Konten dari Pengguna

Lamaran Kerja Sering Ditolak? Ini Strategi CV dan Personal Branding yang Tepat

NAZAR FADDILAH

NAZAR FADDILAH

Seorang mahasiswa universitas pamulang

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari NAZAR FADDILAH tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tangerang Selatan, Banten Persaingan mencari kerja semakin ketat, sehingga strategi lamaran kerja yang tepat menjadi bekal penting bagi mahasiswa dan lulusan baru. Di era literasi digital seperti sekarang, perusahaan tidak hanya menilai ijazah, tetapi juga cara kandidat menampilkan dirinya, baik melalui CV maupun media sosial. Hal inilah yang dibahas dalam kegiatan daring bertema “Hacking Your Career: Strategi Lamaran Kerja, CV, dan Personal Branding” yang diikuti mahasiswa Universitas Pamulang melalui Zoom Meeting.

Ilustrasi lamaran kerja dan CV. Foto: Unsplash/Resume Genius
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi lamaran kerja dan CV. Foto: Unsplash/Resume Genius

Meski digelar secara virtual, kegiatan yang menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi ini berlangsung interaktif. Peserta dapat bertanya langsung melalui fitur obrolan maupun membuka mikrofon. Salah satu hal yang ditekankan adalah banyak pelamar gagal bukan karena kurang mampu, melainkan karena cara melamarnya kurang tepat. Mengirim lamaran kerja yang sama ke puluhan perusahaan sekaligus, misalnya, justru membuat peluang lolos semakin kecil karena isinya tidak sesuai dengan kebutuhan masing-masing perusahaan.

Menyusun Lamaran Kerja yang Tepat Sasaran

Langkah pertama adalah membaca deskripsi lowongan dengan teliti. Dari situ, pelamar bisa mengetahui keterampilan apa yang dicari perusahaan, lalu menyesuaikan isi lamaran kerja dengan kebutuhan tersebut. Surat lamaran sebaiknya singkat, langsung menjelaskan posisi yang dilamar, alasan tertarik, dan kontribusi yang bisa diberikan.

Hal-hal kecil juga perlu diperhatikan. Gunakan alamat email yang profesional, beri nama file yang rapi seperti “CV_Nama Lengkap”, dan pastikan lampiran sesuai dengan yang diminta. Kesan pertama sering kali terbentuk dari detail sederhana semacam ini.

CV yang Lolos Seleksi

Saat ini banyak perusahaan menggunakan Applicant Tracking System (ATS), yaitu sistem yang menyaring CV secara otomatis sebelum dibaca oleh tim rekrutmen. Karena itu, CV sebaiknya dibuat dengan format sederhana, mudah dibaca, dan memuat kata kunci yang sesuai dengan lowongan. Panjang idealnya satu sampai dua halaman.

Pengalaman juga lebih baik ditulis dengan hasil yang terukur. Daripada hanya menulis “panitia seminar”, akan lebih kuat jika ditulis “mengoordinasikan publikasi seminar yang dihadiri 300 peserta”. Bagi lulusan baru yang belum punya pengalaman kerja, kegiatan organisasi, magang, kepanitiaan, lomba, hingga sertifikat pelatihan bisa menjadi nilai tambah.

Yang tidak kalah penting adalah kejujuran. Kesalahan ketik, foto yang tidak formal, apalagi informasi yang dilebih-lebihkan dapat langsung menggugurkan lamaran.

Personal Branding untuk Mendukung Lamaran Kerja

Selain CV, personal branding kini ikut menentukan. Personal branding adalah cara seseorang ingin dikenal oleh orang lain. Tidak sedikit perekrut yang memeriksa media sosial kandidat sebelum memanggil wawancara.

LinkedIn menjadi tempat yang paling tepat untuk membangun citra profesional. Pasang foto yang rapi, tulis headline yang jelas, lengkapi ringkasan diri, dan bagikan pencapaian atau proyek yang pernah dikerjakan. Pastikan isi profil selaras dengan CV agar tidak menimbulkan keraguan.

Media sosial pribadi seperti Instagram dan TikTok juga perlu dijaga. Jejak digital yang buruk, seperti unggahan bernada kasar atau menyinggung orang lain, bisa menjadi pertimbangan perusahaan untuk menolak lamaran. Di sisi lain, membangun jaringan melalui seminar, komunitas, dan alumni dapat membuka peluang kerja yang tidak selalu diumumkan secara terbuka.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Universitas Pamulang diharapkan lebih siap memasuki dunia kerja. Di tengah kondisi ekonomi yang terus berubah, kemampuan menyusun lamaran kerja yang tepat, membuat CV yang menarik, dan membangun personal branding yang positif menjadi kunci untuk memenangkan persaingan.