Ada Orang yang Terlihat Mandiri karena Tidak Punya Pilihan untuk Bergantung

Saya mahasiswi S1 Akuntansi Universitas Pamulang
ยทwaktu baca 4 menit
Tulisan dari Nazra Aulia Farhaniyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di usia muda, kita sering merasa memiliki banyak hal yang harus segera dicapai. Harus lulus tepat waktu, mendapatkan pekerjaan, memiliki penghasilan sendiri, membangun karier, bahkan menemukan pasangan hidup. Ketika satu per satu teman mulai memasuki tahap tersebut, muncul perasaan bahwa kita juga harus segera menyusul agar tidak dianggap tertinggal.
Hal yang paling sering dibandingkan adalah soal pasangan. Ada teman yang sudah berpacaran bertahun-tahun, ada yang bertunangan, bahkan ada yang mulai menikah. Sementara itu, sebagian orang masih sibuk memahami dirinya sendiri. Perbedaan perjalanan tersebut terkadang membuat seseorang merasa ada yang salah dengan hidupnya hanya karena belum memiliki pasangan.
Menurut saya, memiliki pasangan bukanlah perlombaan yang harus dimenangkan pada usia tertentu. Setiap orang mempunyai waktu dan prioritas yang berbeda. Ada yang menemukan orang yang tepat ketika masih muda, ada pula yang baru siap menjalin hubungan setelah lebih mengenal dirinya sendiri.
Masa muda sebenarnya memiliki ruang yang jauh lebih luas daripada sekadar mencari pasangan. Ada kesempatan untuk mencoba berbagai pekerjaan, mempelajari hal baru, membangun pertemanan, mengejar pendidikan, membantu keluarga, atau mengejar cita-cita yang selama ini hanya disimpan dalam pikiran.
Namun, sering kali kita justru terlalu sibuk melihat kehidupan orang lain. Ketika melihat teman mengunggah foto bersama pasangan, kita merasa kesepian. Ketika melihat seseorang berhasil mendapatkan pekerjaan lebih dulu, kita merasa tertinggal. Ketika melihat teman menikah, kita mulai mempertanyakan kapan giliran kita.
Media sosial membuat kebiasaan membandingkan diri semakin mudah terjadi. Kita melihat hasil akhir kehidupan orang lain tanpa mengetahui proses yang mereka jalani. Foto pasangan yang terlihat bahagia tidak menunjukkan seluruh perjalanan hubungan mereka. Unggahan tentang pekerjaan impian juga tidak memperlihatkan berapa banyak kegagalan yang mungkin terjadi sebelum seseorang sampai di posisi tersebut.
Karena itu, menemukan diri sendiri menjadi proses yang tidak kalah penting. Seseorang perlu mengetahui apa yang ingin diperjuangkan, kehidupan seperti apa yang ingin dibangun, serta nilai apa yang ingin dipertahankan ketika menghadapi berbagai pilihan.
Hubungan yang sehat juga membutuhkan seseorang yang mengenal dirinya sendiri. Ketika seseorang belum memahami kebutuhan, batasan, dan tujuan hidupnya, hubungan dapat menjadi tempat untuk mencari validasi, bukan ruang untuk tumbuh bersama. Sebaliknya, ketika seseorang sudah lebih mengenal dirinya, ia memiliki kesempatan untuk membangun hubungan berdasarkan kesadaran, bukan sekadar ketakutan untuk sendirian.
Bukan berarti memiliki pasangan ketika muda adalah sesuatu yang salah. Justru hubungan yang baik dapat menjadi bagian indah dalam perjalanan seseorang. Yang perlu dihindari adalah menganggap bahwa kebahagiaan hanya bisa diperoleh setelah memiliki pasangan.
Ada orang yang sedang bahagia karena hubungannya. Ada yang bahagia karena berhasil menyelesaikan pendidikan. Ada yang menikmati pekerjaannya. Ada pula yang sedang membangun dirinya sedikit demi sedikit setelah melewati masa yang sulit.
Semua perjalanan tersebut tetap memiliki nilai.
Kita juga perlu berhenti menganggap kesendirian sebagai sesuatu yang memalukan. Sendiri tidak selalu berarti kesepian, sebagaimana memiliki pasangan tidak selalu berarti seseorang sudah menemukan kebahagiaan. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana seseorang menggunakan waktunya untuk bertumbuh dan mempersiapkan kehidupan yang ingin dijalani.
Masa muda tidak harus dipenuhi dengan ketakutan akan tertinggal. Tidak semua hal harus terjadi bersamaan. Ada cita-cita yang membutuhkan waktu untuk diwujudkan, ada kemampuan yang perlu diasah, ada luka yang membutuhkan waktu untuk pulih, dan ada bagian dari diri kita yang memang baru bisa dipahami setelah melewati berbagai pengalaman.
Mungkin kita memang akan bertemu seseorang yang tepat suatu hari nanti. Namun, sebelum itu terjadi, tidak ada salahnya menikmati perjalanan untuk mengenal diri sendiri. Membangun kehidupan yang kita sukai, mengejar cita-cita, memperbaiki hubungan dengan keluarga, dan menjadi pribadi yang lebih matang juga merupakan bentuk kemajuan.
Sebab, hidup bukan tentang siapa yang paling cepat mendapatkan pasangan, pekerjaan, rumah, atau pencapaian lainnya. Hidup lebih banyak tentang bagaimana kita menjalani setiap tahap dengan kesadaran bahwa setiap orang memiliki waktunya sendiri.
Ada masa untuk mencintai orang lain, tetapi ada juga masa untuk belajar mencintai diri sendiri. Ada masa untuk berjalan bersama seseorang, tetapi ada pula masa ketika kita perlu berjalan sendiri agar tahu ke mana sebenarnya ingin pergi.
Nazra Aulia Farhaniyah Prodi Akuntansi S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang.
