Konten dari Pengguna

Sinergi Pemerintah, KBRI, Lazismu - Komunitas Filantropi Resmikan Masjid Salamad

Nazhori Author

Nazhori Author

Jurnalis Filantropi, Kembali kepada yang Maha Pemberi Bentuk

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nazhori Author tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sinergi Pemerintah, KBRI, Lazismu - Komunitas Filantropi Resmikan Masjid Salamad
zoom-in-whitePerbesar

VIETNAM -- Masjid Salamad di Provinsi An Giang resmi bisa digunakan oleh warga muslim di Kota Long Xuyen. Kemenko PMK yang diwakili Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa, Warsito, telah meresmikannya pada Jum'at, 5 Desember 2025.

Prosesi peresmian dengan gunting pita menandai bahwa hubungan dua negara antara Indonesia dan Vietnam bisa terjalin melalui kerja sama diplomatik yang melibatkan kontribusi lembaga filantropi Indonesia.

Peresmian Masjid Salamad disaksikan langsung oleh Kemenag, KBRI Hanoi, KJRI Ho Chi Minh dan lembaga filantropi yaitu Lazismu, Humanitarian Forum Indonesia (HFI), Baznas, Dompet Dhuafa, Human Initiative, Rumah Zakat dan Daarut Tauhiid Peduli.

Dalam sambutannya, Charge D’affaires/Head of Mission, Embassy of the Republic of Indonesia in Hanoi, Jane Runkat menyampaikan rasa bahagianya bisa hadir dalam momen penting itu bersama masyarakat di kota Long Xuyen.

Persahabatan Indonesia - Vietnam telah terjalin lama. "Pada hari ini menandai 70 tahun kerja sama kedua negara di bidang ekonomi, pendidikan, politik dan kemasyarakatan yang pada Maret 2025 ditingkatkan kemitraan strategisnya", jelasnya.

Masjid Salamad yang telah diresmikan merupakan tindak lanjut dari kerja sama Indonesia - Vietnam. "Sejak 2022 kami berusaha mendorong kemitraan ini hingga masjid ini berdiri megah", bebernya.

Ia mengungkapkan masjid ini tak sekadar sebagai tempat sarana ibadah, tapi bisa banyak manfaatnya untuk mendukung kegiatan masyarakat seperti pendidikan, ekonomi dan kerjasama industri halal Indonesia Vietnam.

Warsito mewakili Kemenko PMK, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan masjid ini. 'Bukti nyata bahwa harmoni kehidupan beragama Indonesia dan Vietnam memiliki potensi strategis untuk menjadi negara yang maju", pungkasnya.

Hubungan kerja sama di berbagai bidang di provinsi An Giang antara Indonesia – Vietnam, kata Warsito memperkuat kerja sama ke depannya di bidang budaya, ekonomi dan industri halal.

"Mudah-mudahan masjid ini mendukung kemajuan masyarakat di provinsi An Giang dan pemerintah Indonesia", tuturnya mewakili masyarakat dan pemerintah Indonesia. Ia mengatakan Indonesia sangat terbuka untuk inisiatif kerja sama yang bisa ditindaklanjuti di berbagai bidang untuk meningkatkan sumber daya manusia.

Peluang itu sangat mungkin dilakukan dalam berbagai bentuk yaitu ekoturisme dan kemitraan dengan model Sister City seperti sinergi dua komunitas atau wilayah yang berbeda negara.

Dalam kesempatan itu, Lazismu yang turut hadir bersama lembaga filantropi Indonesia lainnya, turut merasa bahagia. Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Pusat Gunawan Hidayat yang didampingi Direktur Utama Lazismu Pusat Ibnu Tsani, mengatakan ini bukan peristiwa biasa, melainkan menyimpan getiran dan asa untuk bisa sampai pada impian warga yang sudah lama menanti.

Perjuangan warga minoritas muslim di negara republik sosialis itu penuh tantangan. “Mulai dari stigma teroris, agama yang intoleran, hingga belum satu kata dikalangan tokoh muslim lokal dalam mengembangkan dakwah", paparnya.

Partisipasi aktif Lazismu dalam kerja sama itu merupakan bagian dari amanah para donatur dan muzaki lewat penyaluran pilar program sosial dakwah. "Lazismu berkontribusi dalam mendukung pengadaan sarana lift Masjid Salamad untuk memudahkan para jamaah lansia dan penyandang disabilitas.

Gunawan menambahkan, penguatan masjid sebagai pusat pemberdayaan umat Islam di komunitas muslim kota Long Xuyen, provinsi An Giang, tidak berhenti saat masjid telah diresmikan. Perlu ada program penguatan kapasitas pengelolaan masjid seperti pelatihan tata kelola keuangan zakat, infak dan sedekah. "Tujuannya pemberdayaan jamaah masjid hingga pelatihan sertifikasi pelaku ekonomi produk halal bisa didorong untuk nilai manfaatnya", jelasnya.

Sebagai informasi, Masjid Salamad berdiri megah terdiri dari empat lantai. Pada Juni 2024 silam, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy telah melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Salamad Indonesia di negeri yang dijuluki Negeri Naga Biru itu. (na)