Konten dari Pengguna

Persatuan dan Kesatuan Masyarakat Indonesia Sedang Diuji Oleh Alam

Nawang Anggita

Nawang Anggita

Lahir di Bekasi, 20 Juni 2001. memulai pendidikan di Banyumas, Jawa Tengah, Hobby membaca, menulis, mendengarkan musik, dan lagi suka belajar alat musik. Hobby lainnya adalah rebahan. Cita - cita membahagiakan orang tua

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nawang Anggita tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Peristiwa Alam Indonesia oleh Nawang Anggita W
zoom-in-whitePerbesar
Peristiwa Alam Indonesia oleh Nawang Anggita W

Persatuan dan Kesatuan dalam sebuah negara merupakan hal yang penting.

Ketika suatu negara sudah bukan menjadi persatuan dan kesatuan yang utuh, terpecah dua kubu yang berbeda atau tujuan yang berbeda maka negara tersebut telah gagal menjadi negara yang mampu mempersatukan semua elemen masyarakatnya agar memiliki satu tujuan yang sama.

Seperti satu tahun belakangan ini dimana Negara Indonesia dan semua negara di dunia sedang mengalami masa masa yang sulit, dimana semuanya sibuk menghadapi Virus yang sedang melanda banyak negara. Seluruh negara termasuk indonesia berusaha untuk bersatu melawan masalah ini mulai dari berbagai elemen pemerintahan hingga berbagai lapisan masyarakat. Semua berjuang, bersatu, saling membantu dan menguatkan. Namun bukan hanya Virus yang menjadi garis besarnya, masyarakat indonesia terus diuji oleh berbagai masalah yang banyak melibatkan komponen pemerintah serta masyarakat.

Bukan hanya dari segi politik, alam pun seakan akan mencoba memberikan rintangan yang harus dilewati oleh masyarakat indonesia. Diawali musibah longsong yang terjadi pada tanggal 9 Januari 2020 hingga 16 Januari 2021. Bencana tanah longsor memakan korban sebanyak 25 orang tewas serta masih ada korban yang belum ditemukan, dan beberapa orang mengalami luka – luka ( Sumber : Tribunnews). Belum selesai dengan tanah longsor, masyarakat indonesia dikejutkan dengan kabar jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh diperairan Kepulauan Seribu pada 9 januari 2021. Peswat tersebut mengangkut 62 orang, yang terdeiri dari 12 awak kabin, 40 penumpang dewasa, 7 anak – anak, dan 3 bayi. Hingga tanggal 16 januari 2021 proses pencarian dan identifikasi terus dilakukan oleh beberapa pihak. Hasilnya Tim DVI Polr berhasil mengidentifikasi 17 korban Sriwijaya Air SJ 182.

Sementara itu, bencana banjir melanda beberapa wilayah Kalimantan Selatan. "Sehubungan hal tersebut, saya atas nama Pemerintah Provinsi Kalsel dengan ini menyatakan, kejadian yang dimaksud bencana alam menerapkan status siaga," ujar Sahbirin Noor, 15 Januari 2021.

"Untuk darurat bencana banjir, tanah longsor, angin puting beliung dan gelombang pasang menjadi status tanggap darurat," tambah dia dikutip dari Kompas.com. (sumber : tribunnews)

Berdekatan dengan banjir di Kalsel, wilayah Mamuju dan Majene di Sulawesi Barat juga diguncang gempa pada 14 Januari 2021 dan 15 Januari 2021. Gempa pertama berkekuatan 5,9 terjadi pada Kamis pukul 14.35 WITA dan gempa susulan dengan 6,2 M terjad pada Jumat pukul 02.28 WITA.Gempa ini juga menyebabkan kerusakan dibeberapa tempat, memakan korban jiwa, dan mungkin akan menyebabkan trauma bagi masyarakat setempat.

Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur meletus (16 Januari 2021).Menurut laporan, terlihat asap meluncur ke arah tenggara yang diduga dari dari kawah Jonggring Kaloko berwarna kelabu pekat dalam volume yang besar.

Sedangkan untuk hujan abu vulkanik diperkirakan mengarah ke utara, menyesuaikan arah angin.Adapun peristiwa tersebut juga dikonfirmasi oleh Bupati Lumajang, Thoriqul Haq bahwa perkiraan awal lokasi tersebut berada di daerah sekitar Desa Sumber Mujur dan Desa Curah Koboan.

"Gunung semeru mengeluarkan awan panas. Dengan jarak 4.5 kilo. Daerah sekitar Sumber Mujur dan Curah Koboan, saat ini menjadi titik guguran awan panas," jelas Bupati Thoriqul.(sumber : tribunnews). Masyarakat setempat dihimbau selalu waspada untuk akibat atau bencana yang akan datang. Dalam hal ini, khususnya masyarakat di sekitar daerah aliran sungai tetap waspada dalam menghadapi adanya intensitas curah hujan yang tinggi, sebab hal itu dapat memicu terjadinya banjir lahar dingin.

Banyak sekali kejadian bencana alam di awal tahun 2021. Hal ini harusnya membuat masyarakat indonesia sama sama berbondong untuk saling merangkul, mengulurkan tangannya untuk saling membantu dan menguatkan.

Sesuai dengan nilai nilai pancasila yang terkandung. Beberapa peristiwa yang terjadi seharusnya membuat kita semakin mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena tanpa kehendakNya maka peristiwa peristiwa yang sedang kita alami tidak akan terjadi. Adapun nilai dari sila ke 2 pancasila dimana kita harus bersikap adil dan manusiawi kepada setiap orang, membantu satu sama lain tanpa melihat agama, suku, dan ras. Perlunya nilai persatuan dari sila ke 3 pancasila, kita sebagai masyarakat indonesia harus bersatu tidak boleh terpecah karena adanya sedikit perbedaan. Apalagi disituasi seperti sekarang, rasa peduli dan membantu satu sama lain harus lebih ditingkatkan dari pada ego manusia. Saling menghormati hak dan kewajiban masing masing

Sekian, terimakasih telah meluangkan waktunya untuk membaca laman ini, silahkan tinggalkan kritik dan saran