Konten dari Pengguna

Daya Tarik Matcha di Mata Perempuan: Antara Tren, Kesehatan, dan Ketenangan

NAYLA ZALFA FITRIANI -

NAYLA ZALFA FITRIANI -

Mahasiswi Farmasi Universitas Islam Indonesia

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari NAYLA ZALFA FITRIANI - tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tulisan dari Nayla Zalfa Fitriani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi makanan dan minuman bernuansa matcha, dengan orang (perempuan) yang berinteraksi dengan matcha nya. Foto. AI Gemini (OpenAI)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi makanan dan minuman bernuansa matcha, dengan orang (perempuan) yang berinteraksi dengan matcha nya. Foto. AI Gemini (OpenAI)

Matcha menjadi sebuah fenomena unik, dimana hampir semua perempuan membeli matcha karena melihat sebuah konten yang memperlihatkan bahwa matcha di toko tersebut enak. Minuman berwarna hijau ini bukan hanya terlihat cantik, tetapi dianggap minuman yang sehat dan dapat menaikkan mood perempuan. Dari matcha latte, matcha boba, cake matcha, hingga makanan berkuah ataupun berbumbu matcha, menjadi makanan yang laris manis pada saat ini.

Matcha menjadi salah satu minuman kekinian yang banyak digemari masyarakat, khususnya perempuan. Rasanya yang khas, harganya yang terjangkau, dan dapat menaikkan mood menjadi faktor penting mengapa perempuan sangat menggemari matcha. Tidak bisa dipungkiri bahwa warna hijau pada matcha ini sangat estetis dan memanjakan mata. Perempuan cenderung menyukai hal-hal yang indah secara visual, dan matcha memiliki hal tersebut. Warna hijau pastel pada matcha yang lembut dan tekstur foam yang creamy membuat minuman matcha ini menjadi objek foto maupun video untuk diabadikan dalam Story Instagram, WhatsApp, ataupun Tiktok.

Media sosial seperti Instagram dan Tiktok menjadi salah satu media yang sangat populer di kalangan anak muda saat ini. Aplikasi ini menjadi wadah untuk berbagi konten kreatif, membuat tren, ataupun turut meramaikan tren yang sedang populer. Dengan adanya media sosial ini, orang-orang, khususnya perempuan, berbondong-bondong untuk meng-upload indahnya matcha. Hal ini membuat orang yang melihat konten tersebut menjadi tertarik terhadap keunikan rasa matcha.

Matcha memiliki cita rasa yang khas, antara pahit dan manis, dengan sentuhan akhir yang sedikit earthy atau seperti rumput, namun tetap lembut dan menenangkan. Rasa ini menjadikannya suatu sensasi unik yang ternyata banyak digemari di kalangan anak muda, khususnya perempuan. Namun, matcha hanya digemari oleh kebanyakan perempuan, karena laki-laki menganggap bahwa matcha memiliki cita rasa yang aneh seperti rumput, walaupun mereka belum mengetahui rasa pasti dari rumput, dikarenakan mereka belum pernah mencoba rumput.

Banyak perempuan kini sudah lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan, dan matcha hadir sebagai solusi sehat yang mudah ditemukan. Matcha mengandung antioksidan tinggi yang baik untuk kulit, jantung, dan metabolisme tubuh. Antioksidan juga dapat membantu melawan radikal bebas, sehingga sering dikaitkan dengan manfaat sebagai anti-aging atau lebih dikenal dengan mencegah kulit keriput.

Matcha mengandung kafein, namun dalam kadar yang lebih rendah dari kopi. Selain itu, matcha juga mengandung L-theanine dan asam amino yang dapat membuat gusi sehat dan mencegah gigi berlubang, dapat mengurangi jumlah bakteri di mulut, serta membantu fokus sekaligus memberi efek relaksasi. Sangat cocok untuk perempuan yang sedang menghadapi stres karena tugas ataupun pekerjaan. Namun, tidak baik juga jika diminum secara berlebihan. Kombinasi ini membuat matcha menjadi pilihan yang ideal untuk perempuan yang ingin tetap produktif tanpa merasa cemas atau mengalami jantung berdebar.

Matcha tidak hanya cocok dijadikan sebagai minuman, tetapi banyak perempuan yang kreatif membuat berbagai kreasi makanan, seperti brownies, milk crepes, cookies, sampai es krim. Rasanya yang sedikit pahit dan kaya membuatnya cocok dicampurkan dengan susu, madu, atau boba, sehingga dapat menetralkan rasa pahit yang terdapat pada matcha. Hal ini yang membuat matcha menjadi bahan yang menyenangkan untuk dikreasikan atau sebagai bahan bereksperimen di dapur menjadi suatu makanan atau minuman yang baru.

Tidak sedikit influencer dan selebgram perempuan yang membagikan rutinitas pagi mereka ditemani dengan segelas matcha panas ataupun dingin. Ini menciptakan citra bahwa matcha adalah bagian dari gaya hidup sehat dan produktif. Maka, tak heran jika banyak perempuan yang mulai meninggalkan kopi dan beralih ke matcha sebagai minuman harian. Lebih dari sekedar tren, matcha menjadi simbol keseimbangan antara kesibukan dan kesehatan mental.

Matcha bukan hanya tentang rasa, tetapi juga tentang gaya hidup. Ia mencerminkan keinginan untuk hidup lebih sehat, estetis, dan seimbang. Tak heran jika matcha menjadi minuman favorit perempuan. Bagi banyak perempuan, matcha memberikan pengalaman minuman yang lembut dan tidak mengganggu lambung, sehingga cocok dikonsumsi di pagi hari maupun di sore hari sebagai teman bersantai atau bekerja.