Transformasi China: Negara Agraris menjadi Kekuatan Ekonomi Dunia
Tulisan dari Nathania Maheswari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saat ini negara yang menjadi kekuatan ekonomi dunia, diduduki oleh China. Untuk ada pada posisi saat ini, tentu banyak hal yang sudah berhasil dilalui oleh negara China. Sebuah negara yang memiliki sejarah dengan status negara berbasis agraris dapat mengembangkan diri menjadi kekuatan ekonomi dunia. Transformasi atau perubahan yang besar dilakukan China untuk melebarkan sayapnya pada sektor lain, tak hanya bidang agraris, ternyata kebijakan ini berbuah manis dan dapat menjadikan China maju dan mengusung kekuatan ekonomi dunia saat ini.
Pertanian Mendominasi China
Di masa lampau, China masih berstatus sebagai negara agraris dengan hampir seluruh penduduknya mengandalkan sektor pertanian untuk menunjang seluruh kehidupan mereka. Dalam masa itu, China menjadi negara yang jauh dari jangkauan dunia luar. Namun, di masa akhir tahun 1970, China menunjukkan perubahan yang signifikan dengan tidak lagi mengurung diri dari jangkauan dunia luar. China mulai menggiatkan investasi asing yang dilakukan untuk mengupayakan kemajuan ekonomi. Banyak kota yang dahulu menjadi kota yang terbelakang yang hanya berfokus pada kegiatan pertanian dapat berubah pesat menjadi pusat kegiatan industri yang berperan penting dalam kemajuan negara.
Reformasi Ekonomi
Reformasi ekonomi merupakan langkah awal dari perubahan yang dilakukan China menjadi negara dengan kekuatan ekonomi dunia. Kebijakan ini diusung oleh Deng Xiaoping pada tahun 1978, yang semula kebijakan yang diterapkan oleh China adalah ekonomi terencana dan sistematis diubah menjadi ekonomi dengan berbasis pasar. Kebijakan reformasi ekonomi ini melingkupi liberalisasi dalam sektor perdagangan serta investasi asing. China menetapkan dan menjalankan kebijakan ini tentu saja merupakan salah satu upaya untuk membuka pasar China pada dunia secara luas yang akan berdampak kuat pada pertumbuhan ekonomi yang meningkat pesat.
China dapat berhasil menduduki pertumbuhan ekonomi yang membanggakan, hal ini dapat terjadi sejak pemberlakuan kebijakan reformasi ekonomi ini. Rata-rata pertumbuhan PDB yang meningkat pesat pada beberapa dekade. Tak hanya pada kebijakan reformasi ekonomi saja yang mendorong adanya pertumbuhan ekonomi China yang sangat pesat ini, China juga memberlakukan industrialisasi yang berkembang. China melakukan kegiatan produksi baja, aluminium dan semen. Tak hanya itu, China juga menjadi produsen pada komoditas besar seperti batu bara.
Memajukan Pertanian
Dengan berbekal sejarah bahwa dahulu China adalah negara agraris, kini China juga memajukan sektor pertanian. Upaya yang dilakukan adalah menerapkan sistem pertanian yang modern serta maju. Dengan harapan, kegiatan pertanian akan lebih efisien dan dapat produktif. Dengan ini, sektor pertanian akan mampu menghasilkan produk yang maksimal. Hal ini akan memperbaiki struktur ekonomi dan sosial di beberapa daerah pedesaan atau wilayah yang masih didominasi dengan kegiatan pertanian. Upaya ini juga dapat meningkatkan kualitas dan standar hidup penduduk di daerah tersebut.
Urbanisasi
China juga mengupayakan urbanisasi bagi penduduk di daerah pedesaan yang masih relatif tertinggal. Dengan adanya urbanisasi pada penduduk di pedesaan ke perkotaan menjadi salah satu cara untuk memberlakukan pemerataan kualitas hidup dan kondisi sosial yang masih timpang. Hal ini dilakukan dengan harapan, masyarakat dapat mendapatkan peluang atau kesempatan kerja yang lebih besar di sektor industri. Tentu hal ini akan mengubah struktur ekonomi dan berdampak secara langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat pada daerah pedesaan.
Faktor Geopolitik
Dengan banyak upaya yang sudah dilakukan, ternyata China tidak hanya menjadi kekuatan ekonomi secara global, namun juga menekuni geopolitik global. Seperti Belt and Road Initiative yang memperkuat kondisi China di Asia Tengah dan Eropa. China juga menguasai produksi teknologi yang pesat dan besar, seperti teknologi hijau sel surya dan turbin angin. Kemampuan China dalam menghasilkan produk teknologi hijau yang sangat dibutuhkan oleh banyak negara barat, dapat mencerminkan ketergantungan banyak negara barat pada kemampuan China. Hal ini juga yang menjadikan China sebagai mitra dagang terbesar bagi banyak negara lain.
Tantangan yang Dihadapi
Dibalik adanya kemajuan pesat dan pertumbuhan yang signifikan pada China, tetap masih ada tantangan dan dampak yang dirasakan secara langsung, seperti ketimpangan kualitas hidup antara penduduk pedesaan yang masih belum terjangkau oleh pemerintah dan penduduk wilayah perkotaan yang sudah didominasi oleh sektor industri yang menunjang. Meskipun sudah dilakukan banyak upaya untuk memberikan kesetaraan kualitas hidup pada setiap penduduknya, masih ada beberapa bagian yang belum terjamah secara keseluruhan.
Upaya Pemerataan
Tentu saja dengan adanya tantangan berupa ketimpangan kondisi sosial atau kualitas hidup penduduknya harus segera ditindak lanjuti. Mengingat kemajuan China yang kian pesat, sedangkan kondisi beberapa daerah yang belum terjamah secara keseluruhan masih jauh dari kata maju. Mengupayakan pemerataan secara mendalam dapat mengurangi adanya ketimpangan sosial dan kualitas hidup yang tidak merata, sehingga dapat mendukung kemajuan dan pertumbuhan berkelanjutan dan inklusif.
Nathania Maheswari, mahasiswa Program Studi Ekonomi Universitas Sanata Dharma

