LearningRoom Hadir di Banjarmasin, Dukung Literasi Bahasa Inggris 22.000 Siswa

Copywriter, Wartawan dan Content Writer. Melihat, mendengar, merasakan, bercerita lewat kata.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Naufal Mamduh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Banjarmasin, 28 Mei 2025 – Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin resmi meluncurkan inisiatif baru dalam meningkatkan kemampuan literasi bahasa Inggris di kalangan pelajar melalui pemanfaatan platform digital LearningRoom.
Program pendidikan ini disosialisasikan dalam sebuah acara yang digelar di Hotel Banjarmasin International dan dihadiri oleh lebih dari 140 kepala sekolah serta guru bahasa Inggris dari berbagai jenjang pendidikan.
Inisiatif ini bertujuan menjangkau sekitar 22 ribu siswa SD dan SMP di seluruh Kota Banjarmasin, dan akan mulai diterapkan pada bulan Juni 2025. Penggunaan platform digital dalam proses pembelajaran menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran sekaligus menyesuaikan metode mengajar dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan generasi saat ini.
Dalam acara sosialisasi tersebut, hadir sejumlah pejabat penting dari lingkungan Dinas Pendidikan, di antaranya Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama, S.STP, M.Si, Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF sekaligus Plt. Kabid SMP, Yul Poliatma Rachmanu, AP, M.Si, serta Kepala Bidang Pembinaan SD, H. Ibnul Qayyim Islamy, ST. Kehadiran para pejabat ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam sistem pendidikan demi peningkatan kualitas belajar-mengajar.
“Dengan platform LearningRoom ini, siswa tidak hanya belajar bahasa Inggris secara teori, tetapi juga melalui pendekatan interaktif yang menyenangkan. Kami percaya ini akan meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa,” ujar Ryan Utama dalam sambutannya.
Perlu diketahui LearningRoom merupakan sebuah platform edtech yang dirancang untuk mendukung pembelajaran bahasa Inggris secara digital. Dalam sesi utama sosialisasi, pihak LearningRoom yang diwakili oleh Avinda Akil, selaku Director of Edutainment, dan Mokh. Zidny Fadlan, Senior B2G Sales Manager, memaparkan berbagai fitur unggulan dari platform ini.
Keduanya menjelaskan bahwa LearningRoom tidak hanya menghadirkan materi pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum, tetapi juga menggunakan pendekatan gamifikasi dan pembelajaran adaptif berbasis teknologi untuk menyesuaikan konten dengan kemampuan masing-masing siswa. Dengan sistem ini, siswa dapat belajar dalam ritme mereka sendiri, sambil tetap mendapatkan tantangan yang memacu perkembangan kemampuan berbahasa Inggris secara bertahap.
Para guru dan kepala sekolah yang hadir pun menyambut positif inisiatif ini. Mereka menilai bahwa LearningRoom merupakan solusi konkret dalam menjawab tantangan pembelajaran di era digital. Selain memudahkan akses pembelajaran di dalam dan luar kelas, platform ini juga memberikan pendekatan yang lebih personal dan menyenangkan bagi siswa, yang selama ini mungkin mengalami kesulitan dalam mempelajari bahasa asing.
“Kalau biasanya siswa cepat bosan saat belajar grammar atau vocabulary, dengan sistem gamifikasi seperti ini, mereka jadi lebih tertantang dan merasa seperti sedang bermain, bukan belajar. Ini perubahan besar,” ujar salah satu guru peserta sosialisasi.
Program ini juga dinilai sejalan dengan visi pendidikan nasional menuju Indonesia Emas 2045, yang menekankan pentingnya peningkatan kompetensi generasi muda dalam menghadapi tantangan global, termasuk dalam penguasaan bahasa asing.
Dengan peluncuran resmi LearningRoom yang direncanakan pada Juni mendatang, Dinas Pendidikan optimis bahwa platform ini akan membawa dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan mutu pendidikan di Banjarmasin, khususnya dalam penguasaan bahasa Inggris yang selama ini masih menjadi tantangan di berbagai sekolah.
Diharapkan, keberhasilan implementasi LearningRoom di Banjarmasin dapat menjadi contoh baik bagi daerah lain dalam mengintegrasikan teknologi digital sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh.***
