Konten dari Pengguna

Gen Z dan Stoikisme: Menemukan Ketenangan di Tengah Badai

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Naza Bunga Nurul Qolby tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Gambar Wanita, Suasana hati, Kesehatan mental (sumber: https://pixabay.com/id)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Gambar Wanita, Suasana hati, Kesehatan mental (sumber: https://pixabay.com/id)

Kesehatan mental adalah suatu keadaan kejiwaan atau keadaan psikologis yang menunjukan kemampuan seseorang untuk mengadakan penyesuaian diri atau pemecahan masalamasalahh terhadap masalah-masalah yang ada dalam diri sendiri (internal) dan masalah-masalah yang ada di lingkungan luar dirinya (eksternal).

Kesehatan mental, isu yang seolah tak pernah lekang oleh waktu. Di era digital yang serba cepat ini, kesehatan mental justru kian menjadi sorotan, terlebih bagi generasi Z. Gen Z, generasi yang lahir di tengah gempuran teknologi dan arus informasi yang deras, kerap kali dihadapkan pada berbagai tekanan dan tantangan yang cukup berat.

Generasi Z (Gen Z) rentan mengalami gangguan mental, terutama depresi. Penelitian University College London menunjukkan bahwa tingkat depresi Gen Z dua pertiga lebih tinggi dari milenial. Data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil menunjukkan bahwa 280,73 juta penduduk Indonesia didominasi oleh remaja. Survei Kesehatan Indonesia 2023 mencatat prevelensi depresi mencapai 1,4%, dengan kelompok usia 15-24 tahun (Gen Z) mencapai 2% (Kompas.id, 9 Oktober 2024).

Pandemi, perubahan iklim, ketidakpastian ekonomi, dan standar kecantikan yang tak realistis di media sosial, hanyalah segelintir dari sekian banyak "badai" yang harus dihadapi oleh Gen Z. Tak heran, jika angka depresi dan kecemasan di kalangan mereka cukup tinggi. Lalu, apa yang bisa dilakukan Gen Z untuk menjaga kesehatan mentalnya? Salah satu jawabannya adalah: stoikisme.

Stoikisme? Apa itu?.

Stoikisme, juga disebut Stoitosme adalah sebuah aliran atau sebuah aliran filsafat Yunani Kuno yang didirikan di Kota Athena, Yunani, oleh Zeno dari Citium pada awal abad ke-3 SM. Stoikisme mengajarkan pengendalian diri seperti mengajarkan fokus pada hal-hal yang benar-benar dapat kita kendalikan, seperti tindakan dan pemikiran diri kita sendiri. Dengan tantangan perkembangan zaman yang serba modern dan globalisasi yang berkembang pesat, stoikisme tetap relevan dalam menghadapi tantangan dan ketidakpastian hidup di masa kini.

Beberapa prinsip stoikisme yang relevan untuk Gen Z, antara lain:

  1. Dikotomi Kendali: Membedakan mana yang bisa kita kontrol dan mana yang tidak. Dengan demikian, kita dapat lebih fokus pada upaya dan tidak menyesali hal-hal yang berada di luar kendali kita.

  2. Journaling: Menulis jurnal atau diary dapat membantu kita untuk memahami dan memproses emosi kita. Selain itu, journaling juga dapat menjadi sarana refleksi diri dan introspeksi.

  3. Praktik Kemiskinan: Melatih diri untuk hidup sederhana dan menghargai apa yang kita miliki. Hal ini dapat membantu kita untuk lebih bersyukur dan tidak mudah terjebak dalam konsumerisme dan hedonisme.

  4. Melihat dengan Perspektif Luas: Melihat masalah dari berbagai sudut pandang dapat membantu kita untuk menemukan solusi yang lebih baik dan tidak mudah menyerah.

  5. Amor Fati: Menerima takdir dengan lapang dada dan mencari hikmah di balik setiap kejadian.

  6. Tidak Ada yang Abadi: Menyadari bahwa segala sesuatu di dunia ini bersifat sementara dapat membantu kita untuk lebih menghargai waktu dan tidak terlalu melekat pada hal-hal yang fana.

Stoikisme bukanlah jalan pintas untuk mengatasi semua masalah hidup. Namun, dengan mempelajari dan menerapkan prinsip-prinsipnya, Gen Z dapat memiliki pondasi yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan dan menemukan ketenangan di tengah badai.

Referensi:

1. Anwar, Putry. (2021). Analisis Strategi Pembinaan Kesehatan Mental Oleh Guru Pengasuh Sekolah Berasrama Di Aceh Besar Pada Masa Pandemi. Jurnal Edukasi, 7(1), 67.

2. Widya. (2024). Meningkatkan Sumber Daya Manusia Di Era Generasi Z Dengan Menumbuhkan Kesadaran Pentingnya Kesehatan Mental. A Jurnal Pendidikan, 11(1), 24.

3. Survei Kesehatan Indonesia 2023.

4. Sukmawati, R. (2024, 16 Mei). Resep Hidup Tenang Ala Filosofi Stoikisme. Kanal Pengetahuan Psikologi. https://kanal.psikologi.ugm.ac.id/resep-hidup-tenang-ala-filosofi-stoikisme/