Konten dari Pengguna

Peran Mahasiswa dalam SDGs di Era Revolusi Industri 4.0

Natasya Putri Arviadewi

Natasya Putri Arviadewi

Mahasiswa Psikologi Universitas Brawijaya

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Natasya Putri Arviadewi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: pixabay.com

Peran Mahasiswa dalam SDGs di Era Revolusi Industri 4.0: Barunya negara Indonesia dalam menjajak era revolusi industri 4.0 yang tidak bisa untuk dihentikan karena banyak munculnya inovasi-inovasi baru yang tercipta sehingga menyebabkan cepatnya perkembangan globalisasi.

Sustanaible Development Goals atau biasa disebut dengan SDGs merupakan suatu rencana atau aksi yang disepakati pada sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke 70 pada bulan September 2015 di New York, Amerika Serikat sebagai bentuk lanjutan dari rancangan MDGs yang berakhir tahun 2015. Kesepakatan tersebut menjadi titik baru dalam perkembangan globalisasi di Era Revolusi Industri 4.0 ini.

Di dalam SDGs ini terdapat 17 tujuan dan 169 target yang harus dicapai. Guna mewujudkan rencana tersebut, pemimpin dari setiap negara sepakat untuk memfokuskan dahulu pada aspek penghilangan kemiskinan, penghapusan kelaparan, perbaikan kualitas kesehatan, pengurangan ketimpangan, dan peningkatan kinerja pendidikan.

SDGs diharapkan dapat mengakomodasi masalah-masalah pembangunan secara lebih komprehensif, dalam upaya mewujudkan rencana SDGs ini harus disesuaikan dengan kondisi di tiap negara dan pemaksimalan banyak inovasi teknologi yang ada. Berdasarkan hal tersebut, semakin menegaskan bahwa dalam mewujudkan rencana pembangunan berkelanjutan bagi Indonesia, pihak yang paling diharapkan untuk ikut andil dalam hal ini adalah mereka yang berada di usia produkti yaitu 15-50 tahun.

Mahasiswa yang berada pada pihak yang memiliki masa-masa usia produktif dihimbau untuk menjadi pihak yang turut dan aktif dalam menumbuhkan semangat rencana pembangunan yang berkelanjutan ini atau disebut dengan rencana SDGs. Dalam mendorong semangat akan pentingnya rencana pembangunan berkelanjutan ini, mahasiswa sudah sepatutnya menjadi bagian yang punya pengetahuan dan pemahaman terhadap SDGs. Khususnya dalam upaya menyongsong SDGs guna menyejajarkan Indonesia dengan negara-negara maju. Mahasiswa memiliki tempat tersendiri di lingkungan masyarakat yang menjadikan mahasiswa disebut sebagai harapan yang memiliki 4 peran. 4 peran tersebut yaitu sebagai agent of change, social control, iron stock, moral force, dan guardian of value.

Secara geografis, Indonesia merupakan negara dengan kepulauan terbesar di dunia dengan berbagai sumber daya alam hayati dan non hayati, baik yang bernilai ekonomis maupun ekologis terdapat di dalamnya. Melihat kenyataan tersebut, sebagian besar masyarakat Indonesia belum memiliki pengetahuan yang mumpuni dalam pengelolaan sumber daya alam tersebut dengan semaksimal mungkin. Salah satu penyebab dari munculnya kemiskinan yang ada di Indonesia karena ketidakmampuan pendapatan dalam mencukupi kebutuhan pokok tiap masyarakat sehingga kurang mampu dalam menjamin keberlangsungan hidup.

Salah satu cara yang dapat dilakukan mahasiswa untuk menangani masalah tersebut, yaitu:

  1. Dengan mengadakan tempat edukasi yang diharapkan dapat menjadi solusi untuk menangani kemiskinan yang terjadi. Tempat edukasi ini bisa digunakan sebagai wadah dalam menaungi kegiatan untuk peningkatan ekonomi dalam memanfaatkan segala bentuk potensi sumber daya alam yang ada untuk dapat bersama-sama mengentas kemiskinan.

  2. Mahasiswa juga dapat berperan dalam pemberian edukasi kepada ibu dalam hal pemberian nutrisi untuk anak-anak guna penghapusan kelaparan yang terjadi di Indonesia.

  3. Memahami tentang peran penting SDGs secara menyeluruh. Karena perlu adanya perumusan perihal peran, posisi, dan fungsi mahasiswa untuk menentukan arah perjuangan rencana SDGs ini.

Oleh karena itu, memberikan segala bentuk yang dilakukan oleh mahasiswa dalam berbagai hal dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat di masa depan untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, berkualitas, dan mandiri. Dengan terlaksananya hal ini dapat menghapuskan aspek-aspek penghambat dalam menyongsong SDGs guna menyejajarkan Indonesia dengan negara-negara maju.

Daftar Pustaka

Falah, M. (2021). Digitalisasi pada Program Kampus Merdeka untuk Menjawab Tantangan SDGs 2030. Sultan Agung Fundamental Research Journal, 2(2), 87-94.

Astuti, P. (2020). GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP MAHASISWA UNIVERSITAS HASANUDDIN TENTANG PERWUJUDAN SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs) 2030 DI INONESIA. Jurnal ABDI (Sosial, Budaya dan Sains), 2(1).

Rahmat, D. B. (2020). RUMAH EDUKASI WIBISTEK SEBAGAI OPTIMALISASI POTENSI SUMBER DAYA DI DESA BANDAR RAHMAT UNTUK MEWUJUDKAN MASYARAKAT YANG SEJAHTERA, MANDIRI, DAN BERKUALITAS GUNA MENDUKUNG SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS 2030. KIME ON IDEAS COMPETITION (KOIN), 107.