Konten dari Pengguna

Positive-Sum: Cara Memperbesar Kue Bersama, Bukan Hanya Berebut Potongan

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Natya Padmalalita Putri Hidayat tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Photo by Tatiana Mokhova on Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Photo by Tatiana Mokhova on Unsplash

Sebagian besar orang melihat kompetisi melalui kacamata Zero-Sum Game, di mana keuntungan satu pihak berarti kerugian bagi pihak lain (Britannica Editors, 2025). Namun, dalam ekonomi dan hubungan antar-pihak, terdapat konsep yang lebih konstruktif dan berkelanjutan: Positive-Sum Game, yang sering disebut sebagai Absolute Game. Artikel ini akan mengupas tuntas konsep ini dari perspektif yang paling pragmatis: "Tidak peduli berapa banyak orang lain untung, yang penting saya untung (keuntungan absolut saya terpenuhi)." Ini adalah filosofi yang mengeliminasi persaingan destruktif dan mengutamakan penciptaan nilai bersama.

Konsep Absolute Game (diperkenalkan dalam teori permainan oleh von Neumann & Morgenstern pada 1944) menekankan bahwa fokus utama seorang pemain adalah pada absolute gain, atau nilai murni yang didapatkan, dan bukan pada relative gain, yaitu perbandingan keuntungan dengan pihak lain. Dalam mindset ini, kecemburuan atau kekhawatiran terhadap keuntungan pesaing dihilangkan. Selama hasil interaksi memberikan nilai positif dan signifikan bagi Anda, interaksi tersebut dianggap berhasil. Positive-Sum Game mengajarkan bahwa keuntungan pihak lain tidak mengurangi, melainkan justru memperbesar peluang Anda untuk mendapatkan kue ekonomi yang lebih besar.

Untuk mengilustrasikan ini, kita dapat melihatnya pada kolaborasi digital seperti Pengembangan Perangkat Lunak Terbuka (Open Source/OSS). Anggaplah Perusahaan Raksasa (Kontributor A) mendapatkan pembaruan dari Komunitas Pengembang Kecil (Kontributor B) pada framework OSS umum. Kontributor A menghemat ratusan ribu Dolar biaya riset internal, ini adalah keuntungan absolut yang besar dan langsung. Kontributor B, di sisi lain, mendapatkan pengakuan profesional dan portofolio yang kuat juga merupakan keuntungan absolut yang signifikan bagi karir mereka. Kontributor A tidak akan peduli seberapa besar keuntungan B. Justru, A berterima kasih karena B telah melakukan pekerjaan yang sangat menguntungkan A. Tujuan A adalah mendapatkan produk yang lebih baik dengan biaya efisien tercapai, dan itulah yang menjadi tolok ukur sukses absolut. Para ekonom telah mengakui bahwa OSS adalah contoh utama positive-sum game yang menciptakan nilai agregat bagi seluruh ekosistem (Harvard Business School, 2024).

Contoh yang paling nyata dan masif dari Absolute Game adalah Perdagangan Internasional yang didasarkan pada prinsip Keunggulan Komparatif (Comparative Advantage) yang dikemukakan oleh David Ricardo (1817). Ambil contoh perdagangan antara Indonesia (๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ) dan Jepang (๐Ÿ‡ฏ๐Ÿ‡ต). Indonesia berspesialisasi dalam ekspor Tekstil dan Bahan Mentah, sedangkan Jepang berspesialisasi dalam ekspor Kendaraan dan Mesin Canggih. Indonesia mendapatkan absolute gain berupa akses ke teknologi Jepang yang mendorong modernisasi. Sebaliknya, Jepang mendapatkan absolute gain berupa penghematan biaya produksi karena mengimpor bahan baku/produk padat karya lebih murah daripada memproduksinya di dalam negeri (Britannica Money, 2024). Kedua negara fokus pada perbaikan efisiensi dan kesejahteraan internal mereka. Perdagangan ini terus berlangsung karena kedua belah pihak secara konsisten mendapatkan nilai positif bagi diri mereka sendiri; keuntungan satu pihak tidak mengurangi keuntungan pihak lain.

Kesimpulannya, Positive-Sum Game dengan perspektif Absolute Game mengajarkan satu hal fundamental: Fokuslah pada penciptaan nilai, bukan perebutan nilai yang sudah ada. Interaksi yang menghasilkan keuntungan bagi semua pihak (meskipun jumlah keuntungannya berbeda) bersifat berkelanjutan, mendorong inovasi, efisiensi, dan pertumbuhan ekonomi. Seorang pemain yang cerdas akan selalu mencari peluang di mana ia bisa untung secara absolut, karena ia sadar bahwa keuntungan yang diraih pihak lain sesungguhnya membantu menciptakan lingkungan yang lebih makmur secara keseluruhan.

Referensi

Britannica Editors. (2025). Positive-sum game. Encyclopedia Britannica. Diakses pada 29 Oktober 2025, dari https://www.britannica.com/topic/positive-sum-game

Britannica Money. (2024). Comparative advantage. Encyclopedia Britannica. Diakses pada 29 Oktober 2025, dari https://www.britannica.com/money/comparative-advantage

Harvard Business School. (2024). The Value of Open Source Software. Harvard Business School Working Paper.

Von Neumann, J., & Morgenstern, O. (1944). Theory of games and economic behavior. Princeton University Press.