Konten dari Pengguna

Resmi Dilantik, Barry Adhitya Nahkodai Kapal Lazismu sebagai Direktur Utama

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nazhori Author tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Prosesi serah terima pergantian direktur utama Lazismu Pusat
zoom-in-whitePerbesar
Prosesi serah terima pergantian direktur utama Lazismu Pusat

JAKARTA – Pendelegasian personil pada ruang lingkup pekerjaan di suatu lembaga adalah bagian dari periode dedikasi (tour of duty). Kondisi ini merupakan hal yang biasa di persyarikatan Muhammadiyah, dan menetapkan Barry Adhitya sebagai Direktur Utama Lazismu Pusat.

Penetapan tersebut, menurut Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Pusat Gunawan Hidayat, dalam siaran persnya, sebagai bentuk penyegaran struktur kelembagaan di tingkat direksi. Lazismu juga pada prosesi serah terima itu akan mengenalkan logo milad Lazismu di hari jadinya yang ke-24 tahun.

Barry mengatakan berkomitmen menyambung rencana pengembangan Lazismu dalam ranah penghimpunan, pendistribusian dan pendayagunaan serta pelaporan kerja yang telah diagendakan dalam renstra kelembagaan untuk mewujudkan tranformasi digital.

“Pada kesempatan ini, upaya mengoptimalkan peluang jejaring Lazismu se-Indonesia untuk meningkatkan tata kelola dan memaksimalkan pertumbuhan berdasarkan pendekatan pengetahuan yang didasarkan pada fakta, observasi lapangan dan pengalaman langsung, sehingga ada pembelajaran di tengah perubahan teknologi informasi yang dinamis”, kata Barry yang menyelesaikan studinya di Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang.

Barry mengungkapkan, kita dihadapkan dalam situasi sosial-ekonomi yang sulit. Lazismu ikut merasakan hal itu agar bisa menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat. Dari kondisi tersebut, setidaknya ada empat pilar yang perlu disiapkan.

Pertama, pilar kepatuhan syariah, Lazismu harus sajikan laporan berjenjang kepada donatur, mitra, Kemenag, Baznas dan pimpinan pusat Muhamamdiyah untuk memastikan apa yang dikerjakan Lazismu melalui amanah yang dititipkan sejauh apa dilaksanakan sesuai kepatuhan syariah sebagai rambu-rambunya.

Kedua, pilar program, aktivitas program tidak berhenti pada penyaluran semata, maka program berdampak dan berkelanjutan harus selaras dengan catatan renstra dalam rakernas Lazismu. Bagaimana hal itu dipraktikan pada program berbasis kebutuhan data yang ada di pemerintah dan swasta adalah penting untuk mewarnai pendistribusian dan pendayagunaan.

Ia membayangkan bagaimana dalam sistem tata kelola Lazismu terutama di kantor layanan masjid bisa membaca kebutuhan asnaf. Melihat realitas itu perlu duduk bersama bagaimana mendesain tata kelolanya kantor layanan masjid tidak hanya menghimpun tapi dapat menyalurkan untuk menjawab kebutuhan mendesak penerima manfaat.

Ketiga, pilar integrasi teknologi, Lazismu menghimpun donasi, tapi juga dengan teknologi informasi tata kelolanya mampu menjawab kesulitan masyarakat. Masyarakat bisa menggunakannya dengan mudah seperti keleluasaan menggunakan media sosial pada ritme algoritma di lini masa.

Keempat, pilar kompetensi dan integritas, amil dituntut memiliki integritas dan kompetensi. “Dalam regulasi, tugas dan tanggung jawabnya perlu dikuatkan dengan pengujian standar kompetensi. Terkait ini perlu dilengkapi dengan kerendahan hati dan sikap untuk peka dan peduli secara lebih dalam”, ujarnya.

Sekali lagi, lewat amanah ini, mohon dukungannya dari semua pihak dan mitra-mitra Lazismu. Ini tugas berat bagi kami ujar Barry. Tadi sudah ditampilkan logo milad Lazismu ke-24, profil usia sosial Lazismu untuk bangkit membangun kemandirian.

Dalam kiprahnya, Barry sebelumnya merupakan anggota badan pengurus Lazismu Pusat sejak 2015. Dia juga telah matang di kerja-kerja sosial-kemanusiaan, kesehatan dan kebencanaan baik di tingkat nasional dan internasional.

