Trend Hasil Survey LKP Prabowo Teratas, Elektabilitas Moeldoko Kalahkan AHY

Nazar EL Mahfudzi
Direktur Pusat Studi Demokrasi dan Pancasila
Konten dari Pengguna
10 Desember 2022 4:04 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Nazar EL Mahfudzi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Jaringan Relawan dan Loyalis Moeldoko dalam Acara Deklarasi Aliansi Simpatisan Moeldoko di Gedung Joang 45, Jakarta ( Minggu 27/09/2022)
zoom-in-whitePerbesar
Jaringan Relawan dan Loyalis Moeldoko dalam Acara Deklarasi Aliansi Simpatisan Moeldoko di Gedung Joang 45, Jakarta ( Minggu 27/09/2022)
ADVERTISEMENT
Masyarakat nampaknya masih menyukai pemimpin yang berlatar belakang militer dengan tingkat profesionalitas dan berpengalaman dalam mengurus negara, trend ini yang menjadi landasan naiknya elektabilitas Moeldoko kalahkan AHY.
ADVERTISEMENT
Keberhasilan Moeldoko kalahkan AHY mengunakan strategi membangun jaringan berbasis relawan dan loyalis melalui Aliansi Simpatisan Moeldoko (ASM) yang mengusung Moeldoko Capres 2024.
Moeldoko tanpa menggunakan mesin penggerak Partai Poltik mampu menguatkan pondasi elektabilitas terus bergerak meranjak naik, penilaian karakter ketokohan sosok Moeldoko juga dinilai mempunyai pengaruh dari prestasi kerja di pemerintah.
Kendati Moeldoko memiliki frame negatif terhadap Partai Demokrat namun langkah yang diambil Moeldoko justru bernilai positif. Moeldoko berhasil menempatkan permasalah KLB Demokrat mengunakan pijakan hukum dengan cara-cara demokratis organisatoris tanpa intervensi kekuasaan dan kekerasan.
Sebaliknya AHY yang selalu menggunakan nama Moeldoko dengan kampanye negatif begal Parpol yang mau ambil Parpol Demokrat dan bereforia kemenangan keputusan hukum dan lain sebagainya menuai penurunun elektabilitas karena menjadi fitnah yang tidak dilakukan oleh Moeldoko.
ADVERTISEMENT
Moeldoko mendapatkan trend penilaian positif di masyarakat, posisi tokoh militer berprestasi yang diminta untuk mengayomi sebagian pengurus yang keluar dari Partai Demokrat karena kecewa terhadap permasalahan internal partai, terutama rekayasa Kongres untuk melegalkan patron politik keluarga Cikeas menguasai Partai Demokrat.
Merujuk dua hasil survei terbaru yang digelar Lembaga Klimatologi Politik (LKP), Moeldoko mendapatkan dukungan 4,2 persen. Angka ini di atas Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono dengan raihan 4,1 persen.
Sebelumnya survei Surabaya Research Syndicate (SRS) tentang “Kecenderungan Perilaku Pemilih Calon Presiden dan Partai Politik Jelang Pemilihan Umum 2024”, Moeldoko berjejer dengan empat capres lainnya, seperti Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, Anies Baswedan, dan Ridwan Kamil.
Di line up capres papan tengah, apa yang ditunjukan Moeldoko cukup signifikan. Selain AHY, dia mengungguli Erick Thohir (3,5 persen) dan Sandiaga Uno (2,0 persen). Meski demikian, dia masih di bawah Ridwan Kamil di angka 7,6 persen.
ADVERTISEMENT
Hasilnya, Prabowo Subianto dan Moeldoko memiliki elektabilitas paling tinggi jika mengambil trend temuan tokoh dengan latar belakang militer atau TNI memuncaki urutan pertama dengan 28,1 persen dan diikuti berlatar belakang politisi 20,7 persen berdasarkan pernyataan peneliti senior Surabaya Research Syndicate (SRS) SRS Tony Prawira Adi dalam keterangan berbagai media, Senin (5/12).
Diketahui dalam release media, LKP menggelar survei pada 17-29 November 2022. Survei dilakukan di 30 provinsi dengan melibatkan 1.200 responden. Teknik pengambilan sampel secara acak bertahap (multi-state random sampling). Direktur Eksekutif LKP Usman Rachman mengatakan LKP melempar pertanyaan kepada responden mengenai capres yang bakal dipilih jika pilpres digelar hari ini. Hasilnya, Prabowo Subianto, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo paling banyak dipilih.
ADVERTISEMENT
Elektabilitas capres yang berada di papan tengah, seperti Sandiaga Uno, Erick Thohir, dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memperlihatkan trend menurun. Hasil survei LKP, menyebut capres papan tengah dan papan bawah yang elektabilitas meningkat signifikan adalah KSP Moeldoko.
LKP sebelumnya memberikan keterangan tingkat elektabilitas Moeldoko tidak pernah mencapai angka 2 persen, sehingga ia selalu berada di papan bawah. Namun dalam survei kali ini elektabilitas mantan Panglima TNI itu melesat menjadi 4,2 persen dan berhasil masuk lima besar dari hasil survei LKP.