Konten dari Pengguna

Upacara Ngaben di Bali : Tradisi Sakral dalam Perjalanan Roh

Nayla Putri Asnarani

Nayla Putri Asnarani

Saya mahasiswa Ilmu Komunikasi S1 Universitas Pamulang

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nayla Putri Asnarani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambar ini dibuat menggunakan GPT AI, Teknologi Kecerdasan AI
zoom-in-whitePerbesar
Gambar ini dibuat menggunakan GPT AI, Teknologi Kecerdasan AI

Ngaben adalah salah satu upacara adat Bali yang paling sakral dan penuh makna. Upacara ini merupakan proses pembakaran Jenazah (kremasi) yang dilakukan oleh masyarakat Hindu di Bali, sebagai wujud pengantar Roh menuju alam akhirat. Ngaben tidak hanya mencerminkan keyakinan spiritual masyarakat Bali, tetapi juga menjadi simbol penghormatan terakhir kepada mereka yang telah meinggal.

Makna Ngaben

Ngaben berasal dari kata Api, yang bermakna pembakaran. Dalam Kepercayaan Hindu Bali, pembakaran jasad bertujuan untuk menyucikan roh dan membebaskannya dari keterikatan duniawi sehingga roh dapat kembali ke asalnya, yaitu Tuhan (Sang Hyang Widhi). Proses ini juga diyakini membantu roh agar tidak terjebak dalam alam dunia ataumenjadi arwah gentayangan. Upacara Ngaben memiliki beberapa tahapan yang dilakukan dengan penuh ritual, diantaranya :

  • Persiapan Awal

Keluarga Almarhum mempersiapkan sarana upacara, seperti menyiapkan bade (menara jenazah) dan lembu replika (simbol kendaraan roh). Bade dan lembu dihias dengan indah sesuai dengan status sosial keluarga.

  • Pengumpulan Roh

Sebelum Jenazah dibakar, dilakukan ritual pengambilan roh. Upacara ini bertujuan untuk memastikan bahwa roh Almarhum telah kembali ke keluarga untuk menerima penghormatan terakhir.

  • Puncak Ngaben

Pada hari yang telah ditentukan, jenazah ditempatkan di bade dan diarak menuju tempat pembakaran (Setra atau Kuburan). Arak-arakan ini disertai dengan iringan gamelan dan prosesi adat lainnya. Setelah sampai, jenazah diletakan di dalam replika lembu, lalu dibakar bersama berbagai perlengkapan ritual.

  • Nganyut

Abu Jenazah yang telah dibakar kemudian dikumpulkan dan dihanyutkan ke laut atau sungai. Hal ini melambangkan pelepasan roh ke alam bebas.

Jenis-jenis Ngaben

Ngaben memiliki beberapa jenis berdasarkan kemampuan ekonomi keluarga dan tradisi desa setempat, diantaranya :

  • Ngaben Ngelungah : Dilakukan untuk anak-anak.

  • Ngaben Asti Wedana : Dilakukan bagi Jenazah yang telah dikubur sebelumnya.

  • Ngaben Massal : Dilakukan bersama-sama oleh beberapa keluarga untuk menekan biaya.

Makna Filosofis

Ngaben melambangkan konsep Tri Hita Karana, yaitu harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan. Prosesi ini juga menekankan pada nilai-nilai kebersamaan dalam masyarakat Bali, karena biasanya melibatkan gotong royong antara keluarga dan tetangga.

Ngaben adalah wujud nyata harmoni antara budaya, agama, dan tradisi yang telah dijaga oleh masyarakat Bali. Upacara ini tidak hanya menjadi bagian penting dari siklus kehidupan, tetapi juga sarana spiritual untuk mempersiapkan roh menuju alam yang lebih tinggi. Ngaben mencerminkan penghormatan mendalam terhadap kehidupan dan kematian dalam falsafah Hindu Bali.