Sosoknya yang berpengalaman dalam aktivitas program pemberdayaan masyarakat dan manajemen program memberikan haparan dapat membawa visi baru yang mendekatkan Lazismu dengan masyarakat dan mitra dalam mendorong peningkatan kualitas program berdampak.

Senada dengan hal itu, Ibnu Tsani, mengucapkan terima kasih kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Lazismu seluruh Indonesia yang sejak 2024 – 2026, dipercaya menahkodai Lazismu memperkuat tata kelola kelembagaan. Termasuk capaian yang diraih ada andil Lazismu wilayah dan mitra atas berbagai penghargaan yang diperoleh selama ini.

“Tiga tahun waktu yang tidak sebentar bagi saya untuk berinteraksi dan berkolaborasi bersama semua pihak yang mendukung program-program Lazismu”, kata kader Muhammadiyah yang lama berkecimpung di Majelis Pelayanan dan Kesejahteraan Sosial Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Secara resmi serah terima jabatan dari Direktur Utama Ibnu Tsani periode 2024 – 2026 kepada Direktur Utama Lazismu Pusat yang baru Barry Adhitya periode 2026 - 2027, diwarnai proses penandatanganan, disaksikan langsung Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hilman Latief dan Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat Ahmad Imam Mujadid Rais, Hajriyanto Y. Thohari dan Nizam Burhanuddin di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng Jakarta, pada Jum’at (3/7/2026).

Bersamaan dengan agenda tersebut, logo milad Lazismu ke-24 diluncurkan, disambut antusias secara luring oleh seluruh pimpinan majelis, lembaga dan ortom Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Lazismu se-Indonesia dan para tamu undangan mitra Lazismu.

Ekosistem Ekonomi Syariah

Dalam amanahnya, Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hilman Latief, mengatakan, pemilihan direktur utama berdasarkan pedoman Lazismu yang baru ditetapkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

“Ini langkah progresif, karena itu terima kasih kepada semua jajaran Lazismu di Indonesia hingga kini. Kita menyadari, apa yang diperoleh dalam dana penghimpunan untuk mengeluarkannya tidak mudah, apalagi membelanjakannya”, jelasnya.

“Setelah dicermati, manajemen risiko dalam renstra Lazismu yang baru menjadi penting mengingat persiapan audit membutuhkan itu. Karena saya harus menjaga risiko uangnya. Bertambah besar Lazismu, maka sumber daya manusianya semakin banyak, ini keniscayaan”, pungkasnya.

Dalam impiannya, Lazismu suatu saat nanti jadi salah satu perwakilan lembaga di persyarikatan muhammadiyah yang punya visibilitas memperkuat ekosistem ekonomi syariah. Semua ekosistem ada, mulai dari transaksi, model dan auditnya. Audit syariah dan ketentuan PSAK-nya juga khusus karena berbeda dengan perbankan.

Saya berikan amanah ini kepada seluruh badan pengurus Lazismu dan direksi baru untuk perkuat ekosistem ekonomi syariah bersama mitra. Menuju ke sana tak mudah, butuh perjuangan dari aspek sosial ke bisnis pun sebaliknya. Maka tata kelola bersama mitra lewat program baru seperti perbankan dan produk teknologi baru perlu direncanakan matang.

Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, turut menyampaikan terima kasihnya kepada Ibnu Tsani atas dedikasinya selama tiga tahun bisa meraih capaian secara bersama – sama. Ia juga sampaikan ucapan selamat kepada Barry Adhitya yang mengemban amanah sebagai direktur utama Lazismu Pusat yang baru.

“Tidak ada yang abadi di dunia ini, Lazismu menyambut sebuah perubahan yang di dalamnya ada disrupsi. Perubahan itu harus dihadapi dengan lebih solid dan terintegrasi. Perubahan pimpinan di eksekutif adalah tour of duty, tidak ada hal baru yang abadi perubahan itu sendiri”, tandasnya.

Mujadid Rais mengungkapkan masih ada pekerjaan rumah, Lazismu dalam proses audit. Pertama audit KAP dan kedua akan ada audit syariah. Beberapa wilayah sedang mengikuti audit oleh KAP, sehingga tidak mengganggu proses audit yang sedang berjalan.

Pada hari jadinya yang ke-24, pada Sabtu, 4 Juli 2026 nanti, Lazismu mengusung tema “Integrasi Menguatkan Dampak” untuk merajut ekosistem ZISKA yang terintegrasi dan berdampak lebih luas untuk masyarakat. (na)