Bakteri Alcaligenes eutrophus Solusi Sampah Plastik dalam Dekomposisi Bioplastik

Halo saya merupakan seorang mahasiswi S1, program studi Bioteknologi di Universitas Al Azhar Indonesia.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Nayla Fatihah Shalsabilla tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Krisis sampah plastik konvensional mendesak pengembangan solusi yang lebih ramah lingkungan, salah satunya merupakan bioplastik atau plastik yang dapat terurai secara alami. Namun, dekomposisi bioplastik pun memerlukan waktu dan kondisi yang tepat. Artikel ini akan membahas potensi besar mikroorganisme, yaitu bakteri Alcaligenes eutrophus yang sekarang sering disebut dengan Cupriavidus necator dalam siklus bioplastik. A. eutrophus merupakan produsen utama bioplastik jenis Poli-Hidroksi Butirat (PHB). Potensi sinergi dari mikroba ini A. eutrophus sebagai produsen bioplastik untuk mengatasi penumpukan sampah bioplastik dan mengurangi dampak lingkungan.
Tantangan Penggunaan Plastik dan Harapan Bioplastikop
Selama bertahun-tahun, plastik telah menjadi bagian integral dari kehidupan modern. Namun, sifatnya yang tidak dapat terurai secara alami atau non-biodegradable telah menyebabkan penumpukan sampah di darat dan laut, sehingga menciptakan krisis lingkungan global. Menanggapi hal ini, plastik dapat dirancang agar mudah terurai secara alami oleh mikroorganisme yang muncul sebagai solusi yang menjanjikan. Salah satu jenis bioplastik yang paling banyak dipelajari adalah Poli-Hidroksi Butirat (PHB). PHB merupakan poliester alami yang disintesis dan disimpan oleh banyak jenis bakteri, termasuk bakteri Alcaligenes eutrophus. Meskipun bioplastik terurai, kecepatan dan efisiensinya sangat bergantung pada kondisi lingkungan, keberadaan, dan aktivitas mikroorganisme yang tepat. Di sinilah peran ahli biologi dan mikrobiologi menjadi krusial.
Apa Kunci Utama dalam Siklus Bioplastik?
Bakteri Alcaligenes eutrophus, yang kini secara taksonomi lebih sering disebut Cupriavidus necator, bukanlah produksi bioplastik PHB.
Produk PHB: Bakteri ini memiliki kemampuan unik untuk mengakumulasi PHB di dalam selnya sebagai cadangan energi, mirip lemak pada hewan. Ketika bakteri ini ditempatkan dalam kondisi stres nutrisi misalnya, kekurangan nitrogen namun memiliki sumber karbon yang melimpah seperti gula atau limbah organik, ia akan mengubah kelebihan karbon tersebut menjadi butiran PHB.
Signifikansi: PHB yang dihasilkan memiliki sifat fisik yang mirip dengan polipropilena atau plastik konvensional, menjadikannya bahan baku yang ideal untuk produk-produk kemasan. Kemampuan A. eutrophus untuk memproduksi bioplastik dari limbah menunjukkan potensi besar dalam menciptakan siklus produksi yang lebih berkelanjutan.
Sinergi dan Pendekatan Sirkular Bioplastik
Pendekatan paling menarik dari mempelajari mikroorganisme ini adalah potensinya dalam menciptakan ekonomi sirkular bioplastik yang tertutup dan efisien. A. eutrophus sebagai produsen dapat menggunakan limbah organik sebagai substrat untuk memproduksi PHB berkualitas tinggi. Bioplastik PHB sebagai produk dapat digunakan untuk membuat kemasan dan produk lain. Sinergi ini yang memungkinkan bioplastik yang dibuang pasca-konsumsi untuk didegradasi secara cepat, membebaskan molekul karbon yang pada akhirnya dapat diserap kembali oleh produsen bioplastik lain di alam.
Kesimpulan dan Prospek Masa Depan Pengolahan Sampah
Berdasarkan studi tentang Alcaligenes eutrophus sebagai produsen bioplastik dapat disimpulkan bahwa hal ini dapat menawarkan cetak biru yang kokoh untuk sistem pengelolaan bioplastik yang lebih berkelanjutan. Meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengoptimalkan kondisi degradasi dan membutuhkan produksi dalam skala besar dan ekonomis, mikroorganisme ini menunjukkan bagaimana alam telah menyediakan solusi yang sangat canggih untuk masalah yang diciptakan oleh manusia. Melalui pemanfaatan bioteknologi, kita dapat mempercepat proses alam, memastikan bahwa bioplastik benar-benar memenuhi janji mereka sebagai alternatif yang ramah lingkungan, bukan hanya sekadar penunda krisis sampah plastik konvensional. Pendekatan sirkular inilah yang menjadi langkah maju yang signifikan menuju masa depan di mana limbah plastik benar-benar dapat hilang tanpa jejak.
Daftar Pustaka
Kartini Dahri, K. A. R. T. I. N. I. (2024). Pembuatan Plastik Biodegradable Berbahan Dasar Selulosa Sabut (Fiber) Kelapa Sawit Dengan Penambahan Sorbitol Dan Cmc (Carboxy Methyl Cellulose) (Doctoral dissertation, Universitas Malikussaleh).
Nuraeni, I. (2024). Pemanfaatan Limbah Pertanian "jerami" untuk memproduksi Plastik Ramah Lingkungan Berupa Bioplastik (Doctoral dissertation, Universitas Islam Indonesia).
Wardani, D. P. A. (2021). Isolasi dan identifikasi jamur pendegradasi polietilena berdensitas rendah (LDPE) dari tempat pemrosesan akhir Supit Urang, Malang (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim).
Yanti, N. A., & Muhiddin, N. H. Produksi Bioplastik Dari Pati Sagu Oleh Bakteri Amilolitik Lokal Menggunakan Sumber Nitrogen Berbeda. Prosiding Semirata 2015 bidang MIPA BKS-PTN Barat Universitas Tanjungpura Pontianak Hal 234-242.
