Kemampaun Literasi Finansial untuk Hidup Terencana

Mahasiswa Teknik Mesin Polines
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Nathanael Orlizand Setiawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sering kali kita membeli suatu barang yang menjadi keinginan kita. Itu adalah hal yang wajar. Tetapi, pernahkah kita berpikir bahwa uang yang kita gunakan untuk membeli barang itu sudah kita pertimbangkan dengan kebutuhan kita? Terkadang, apa yang kita beli adalah barang yang sebenarnya kurang kita perlukan, sehingga uang kita habis dan tidak dapat mencukupi kebutuhan kita. Ini yang perlu kita perhatikan, memahami mana yang menjadi keinginan dan kebutuhan, dan mana yang menjadi prioritas utama kita.

Ketidakmampuan dalam membedakan antara kebutuhan dan keinginan menjadi salah satu penyebab bagi banyak orang yang terjebak dalam masalah finansial. Misalnya, membeli gawai atau smartphone keluaran terbaru, padahal gawai yang dimiliki sebelumnya masih berfungsi dengan baik, atau menggunakan uang untuk mengikuti tren seperti membeli pakaian yang sedang viral. Nah, hal seperti ini yang menciptakan pola pengeluaran uang yang tidak sehat, sehingga sulit untuk menabung atau bahkan sekedar mencukupi kebutuhan harian mereka.
Pentingnya literasi finansial tidak hanya perlu dipelajari bagi orang dewasa yang berpenghasilan saja. Tetapi, sebagai seorang remaja juga perlu mempelajari literasi finansial dengan baik. Dengan begitu, sejak remaja, mereka dapat belajar mengelola uang saku, membuat anggaran, atau bahkan menabung untuk masa depannya. Hal ini nantinya akan menjadi pondasi yang kuat dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.
Selain itu, kemampuan dalam literasi finansial dapat membawa kita lebih dalam lagi untuk mengenali investasi. Memahami bagaimana cara mengelola uang yang dapat berkembang dari waktu ke waktu merupakan keterampilan yang sangat penting untuk kita miliki. Mulai investasi kecil-kecilan seperti deposito, hingga yang lebih kompleks seperti saham atau properti. Nah semua itu perlu pemahaman lebih dalam lagi agar dapat mengambil keputusan yang benar dan aman untuk tujuan jangka panjang.
Dengan kemampuan literasi finansial, kita juga mampu dalam menghadapi situasi darurat yang tidak dapat kita prediksi tanpa rasa panik. Memiliki tabungan darurat adalah salah satu contoh bahwa kita memiliki pengelolaan uang yang baik. Nah, dana ini dapat membantu kita ketika menghadapi situasi yang tak terduga seperti kehilangan pekerjaan, biaya rumah sakit, atau perbaikan yang mendadak. Tanpa adanya tabungan darurat, kita cenderung memilih untuk berutang yang justru memperburuk kondisi finansial kita.
Pada akhirnya, literasi finansial bukanlah sekedar menghitung uang saja, tetapi tentang bagaimana kita menilai setiap keputusan keuangan yang kita pilih dengan bijak untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi. Ini adalah keterampilan hidup yang penting untuk setiap orang miliki, karena kita tidak hanya hidup untuk hari ini, tetapi kita juga perlu merancang kondisi finansial kita untuk masa depan yang lebih baik. Oleh karena itu, kemampuan ini perlu kita asah dan menjadi bagian dari gaya hidup kita sehari-hari.
