Dalam Duka Lara Penyintas Banjir Aceh Terobati Bantuan Paket Kado Ramadan

Jurnalis Filantropi, Kembali kepada yang Maha Pemberi Bentuk
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Nazhori Author tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ACEH -- Warga penyintas banjir di wilayah Pidie Jaya dan Muarabatu, Provinsi Aceh, berbahagia. Di tengah aktivitasnya melaksanakan ibadah puasa keberkahan menghampiri warga dengan datangnya bingkisan Kado Ramadan pada Sabtu, (7/3/2026).
Bapak Deri salah seorang warga penyintas dari Muarabatu tak menyangka hari itu menjadi istimewa. Kepala Desa Bungka ini meyambut kehadiran Lazismu dan Paragon Corp bersama para relawan. Sebanyak 150 paket kado Ramadan diterima warga sebagai bingkisan di bulan suci Ramadan.
Ia mengucapkan terima kasih kepada Lazismu dan Paragon Corp atas bantuan dan kepeduliannya untuk datang ke Aceh. Mewakili warga Desa Bungka yang terdampak banjir bandang, Deri terharu di saat kesabaran warga penyintas tetap bersemangat jalani puasa dalam keterbatasan.
“Masyarakat sangat terbantu dengan bantuan ini dalam memenuhi kebutuhan berpuasa terutama saat sahur dan berbuka puasa di bulan yang penuh keberkahan ini,” tandasnya.
Paket Kado Ramadan yang diberikan kepada penyintas, kata Rizky Saragih dari Tim Program Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu Pusat, merupakan kolaborasi kebaikan bersama Paragon Corp. Hal ini diwujudkan berupa paket sembako yang cukup lengkap.
"Syukur alhamdulillah atas dukungan dari Paragon Corp, Lazismu bisa menyalurkan 150 paket Kado Ramadhan. Paket sembako berisi bahan kebutuhan pokok terdiri dari minyak goreng, telur, gula, beras, dan ikan sarden," paparnya.
Aksi kemanusiaan di bulan Ramadan ini merupakan komitmen Paragon Corp yang bersinergi dengan Lazismu untuk berbagi kepada warga penyintas lewat dana Corporate Social Responsibility (CSR).
Tujuan pendistribusian tersebut, sambung Rizky untuk memastikan bantuan sosial yang diberikan tepat sasaran terutama bagi warga sebagai penerima manfaat yang berada dalam tahap pemulihan pascabencana banjir.
Proses penyaluran bantuan di lapangan berjalan dengan lancar dan saling terkoordinasi. Di wilayah Pidie Jaya, penyerahan bantuan dipusatkan di Mushola At-Taqwa dan dikoordinasikan langsung oleh Makmur, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pidie Jaya. Adapun untuk wilayah Muarabatu, garis koordinasi dilakukan Lazismu Aceh Utara dan relawannya.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, mengatakan bahwa Lazismu berkomitmen secara prinsip pada penanggulangan bencana yang tidak berhenti di fase tanggap darurat, sejauh ini mulai menyiapkan fase rehabilitasi dan rekonstruksi.
"Melalui komitmen kuat itu, Muhammadiyah meneruskan tahapan demi tahapan dalam penanggulangan setiap bencana secara berkelanjutan lewat program Indonesia Siaga Lazismu dengan tekad, datang paling awal, pulang paling akhir,” pungkasnya.
Mujadid Rais memberi contoh tekad itu pada bencana gempa Cianjur tahun 2022 lalu, hingga saat ini masih terus mendampingi warga, salah satunya dengan membangun klinik kesehatan untujk warga sekitar, tuturnya. Ia menyampaikan rasa kagum dan bangga melihat ketangguhan masyarakat Aceh pascabencana.
"Sengatan terik matahari dan debu dari lumpur yang mengering cukup sesakan napas dan membuat perih mata, warga penyintas istikomah menjalankan ibadah puasa. Terus berjuang menata kembali kehidupan yang porakperanda setelah peristiwa banjir melanda tiga bulan lalu,” jelasnya.
Kami berharap Kado Ramadan kali ini bisa meringankan beban, memberikan manfaat nyata. Mudah-mudahan menjadi pemantik semangat bagi warga untuk terus bangkit di hari-hari mendatang. Kedatangan Lazismu dan bantuan sosial dari Paragon Corp alhamdulillah disambut antusias oleh warga penyintas di Pidie Jaya dan Muarabatu (na).
