Mencintaimu, Meski Negeri Ini Belum Baik-Baik Saja

Mahasiswa ilmu komunikasi Universitas Pamulang
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari NAUFAL FAKHRUDDIN tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada akhirnya, mungkin yang paling melelahkan dari menjadi dewasa bukanlah bekerja keras atau menghadapi berbagai tuntutan kehidupan. Melainkan berusaha tetap memiliki harapan ketika begitu banyak hal di sekitar kita membuat harapan itu terasa sulit dipertahankan.
Kita ingin sukses, tetapi jalannya tidak selalu jelas. Kita ingin membahagiakan orang tua, tetapi terkadang masih kesulitan membahagiakan diri sendiri. Kita ingin memiliki masa depan yang baik, tetapi setiap hari harus berhadapan dengan kenyataan bahwa tidak semua hal berada dalam kendali kita.
Dan di antara semua itu, kita juga ingin mencintai seseorang.
Kita ingin memiliki seseorang yang bisa mendengarkan keluh kesah setelah hari yang panjang. Seseorang yang tidak selalu menuntut kita untuk terlihat kuat. Seseorang yang bersedia duduk bersama, membicarakan hal-hal sederhana, dan mengingatkan bahwa hidup bukan hanya tentang bertahan, tetapi juga tentang merasakan.
Mungkin kita tidak bisa menjanjikan kehidupan yang mewah. Mungkin kita belum mampu memberikan segala sesuatu yang diimpikan. Bahkan, mungkin kita sendiri masih belum tahu akan menjadi apa beberapa tahun mendatang.
Namun, apakah ketidakpastian itu membuat perasaan kita menjadi tidak berarti?
Aku rasa tidak.
Mencintai di negeri yang sedang menghadapi berbagai persoalan bukan berarti menutup mata terhadap kenyataan. Kita tetap perlu memperjuangkan kehidupan yang lebih baik, mengkritisi keadaan yang tidak adil, dan menuntut masa depan yang lebih layak bagi generasi setelah kita.
Namun, kita juga tidak harus menunggu dunia menjadi sempurna untuk merasakan kebahagiaan.
Sebab, hidup bukan hanya tentang seberapa banyak uang yang berhasil kita kumpulkan, seberapa tinggi posisi yang berhasil kita capai, atau seberapa cepat kita memenuhi ekspektasi masyarakat. Ada hal-hal sederhana yang juga layak diperjuangkan: ketenangan, persahabatan, keluarga, dan cinta.
Jika suatu hari aku menemukan seseorang yang ingin berjalan bersamaku, mungkin aku tidak akan menjanjikan bahwa semuanya akan baik-baik saja. Aku tidak tahu apakah keadaan akan semakin membaik, apakah pekerjaan akan selalu tersedia, atau apakah masa depan akan berjalan sesuai rencana.
Aku hanya ingin mengatakan bahwa aku juga sedang berusaha. Berusaha menjadi seseorang yang lebih baik, berusaha membangun kehidupan yang layak, dan berusaha agar segala ketidakpastian ini tidak membuatku kehilangan kemanusiaan.
Sebab, aku tidak ingin menghabiskan seluruh hidupku hanya untuk bertahan hidup, sampai lupa bahwa aku juga berhak merasakan hidup itu sendiri.
Dan jika pada akhirnya cinta memang harus diperjuangkan, biarlah kita memperjuangkannya tanpa berpura-pura bahwa dunia ini baik-baik saja.
Aku ingin mencintaimu, bukan karena negeri ini sudah memberikan kita masa depan yang pasti, melainkan karena di tengah segala ketidakpastian, kita masih memiliki keberanian untuk berharap.
Aku ingin mencintaimu di negeri yang belum baik-baik saja, sembari berharap suatu hari nanti kita tidak lagi harus merasa bersalah hanya karena ingin hidup bahagia.
