Pilih Peminatan karena Minat atau karena Ikut Teman?

Saya mahasiswi S1 Akuntansi Universitas Pamulang
ยทwaktu baca 4 menit
Tulisan dari Nazra Aulia Farhaniyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Memasuki semester lima, mahasiswa akuntansi mulai dihadapkan pada pilihan yang terasa lebih serius daripada sekadar memilih mata kuliah. Ada peminatan Akuntansi Manajemen, Akuntansi Keuangan, Akuntansi Perpajakan, dan Akuntansi Auditing. Pilihan tersebut bukan hanya menentukan beberapa mata kuliah yang akan dipelajari, tetapi juga dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan arah karier setelah lulus.
Bagi sebagian mahasiswa, menentukan peminatan mungkin bukan perkara sulit. Mereka sudah memiliki bidang yang disukai sejak awal kuliah dan tinggal mengikuti pilihan yang sudah direncanakan. Namun, tidak semua mahasiswa berada dalam posisi tersebut. Ada yang sudah memasuki semester lima tetapi masih bertanya kepada diri sendiri, sebenarnya saya lebih cocok di bidang apa?
Saya sendiri sedang berada di posisi tersebut. Ketika melihat teman-teman mulai membicarakan peminatan yang ingin diambil, muncul keinginan untuk mengikuti pilihan mereka. Rasanya lebih nyaman jika mengambil bidang yang sama dengan teman karena bisa berdiskusi, mengerjakan tugas bersama, dan saling membantu ketika menghadapi materi yang sulit.
Namun, kenyamanan tersebut juga menimbulkan pertanyaan lain. Apakah pilihan itu benar-benar sesuai dengan minat saya, atau hanya karena saya tidak ingin sendirian ketika memasuki tahap perkuliahan berikutnya?
Menurut saya, memilih peminatan hanya karena mengikuti teman memang terlihat mudah di awal, tetapi belum tentu menjadi pilihan yang tepat untuk diri sendiri. Teman dapat membantu selama proses kuliah, tetapi mereka tidak akan menjalani tugas, pekerjaan, dan karier yang sama setelah kita lulus.
Masalahnya, mengetahui minat sendiri tidak selalu semudah memilih berdasarkan apa yang terlihat menarik. Akuntansi Manajemen misalnya, memiliki kaitan dengan penggunaan informasi akuntansi untuk membantu pengambilan keputusan dalam perusahaan. Akuntansi Keuangan lebih dekat dengan penyusunan dan penyajian laporan keuangan. Akuntansi Perpajakan berkaitan dengan perhitungan serta penerapan aturan perpajakan, sedangkan Akuntansi Auditing berhubungan dengan pemeriksaan dan penilaian atas informasi keuangan.
Keempat bidang tersebut sama-sama bagian dari akuntansi, tetapi karakter pembelajarannya berbeda. Karena itu, wajar jika mahasiswa membutuhkan waktu untuk mengenali bidang mana yang paling sesuai dengan kemampuan, ketertarikan, dan gambaran pekerjaan yang ingin dijalani.
Kebingungan juga tidak selalu berarti seseorang tidak memiliki tujuan. Bisa jadi, kebingungan muncul karena kita belum mendapatkan cukup pengalaman untuk mengenali pilihan yang tersedia. Selama beberapa semester, mahasiswa mungkin lebih banyak berhadapan dengan mata kuliah dasar. Ketika pilihan peminatan mulai datang, barulah mereka menyadari bahwa menentukan arah ternyata membutuhkan pertimbangan yang lebih matang.
Di sisi lain, mengikuti teman tidak selalu merupakan sesuatu yang salah. Jika setelah mencari informasi ternyata pilihan kita memang sama dengan teman, tidak ada masalah untuk mengambil peminatan tersebut. Yang perlu dihindari adalah memilih hanya karena takut tertinggal, takut berbeda, atau merasa tidak nyaman jika harus berjalan sendiri.
Ada kalanya seseorang justru menemukan minat setelah mencoba sesuatu yang sebelumnya tidak terlalu dipertimbangkan. Karena itu, mencari informasi menjadi bagian penting sebelum menentukan pilihan. Mahasiswa dapat melihat kembali mata kuliah yang pernah dipelajari, memperhatikan materi yang paling menarik, mencari tahu gambaran pekerjaan dari setiap bidang, serta berdiskusi dengan dosen atau mahasiswa tingkat atas yang sudah lebih dulu mengambil peminatan.
Pilihan tersebut juga tidak harus ditentukan hanya berdasarkan bayangan tentang pekerjaan yang terlihat paling menjanjikan. Dunia kerja dapat berubah, kebutuhan perusahaan juga berbeda-beda, dan seseorang bisa berkembang ke bidang yang awalnya tidak pernah direncanakan.
Yang lebih penting adalah memiliki alasan ketika memilih.
Jika memilih Akuntansi Manajemen karena tertarik pada proses pengambilan keputusan, tentu ada alasannya. Jika memilih Akuntansi Keuangan karena menikmati penyusunan dan analisis laporan, itu juga merupakan pertimbangan. Begitu pula dengan perpajakan dan auditing yang memiliki karakter pekerjaan masing-masing.
Bagi mahasiswa yang masih bingung seperti saya, mungkin tidak perlu terburu-buru mencari jawaban hanya karena teman sudah menentukan pilihannya. Justru masa sebelum memilih dapat digunakan untuk mengenali diri sendiri dengan lebih jujur.
Kita tidak harus selalu memiliki pilihan yang sama dengan teman. Perkuliahan memang bisa lebih menyenangkan ketika dijalani bersama, tetapi setiap mahasiswa tetap memiliki perjalanan yang berbeda. Teman mungkin menjadi bagian dari perjalanan tersebut, tetapi arah yang dipilih tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan dan tujuan masing-masing.
Memilih peminatan bukan berarti kita sudah harus mengetahui seluruh masa depan. Pilihan tersebut hanyalah salah satu langkah untuk mengenal bidang yang ingin dipelajari lebih dalam. Jika saat ini masih bingung, mencari informasi dan memahami setiap pilihan mungkin jauh lebih bermanfaat daripada sekadar mengikuti keputusan orang lain.
Sebab, kuliah bukan perlombaan untuk menjadi sama dengan teman. Ada kalanya kita perlu berjalan bersama, tetapi ada pula saatnya menentukan arah sendiri.
Nazra Aulia Farhaniyah Prodi Akuntansi S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang.
