Himpun Dana Kemanusiaan Rp 6 miliar, Aksi Layanan Lazismu Sasar 7.225 Penyintas

Jurnalis Filantropi, Kembali kepada yang Maha Pemberi Bentuk
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Nazhori Author tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

JAKARTA -- Tiga pekan sudah pascagempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), sejak 15 Agustus 2026, Muhammadiyah bergerak cepat menerjunkan sumberdaya dari semua elemen yang terhimpun di Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) atau biasa dikenal Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC) dari berbagai wilayah dan daerah.
Melalui surat edaran nomor 18/EDR/I.0/H/2026, tanggal 20 Agustus 2026, Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga telah menginstruksikan kepada seluruh masjid untuk melakukan penggalangan dana Infak Salat Jumat untuk Bantuan Kemanusiaan Bencana Gempa Bumi di NTT yang telah terlaksana pada Jum’at, tanggal 21 Agustus 2026.
Alhamdulillah, penggalangan dana itu, hingga 3 September 2026, dana terkumpul tercatat sebesar Rp 6.099.163.820 dan telah disalurkan untuk mendukung aksi-layanan kemanusiaan Muhammadiyah sebesar Rp. 3.455.958.814.
Dalam menyokong respons bencana gempa bumi di NTT, Muhammadiyah atas dukungan penuh Lazismu lewat program Indonesia Siaga, mengirimkan relawan berbagai klaster, pada bidang kesehatan Emergency Medical Team (EMT) Type-1 Fixed, yang diturunkan terdiri dari 50 personil.
Tim Medis Darurat (EMT) dengan standar WHO bekerja untuk mendirikan RS Lapangan di Puskesmas Dampek, Manggarai Timur yang hancur akibat gempa bumi. Tim medis darurat Muhammadiyah diturunkan bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI, dan akan bertugas selama 30 hari sejak 17 Agustus 2026.
Selain Tim Medis Darurat, layanan kesehatan juga dilakukan oleh EMT Mobile yang menyasar penyintas yang berada di lokasi-lokasi pengungsian tidak terjangkau. Tim ini yang diturunkan dari berbagai Rumah Sakit Muhammadiyah-Aisyiyah di Indonesia.
Tim Medis Darurat hingga 3 September 2026, melaporkan telah menangani penyintas terdiri dari 85 pasien bayi, 229 pasien balita, 266 pasien anak, 150 pasien remaja, 2.173 pasien dewasa, 22 pasien ibu hamil dan 799 pasien lansia.
Setelah hasil pemeriksaaan di rumah sakit lapangan, ditemukan gejala infeksi saluran pernapasan yang dialami penyintas sebanyak 437 orang. 372 penyintas mengalami nyeri otot dan pegal-pegal, 233 penyintas mengalami hipertensi, 186 penyintas mengalami gejala rasa tidak nyaman atau nyeri bagian sekitar perut, 153 penyintas mengalami sakit kepala dan nyeri leher hingga tengkuk.
Sampai berita ini diturunkan, pada Jum’at (4/9/2026), Direktur Utama Lazismu, Barry Adhitya, mengungkapkan bahwa penyaluran dana donasi dan Infak Salat Jumat masih akan terus dilakukan untuk melanjutkan respons dan tahapan rehabilitas-rekonstruksi serta membangun ketangguhan masyarakat.
Aksi Layanan Kemanusiaan Telah Menyasar 7.225 Penyintas
Aksi layanan kemanusiaan pascagempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang melanda 7 kabupaten di NTT, secara responsif digawangi MDMC dan Lazismu. Tahap awal respons bencana dilakukan dengan berkoordinasi pihak setempat dan mendirikan Pos Koordinasi Wilayah yang berlokasi di Klinik Muhammadiyah Ende, Jalan Mahoni, Kelurahan Kota Ratu, Kecamatan Ende Utara, kabupaten Ende.
Keberadaan Pos Koordinasi Wilayah tersebut memainkan peran penting dalam merencanakan dan mengevaluasi aksi layanan kemanusiaan. Sampai aksi ini terus berlangsung, pos utama itu telah mendirikan 7 Pos Koordinasi Daerah di 7 kabupaten dan 10 Pos Pelayanan di masing-masing kabupaten terdampak.
Dalam penyaluran bantuan kemanusiaan program Indonesia Siaga, prioritas relawan di lapangan menghadirkan tiga klaster layanan, yaitu layanan kesehatan, layanan non kesehatan dan layanan logistik. Layanan Kesehatan melalui EMT Type-1 Fixed dan EMT Mobile telah dirasakan manfaatnya oleh 2.215 perempuan dan 1.487 laki-laki penyintas gempa bumi.
Dalam kesempatan itu, untuk bantuan kemanusiaan klaster non-kesehatan, peran penting layanan dapur umum yang didirikan telah memberikan nilai manfaat sebanyak 1.750 jiwa, pendirian sanitasi dan air bersih di 2 titik, dan melaksanakan layanan psikososial dan pendampingan kepada 1.773 jiwa.
Dalam program Indonesia Siaga, juga didukung dengan penyaluran logistik berupa mobil dapur umum, mobil taktis, 500 paket family kit, school kit 600 paket, 1.440 kaleng Rendangmu dan terpal sepanjang 500 meter. Dukungan logistik pengobatan juga diberikan oleh tim medis EMT Mobile dari masing-masing Rumah Sakit Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang bertugas.
Lazismu menyampaikan terima kasih kepada semua pihak. “Kami apresiasi penuh kepada seluruh relawan Muhammadiyah di lapangan atas kerja-kerja kemanusiaannya. Tidak lupa kami sampaikan terima kasih kepada donatur dan jamaah salat Jumat atas kepercayaannya sehingga aksi layanan kemanusiaan Muhammadiyah kepada penyintas bencana di NTT dapat terus berlanjut”, kata Barry Adhitya, Direktur Utama Lazismu.
Lazismu akan terus memantau dan senantiasa mengevaluasi program Indonesia Siaga di NTT, agar dana kemanusiaan yang dimanahkan oleh masyarakat dapat dioptimalkan untuk masa pemulihan pascagempa bumi dan dilanjutkan Insya Allah sampai tahap rehabilitasi dan rekonstruksi untuk membangun ketangguhan masyarakat.
Dukung terus aksi layanan Muhammadiyah dalam respons bencana gempa bumi di NTT melalui: donasi.lazismu.org/bantuanbencana dan ikuti perkembangan informasinya lewat: data visual Lazismu. (na)
