Konten dari Pengguna

Mahasiswa KKN UNAIR di Madiun Ubah Minyak Jelantah Jadi Sabun Cuci Tangan

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nazwa Azzahra Jaelani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa KKN-BBK 6 Universitas Airlaangg Desa Bajulan Berpose Bersama Ibu-Ibu PKK Desa Bajulan (Sumber: Dokumentasi KKN-BBK 6 UNAIR Desa Bajulan)
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa KKN-BBK 6 Universitas Airlaangg Desa Bajulan Berpose Bersama Ibu-Ibu PKK Desa Bajulan (Sumber: Dokumentasi KKN-BBK 6 UNAIR Desa Bajulan)

Madiun, 11 Juli 2025 - Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) yang mengikuti KKN BBK 6 menyelenggarakan program JELITA (Jelantah Jadi Sabun Cuci Tangan) di Desa Bajulan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Program ini melibatkan 30 peserta yang merupakan anggota PKK dari tiga dusun di Desa Bajulan.

Program JELITA hadir sebagai respons terhadap permasalahan limbah rumah tangga, khususnya minyak jelantah yang kerap kali dibuang sembarangan ke lingkungan sekitar. Minyak jelantah dapat mencemari tanah, menyumbat saluran pembuangan, serta merusak ekosistem perairan. Tak hanya berdampak pada lingkungan, penggunaan ulang minyak jelantah dalam proses memasak juga berisiko terhadap kesehatan karena mengandung senyawa berbahaya pemicu penyakit serius, seperti kanker.]

Edukasi dan Demonstrasi

Kegiatan Demonstrasi Pembuatan JELITA Oleh Mahasiswa KKN-BBK 6 Universitas Airlangga Bersama Ibu-Ibu PKK Desa Bajulan (Sumber: Dokumentasi KKN-BBK 6 UNAIR Desa Bajulan)

Bertempat di Balai Desa Bajulan, kegiatan dimulai dengan sesi penyampaian materi yang membahas dampak negatif minyak jelantah dan pentingnya pengelolaan limbah minyak jelantah yang tepat. Setelah sesi edukasi, kegiatan berlanjut dengan demonstrasi pembuatan sabun cuci tangan berbahan dasar minyak jelantah. Saat sesi demonstrasi, masing-masing dusun mengirimkan satu perwakilan untuk terlibat secara langsung dalam praktik pembuatan sabun. Pelibatan peserta ini dirancang agar peserta mampu memahami proses pembuatan sabun, sehingga dapat mempraktikan langsung secara mandiri di rumah.

Peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan. Selain menambah wawasan terkait pengelolaan limbah, program ini juga memberikan alternatif kegiatan produktif yang dapat menunjang perekonomian rumah tangga. Produk hasil olahan minyak jelantah tersebut diberi nama JELIA Hand Soap, yang nantinya dapat dikembangkan menjadi UMKM. Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi dan pemberian apresiasi kepada peserta yang aktif terlibat dalam proses pelatihan.

Melalui program JELITA, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Bajulan terhadap pengelolaan limbah minyak jelantah, pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, serta mendorong kegiatan produktif. Program ini tidak hanya menjadi upaya edukasi, tetapi juga menjadi langkah dalam mewujudkan lingkungan yang lebih sehat serta mendorong keberlanjutan ekonomi keluarga melalui pemanfaatan limbah rumah tangga.

JELIA Hand Soap Di SEPASMA 2025

Mahasiswa KKN-BBK 6 Universitas Airlangga Bersama Perangkat Desa Bajulan Berpose Memegang Produk JELIA Hand Soap Yang Dijual Di SEPASMA 2025 (Sumber: Dokumentasi KKN-BBK 6 UNAIR Desa Bajulan)

Produk JELIA Hand Soap turut meramaikan acara “SEPASMA 2025” yang merupakan salah satu rangkaian HUT Kabupaten Madiun yang 457 Tahun. SEPASMA 2025 ini diselenggarakan di Alun - Alun Reksogati Caruban dimana Mahasiwa KKN-BBK 6 UNAIR memamerkan dan memperkenalkan produk unggulan JELIA Hand Soap dengan berbagai varian aroma. JELIA Hand Soap dikemas semenarik mungkin agar diminati oleh masyarakat.