Konten dari Pengguna

KKN UMY Bangun Biopori Ramah Lingkungan Atasi Sampah Organik di Kulon Progo

Nazwa Shifa Amanda

Nazwa Shifa Amanda

Mahasiswa/i Universitas Muhammadiyah Yogyakarta S1 Manajemen

·waktu baca 2 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nazwa Shifa Amanda tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) REG 019 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sukses gelar program biopori sederhana di Padukuhan Pundung, Kalurahan Banaran, Kapanewon Galur, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta. Inisiatif ini dirancang untuk mendorong warga mengolah sampah organik rumah tangga menjadi pupuk bermanfaat bagi lingkungan.

Kegiatan berlangsung dua hari, 16-17 Februari 2026, menyasar seluruh rumah tangga di padukuhan tersebut. Latar belakangnya, sampah organik yang selama ini dibuang sia-sia bisa diubah menjadi pupuk alami untuk pertanian rumah tangga.

Hari pertama difokuskan pada produksi alat biopori dari pipa paralon berdiameter 10 cm dan panjang 50 cm. Pipa dipotong lalu dilubangi di sisi-sisinya agar mempercepat dekomposisi sampah organik di dalam tanah. Lubang ini memudahkan proses penguraian, sementara penutup pipa mencegah kontaminasi sampah tak diinginkan.

Pembuatan Biopori Sederhana oleh Mahasiswa KKN REG 019 UMY 2026

Pada hari kedua, tim lakukan demonstrasi pemasangan di rumah Ibu Nugraha, perwakilan ibu-ibu PKK Padukuhan Pundung. Warga diajari cara menanam pipa ke tanah serta mengisi dengan sampah organik seperti sisa sayur, kulit buah, dan daun kering.

Demonstrasi penanaman Biopori oleh Mahasiswa KKN REG 019 UMY 2026

Pasca demonstrasi, biopori didistribusikan gratis ke rumah-rumah warga agar bisa langsung dipakai. Program ini diharapkan kurangi timbunan sampah sekaligus hasilkan pupuk organik untuk tanaman sekitar rumah.

Pendistribusian Alat Biopori Sederhana kepada Masyarakat Padukuhan Pundung

Lewat inisiatif ini, tim KKN REG 019 UMY ingin tingkatkan kesadaran warga soal pengelolaan sampah ramah lingkungan, ubah limbah jadi aset bernilai untuk keseharian.