Makam Raja Sidabutar Terakhir?

Mahasiswa S-1 Universitas Sumatera Utara
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Natasya Pebruarista Sidabutar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apakah kamu pernah mendengar tentang makam Raja Sidabutar yang berada di Tomok? Atau makam megalitikum yang ada di Tomok?
Di Samosir atau lebih tepatnya di Tomok terdapat suatu perkampungan yang didalamnya terdapat beberapa makam megalitikum atau suatu makam yang terbuat dari batu besar yang dipahat sedemikian rupa yang menjadi tempat peristirahatan Raja Sidabutar pada kala itu. Sekilas tentang sidabutar, “Sidabutar” merupakan salah satu marga Batak Toba dan pada kala itu, Raja Sidabutar merupakan Raja yang memerintah diwilayah Tomok.
Apabila kita berkunjung kewilayah Makam Raja Sidabutar kita akan menemukan 2 lokasi yang menjadi letak makam Raja Sidabutar. Lokasi yang pertama kali kita temui ialah makam Raja Sidabutar generasi ke-7 sekaligus Raja terakhir yang memerintah di wilayah Tomok. Raja Sidabutar tersebut bernama Raja Ompu Tolu Sidabutar yang meminang br Damanik dari wilayah Simalungun. Pada masa pemerintahan Raja Ompu Tolu Sidabutar, Belanda datang dan pada kala itu Belanda menghapus sistem kerajaan namun di wilayah Tomok sendiri, sistem itu tidak dihapuskan namun dipersempit oleh Belanda sehingga Raja hanya boleh memerintah di huta atau kampung dan raja akan disebut sebagai Raja ni huta atau Raja didalam kampung.
Terdapat banyak keunikan yang dapat kita lihat diwilayah Makam Raja Sidabutar ini.
1. Makam megalitikum Raja Ompu Tolu sidabutar
Makam Raja Ompu Tolu Sidabutar ini terbuat dari batu besar yang dipahat sedemikian rupa sesuai dengan permintaan sang Raja ketika masih hidup dan makam ini perkirakan sudah berumur lebih dari 260 tahun. Pada makam ini, kita dapat melihat terdapat sebuah patung atau ukiran berupa bentuk kepala dan dipercayai bahwa ukiran tersebut merupakan gambaran wajah dari Raja Ompu Tolu Sidabutar. Sedangkan pada bagian bawah ukiran kepala tersebut terdapat pula ukiran seseorang yang merupakan panglima perang Raja Ompu Tolu Sidabutar. Beliau bernama Guru Saung Lang Meraji yang berasal dari Pakpak. Ketika Saung Lang Meraji sudah tua, Ia kembali ke tanah asalnya sehingga Raja Ompu Tolu Sidabutar membuat ukiran sang panglima perang tersebut sebagai bukti tanda jasa dari Guru Saung Lang Meraji. Pada bagian belakang dari makam Raja Ompu Tolu Sidabutar terdapat pula ukiran yang menyerupai Boru Damanik yaitu istri dari Raja Ompu Tolu Sidabutar.
Sebelum Raja Ompu Tolu Sidabutar menikah dengan boru Damanik ternyata Raja Ompu Tolu Sidabutar dipercaya mendapat sebuah penolakan secara halus oleh boru Damanik ketika melamarnya. Pada saat Raja Ompu Tolu Sidabutar hendak melamarnya, boru Damanik meminta sesuatu yang tidak ada didapati diwilayah Samosir sebagai sinamot atau maharnya. Namun siapa sangka bahwa Raja Ompu Tolu Sidabutar menyanggupi permintaan tersebut (sepertinya Ompung ini sangat bucin ya dulunya). Sang raja pada saat itu pergi ke Aceh dan pulang membawa 2 ekor gajah yang akan menjadi sinamot kepada boru Damanik dengan perjalanan 40 hari 40 malam. Dan ternyata usaha dari Raja Ompu Tolu Sidabutar ini tidak sia-sia dan Ia dapat menikahi si boru Damanik. Kedua gajah tersebut juga tidak lupa diabadikan dalam bentuk patung yang ada disebelah kanan dan kiri makam Raja Ompu Tolu Sidabutar.
2. Meja dan Kursi Persidangan
Disebelah kanan makam Sidabutar juga terdapat sebuah meja batu persidangan yang pada kala itu digunakan untuk melakukan musyawarah terhadap suatu pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat Tomok pada saat itu.
3. Patung Pangulubalang
Terdapat juga beberapa patung pangulubalang yang merupakan patung yang dipercayai sebagai penjaga huta atau kampung pada saat itu. Kalau sekarang sih kita menyebutnya sekuriti bedanya kalau dulu berupa patung sekarang ialah manusia.
Namun pada saat ini, kita dapat melihat diwilayah makam Raja Ompu Tolu Sidabutar terdapat sebuah makam atau kuburan yang sudah modern dan telah memeluk agama. Dan pada saat ini, wilayah tersebut sudah dijadikan tempat wisata yang dapat dikunjungi oleh siapa saja.
