Konten dari Pengguna

Kos Sempit, Cita-cita Luas: Realita Anak Rantau

Nazmi Annisyah hsb

Nazmi Annisyah hsb

Mahasiswa Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nazmi Annisyah hsb tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

potret kosan sendiri. ( Foto Pribadi.com )
zoom-in-whitePerbesar
potret kosan sendiri. ( Foto Pribadi.com )

Di sebuah kamar kos yang hanya berukuran kecil kira kira satu petak lah,seorang mahasiswi duduk di atas kasur yang tipis sambil menatap layar laptop. Di sekelilingnya, hanya ada lemari yang berisi tumpukan baju yang tersusun rapi, rak piring, rak buku, dan ada juga kasur tidur yang tipis. Kamar itu sempit, panas, dan sering bocor saat hujan tiba. Tapi dari sanalah, mimpi nya yang sangat besar sedang dibangun. Begitulah kira-kira potret anak rantau yang kuliahnya jauh dari rumah malah di luar pulau juga. Bukan kehidupan yang glamor, melainkan perjuangan yang penuh dengan air mata, tekad dan doa. Kadang di kosan kita merasa kesepian di tengah-tengah keramaian, kadang pas tengah malam kita bangun dan keingat ke orangtua di rumah dan disitulah kita menangis dan hanya bisa menatap fotonya dari Hp. Tapi apalah daya, kita harus kuat, dan harus sabar apapun yang terjadi di perantauan ini kita tidak harus menceritakannya semua kepada mereka di rumah, yang mereka tahu kita bahagia disini dan sehat sehat saja. Tujuan kita merantau adalah untuk melanjutkan pendidikan sampai kita sukses dan bisa membahagiakan kedua orangtua kita.

Datang dengan Harapan, Bertahan dengan Keyakinan

Banyak anak muda dari desa atau kota kecil yang merantau ke kota-kota besar seperti di Pulau Jawa demi menuntut ilmu. Mereka datang membawa koper, restu orang tua, dan harapan besar untuk masa depan. Di balik senyum pamit kepada keluarga, tersimpan kecemasan: “Apakah aku bisa bertahan disana atau tidak?”

Sesampainya di tanah rantau, kenyataan pun menyambut. Biaya hidup mahal, tugas kuliah menumpuk, makan harus dihemat, dan rasa rindu kampung halaman tak pernah hilang. Namun semua itu dilalui dengan kepala tegak karena mereka sadar, inilah jalan menuju cita-cita.

Kamar Kos yang Jadi Saksi Segalanya

Bagi anak rantau, kamar kos bukan sekadar tempat tidur. Di sanalah tempat mereka belajar hingga larut malam, menangis dalam sepi, merayakan nilai ujian, bahkan mengatur strategi bertahan hidup dengan uang yang pas-pasan.

Kos sempit bukan halangan. Justru dari tempat itulah lahir semangat besar untuk terus maju. Kita sadar, luasnya cita-cita tidak ditentukan oleh sempitnya ruang, tapi oleh keteguhan hati.

Belajar Lebih dari Buku

Anak rantau tidak hanya belajar tentang teori dan rumus. Mereka belajar mengelola waktu, keuangan, emosi, hingga membentuk karakter tangguh. Mereka tahu rasanya gagal, kecewa, ditolak beasiswa, tapi mereka bangkit kembali karena menyerah bukanlah pilihan yang tepat.

Perjuangan ini juga ditemani oleh keterbatasan: makan nasi kecap di akhir bulan, tidak bisa pulang saat libur maupun saat lebaran karena keterbatasan uang, hingga mereka memilih untuk bekerja biar bisa membayar uang kos dan uang kuliah. Semua dilalui demi satu tujuan: lulus dan sukses.

Cita-Cita Tak Pernah Sempit

Kita yang hari ini tinggal di kamar kos sempit, suatu saat bisa berdiri di podium, menjadi pemimpin, dosen, pengusaha, atau apapun yang kita impikan. Karena cita-cita tak kenal batas ruang. Ia hanya butuh keberanian, ketekunan, dan keyakinan.

Anak Rantau, Jangan Pernah Lupa Tujuan

Untuk kamu yang sedang merantau dan merasa lelah, ingatlah: tidak semua orang sekuat dirimu. Kamu sudah berani melangkah jauh dari rumah demi menuntut ilmu. Setiap tetes keringatmu hari ini adalah batu pijakan menuju masa depan. Kosmu mungkin sempit, tapi hatimu luas. Teruslah melangkah, karena di ujung perjalanan ini, ada pelukan hangat orang tua dan bangga yang tak terucap dari kampung halaman.

Semangat untuk anak rantau......

kamu tidak sendirian, Allah selalu menjagamu. Jangan pernah lupa untuk sholat dan berdoa kepada Allah agar diberikan kemudahan untuk semua yang kamu kerjakan di perantauan tersebut.