Konten dari Pengguna

Cara Ampuh Beradaptasi dengan Lingkungan Kerja yang Baru

Renata Chaterina SIregar

Renata Chaterina SIregar

Statistisi BPS Kabupaten Sorong (Staf Sosial)

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Renata Chaterina SIregar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Freepik

Jika kamu diperhadapkan dengan lingkungan kerja yang baru, How to adapt to new work environment?

Beberapa alasan seseorang berpindah ke lingkungan kerja yang baru diantaranya adanya promosi pekerjaan, mengikuti orangtua/suami/anak, ataupun alasan pribadi lainnya. Situasi ini menjadi tantangan tersendiri karena beranjak dari lingkungan kerja, teman-teman kantor ataupun rutinitas pekerjaan yang sudah nyaman sebelumnya. Biasanya di hari pertama kerja, kamu akan merasa asing. Sehingga mengharuskan untuk bisa beradaptasi dengan cepat. Inilah masa peralihan yang membutuhkan waktu dan tenaga, hingga menemukan kenyamanan.

Saat masa peralihan membutuhkan some effort and time, dalam menyesuaikan diri dengan pimpinan, pegawai, serta budaya kerja. Begitu juga dengan memahami jobdesk yang baru, apabila kamu bekerja pada posisi berbeda dengan pekerjaan sebelumnya. Jangan sampai dalam masa peralihan membuat kamu menjadi stres dan bisa berdampak buruk pada kinerja. Ingatlah kembali bahwa maksud dan tujuan kamu berpindah di tempat kerja yang baru adalah untuk kebaikan. Tentu saja dengan harapan profesional dan integritas dalam bekerja akan lebih baik dari sebelumnya. Berikut beberapa tips agar cepat beradaptasi di lingkungan kerja yang baru:

1. Bersikap yang Ramah

Ini adalah dasar yang paling penting saat memasuki lingkungan kerja yang baru. Bersikaplah yang ramah kepada setiap pegawai yang ditemui. Kamu bisa memulai dengan memberikan senyuman dan salam kepada siapapun yang kamu temui di kantor. Tunjukkan kesan awal well-manner employee, yang memudahkan kamu diterima di lingkungan kerja tersebut.

2. Perkenalkan diri

Ada pepatah tak kenal maka tak sayang. Maka kenalan lah! Di hari pertama kerja sangat penting untuk memperkenalkan diri kepada pimpinan yang baru. Buatlah a great impression, berikan gestur tubuh yang tenang dan sikap yang ramah. Ini bisa menjadi awal pengenalan yang baik. Sedikit banyak kamu jadi mengenal karakter pimpinan dan memahami bagaimana cara beliau bekerja dan apa yang diharapkan beliau dari seorang pegawai. Selain kepada pimpinan, memperkenalkan diri kepada sesama pegawai bisa menjadi langkah positif untuk menjadi lebih dekat dengan new circle di lingkungan tersebut. Mereka bahkan bisa membimbing dan membantu dalam masa transisi selama beberapa hari kedepan di awal kerja kamu.

3. Tetaplah Tenang

Merasa gelisah dan kebingungan di hari pertama kerja adalah hal yang normal. Setiap orang yang diperhadapkan dengan situasi ini juga pasti mengalaminya. Perasaan ini bisa saja berlangsung di hari sebelum kamu bekerja, di hari pertama bekerja, seminggu bekerja, sebulan, atau lebih dari sebulan. It's ok feel nervous and confusion untuk sesuatu yang baru. Sebagai pendatang baru di kantor, akan banyak informasi yang diterima, banyak juga yang menjadi catatan. Jangan menetapkan standar diri yang terlalu tinggi untuk menyenangkan orang-orang disekitar atau berusaha memahami semuanya dengan cepat. Tetaplah tenang dan tidak perlu menyalahkan diri sendiri jika kamu tidak mampu, namun nikmati ini sebagai proses yang tidak akan berlangsung lama. Hingga pada akhirnya kamu sudah merasa nyaman. So, don't worry, trust the process.

4. Jangan Malu Bertanya

Peribahasa malu bertanya sesat di jalan mengandung makna, jika kita tidak tau atau tidak mau bertanya kepada seseorang yang bijaksana, kita tidak akan menemukan jalan keluar atau rugi sendiri. Bertanya adalah cara yang paling sederhana dan efektif untuk memperoleh informasi. Apalagi jika pekerjaan kamu sekarang berbeda dari yang dikerjakan sebelumnya. Maka jangan pernah takut bertanya atas apa yang kamu tidak ketahui kepada atasan atau rekan kerja. Bertanyalah kepada mereka yang memiliki pemahaman lebih, mereka akan dengan senang hati membantu, ketimbang kamu bekerja dengan ketidakpahaman. Sehingga tidak memakan waktu berlebihan dalam mengerjakan sesuatu dan juga mengurangi error dalam bekerja.

5. Bekerja dengan Profesional

Profesional adalah istilah bagi seseorang yang menerima pendapatan atas ilmu pengetahuan dan keahliannya. David Maister (In Australian Council of Profession) said profesional is not a label you give for yourself-it's description you hope others will apply to you. Artinya profesional bukanlah label yang kamu berikan untuk diri sendiri. Profesional adalah deskripsi harapan yang akan orang lain berikan atas apa yang telah kamu kerjakan. Beberapa sikap bekerja dengan profesional yang dapat diterapkan seorang pegawai yaitu datang tepat waktu, bertanggung jawab dengan pekerjaan, dan berusaha meningkatkan kompetensi diri.

6. Membangun Komunitas

Tidak hanya membangun potensi dalam diri, penting juga untuk membangun komunitas. Ini dapat dimulai dengan ikut berpartisipasi pada kegiatan kantor seperti seminar, kegiatan sosial, ataupun jumat kreatif. Jadilah pribadi yang terbuka dan aktif. Jadi hidup kamu tidak serta merta untuk bekerja saja, namun kamu bisa semakin mengenal dan menjadi lebih bermanfaat bagi orang-orang disekitar. Sangat baik dampaknya untuk karir kamu kedepannya.