Konten dari Pengguna

EMT Optimalkan Program Indonesia Siaga, RS Lapangan Layani Kesehatan Pascagempa

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nazhori Author tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tim Medis Darurat (EMT) Muhammadiyah, sedang melayani kesehatan warga terdampak pascagempa di Dampek, NTT
zoom-in-whitePerbesar
Tim Medis Darurat (EMT) Muhammadiyah, sedang melayani kesehatan warga terdampak pascagempa di Dampek, NTT

MANGGARAI TIMUR -- Tim Medis Darurat atau dikenal Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah yang terverifikasi WHO, telah dikerahkan ke Dampek, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang berperan memperkuat layanan kesehatan esensial pascagempa bumi.

Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah pada Program Indonesia Siaga, khususnya pada respons bencana yang didukung penuh Lazismu telah mendirikan tenda Rumah Sakit (RS) Lapangan di Dampek, Lamba Leda Utara, Manggarai Timur, NTT, pada Rabu (26/8/2026). Pembangunan rumah sakit lapangan tersebut untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat yang terdampak.

Ketua EMT Muhammadiyah, Dokter Corona Rintawan, pada Kamis, (27/8/2006), mengatakan penugasan ini merupakan tindakan nyata komitmen Muhammadiyah untuk mempertahankan kualitas dan standar paska verifikasi oleh WHO sekaligus mencerminkan prinsip dasar WHO dalam Emergency Medical Team.

“Tim medis darurat sejatinya hadir untuk memperkuat, bukan menggantikan sistem kesehatan yang ada, sembari tetap terus menjaga peningkatan kualitas perawatan, koordinasi dan kemandirian operasional dalam layanan kesehatan di Lokasi pascagempa”, tandasnya.

Untuk EMT Muhammadiyah, lanjut Dokter Corona, misinya sangat gamblang yakni kami tidak datang ke Dampek untuk menggantikan Puskesmas yang ada. Malahan kami di sini hadir untuk membantu dan memastikan Puskesmas bisa terus berfungsi dengan optimal pascagempa.

Dokter Corona menyatakan bahwa misi ini menunjukkan bagaimana EMT nasional yang telah terverifikasi bisa menerjemahkan standar global. Terlebih lagi menjadi dukungan yang terpadu secara lokal dan membantu menjaga kelangsungan layanan kesehatan penting selama kondisi darurat.

Keberadaan EMT tersebut menjadi penting terkait perkembangannya dalam laporan tampilan visual antarmuka digital BNPB sampai hari ini (28/8/2026), di Nusa Tenggara Timur terdapat 118 fasilitas layanan kesehatan yang terdampak. Sementara itu, jumlah orang yang sakit atau luka-luka sebanyak 1.674 jiwa.

Direncanakan Tim Medis Darurat Muhammadiyah akan menjalani tugasnya di masa tanggap darurat minimal selama 30 hari yang didukung oleh dua rosterlist. Rosterlist tersebut memuat sekelompok orang dalam tim medis berdasarkan peran dan tugasnya masing-masing di lapangan.

Adapun masing-masing rosterlist terdiri dari 25 orang yang terdiri dari dokter, perawat, bidan, apoteker, psikilog, safety and security officer dan logistik. Pada prinsipnya layanan kesehatan ini ada komposisi peralatan dan sumber daya manusianya yang sesuai standar WHO. (na)