalui program pelatihan, penentuan peserta, penyusunan materi, penetapan jadwal, hingga evaluasi hasil pelatihan.
Bagian inilah yang membuat rencana operasional menjadi penting. Strategi yang baik tetap membutuhkan tindakan yang jelas agar tidak berhenti sebagai sebuah rencana. Dengan rencana operasional, perusahaan dapat mengetahui apa yang perlu dilakukan, kapan kegiatan dilaksanakan, dan bagaimana hasilnya dievaluasi.
Strategi dan Operasional Tidak Bisa Dipisahkan
Rencana strategis dan rencana operasional memiliki fungsi yang berbeda, tetapi keduanya saling melengkapi. Strategi memberikan gambaran mengenai tujuan yang ingin dicapai, sedangkan operasional menjadi bentuk pelaksanaan dari tujuan tersebut.
Strategi yang baik perlu disertai tindakan yang jelas agar dapat diwujudkan secara terarah. Sebaliknya, kegiatan operasional tanpa arah strategis yang jelas dapat membuat berbagai aktivitas berjalan tanpa keterkaitan yang kuat dengan tujuan organisasi.
Karena itu, perencanaan SDM perlu dilakukan secara terintegrasi. Perusahaan perlu mengetahui kondisi SDM saat ini, memperkirakan kebutuhan di masa depan, kemudian menentukan langkah yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Perencanaan SDM untuk Menghadapi Perubahan
Perubahan teknologi, persaingan bisnis, dan perkembangan kebutuhan konsumen membuat perusahaan perlu didukung oleh SDM yang mampu beradaptasi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perencanaan SDM bukan sekadar kegiatan merekrut karyawan baru, tetapi juga mencakup pengembangan kemampuan karyawan yang sudah ada.
Menurut saya, perusahaan yang mampu menghubungkan rencana strategis dengan rencana operasional akan lebih mudah mengarahkan SDM sesuai kebutuhan organisasi. Strategi memberikan tujuan, sedangkan operasional memastikan tujuan tersebut diterjemahkan menjadi tindakan nyata.
Pada akhirnya, keberhasilan perencanaan SDM tidak hanya ditentukan oleh jumlah karyawan yang dimiliki perusahaan, tetapi juga oleh seberapa tepat perusahaan merencanakan, mengembangkan, dan menempatkan SDM sesuai dengan kebutuhan organisasi. Rencana strategis dan rencana operasional menjadi dua bagian penting untuk memastikan perencanaan SDM dapat berjalan secara terarah dan mendukung pencapaian tujuan perusahaan.
