Tumbuh di Rumah Penuh Suara, Tapi Hati Tetap Sepi?

Mahasiswa fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Muthiah Naurah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di rumah yang ramai, penuh dengan suara televisi menyala, obrolan, dan bahkan ketukan piring di dapur. Namun, tidak semua orang yang tinggal di rumah seperti itu merasa hangat. Ada kalanya hati terasa sepi, walaupun di tengah keramaian. Mengapa rumah ramai bisa terasa sepi? Psikolog anak menyebut fenomena ini sebagai kesepian emosional, yaitu kondisi ketika seseorang merasa tidak dipahami atau tidak diakui, meski dikelilingi banyak orang. Lantas bagaimana cara mengatasinya?
Kehadiran fisik saja tidak cukup. Anak-anak yang tumbuh dengan orang tua yang terlalu sibuk, sering merasa diabaikan walaupun mereka melihat ayah dan ibunya di rumah. Penelitian dari Journal of Child Psychology and Psychiatry (2020), menunjukkan bahwa anak yang kurang mendapatkan perhatian emosional rentan mengalami kecemasan dan rasa terisolasi. Agar hal ini tidak terjadi, penting bagi orang tua untuk benar-benar hadir secara emosional. Sediakan waktu khusus tanpa gangguan seperti menggurangi penggunaan gadget untuk quality time bersama keluarga.
Rumah ramai, tapi hati bisa jauh. Rumah yang ramai sering diisi oleh percakapan yang dangkal seperti, obrolan di meja makan hanya sebatas pembicaraan formalitas saja. Padahal, anak butuh ruang untuk menyampaikan perasaannya. Agar hal itu tidak terjadi, cobalah validasi perasaan terhadap anak. Memberikan ruang untuk menyampaikan emosi tanpa dihakimi adalah dasar penting dalam emotion coaching. Hal ini dapat menimbulkan rasa keterbukaan antara satu sama lain.
Suasana yang salah bisa menyakitkan. Kadang rumah yang ramai bukan berarti dipenuhi canda tawa, tetapi bisa jadi karena adanya pertengkaran, sindiran atau teriakan. Lingkungan seperti ini membuat hati makin dingin meski fisik saling dekat. Menurut Dr. Theresa J. Covert, " Emotionally immature parents are unhelpful when their children need emotional support, they may be dismissive when their child expresses his feelings of being hurt". Hal ini penting diketahui oleh orang tua agar dapat mengenali diri dan bisa menciptakan suasana yang hangat untuk membangun kembali kedekatan yang hilang.
Kesimpulan
Tumbuh di rumah penuh suara tidak dapat menjamin hati ikut hangat. Kehangatan sejati muncul saat kita benar-benar hadir, mendengarkan dan memahami satu sama lain. Kadang, diam sejenak untuk mendengarkan lebih berharga daripada ribuan percakapan kosong.
