Ketika Seorang Mahasiswi Hilang, Kepedulian Kita Tidak Boleh Ikut Menghilang

Saya Mahasiswi Prodi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Nazra Aulia Farhaniyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hilangnya Nadira Az Zahra, mahasiswi Telkom University yang hingga kini masih dalam pencarian, menjadi kabar yang mengundang perhatian banyak orang. Di tengah derasnya arus informasi, keluarga masih menunggu kabar baik, sementara berbagai pihak terus membantu proses pencarian.
Menurut saya, ketika seseorang dinyatakan hilang, perhatian utama seharusnya bukan hanya rasa penasaran mengenai apa yang terjadi, melainkan bagaimana semua pihak dapat membantu proses pencarian dengan cara yang benar. Dukungan masyarakat akan jauh lebih berarti apabila disertai penyebaran informasi yang akurat dan tidak menimbulkan kebingungan.
Perkembangan teknologi memang membuat informasi menyebar dengan sangat cepat. Namun, kecepatan tersebut juga memiliki risiko ketika kabar yang belum terverifikasi ikut tersebar luas. Dalam situasi seperti ini, informasi yang keliru justru dapat menyulitkan keluarga maupun aparat yang sedang berupaya melakukan pencarian.
Kasus ini juga mengingatkan bahwa rasa aman tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang pasti. Mahasiswa setiap hari beraktivitas, berpindah dari rumah ke kampus, bertemu banyak orang, dan menjalani rutinitas yang terlihat biasa. Namun, ketika komunikasi tiba-tiba terputus, kepanikan keluarga menjadi sesuatu yang sangat bisa dipahami.
Karena itu, komunikasi dengan keluarga, teman, maupun lingkungan sekitar tetap menjadi hal yang penting. Bukan untuk membatasi kebebasan seseorang, tetapi sebagai bentuk kepedulian apabila sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat. Hal sederhana seperti memberi kabar ketika ada perubahan rencana perjalanan sering kali memiliki arti yang besar.
Di sisi lain, kampus juga memiliki peran penting dalam membangun lingkungan yang peduli terhadap keselamatan mahasiswanya. Koordinasi yang cepat dengan keluarga dan pihak berwenang dapat membantu proses pencarian berjalan lebih efektif ketika terjadi situasi seperti ini.
Harapan terbesar tentu bukan sekadar menemukan jawaban atas hilangnya seseorang, melainkan agar Nadira dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat dan dapat kembali berkumpul bersama keluarganya. Kepedulian masyarakat juga perlu diwujudkan dengan tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya, sehingga proses pencarian dapat berlangsung dengan lebih fokus dan tidak menimbulkan keresahan baru.
Nazra Aulia Farhaniyah Prodi Akuntansi S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang.
