Pekarangan Mandiri dan Muffin Bergizi: KKN-PK UNG Hadirkan Solusi Stunting

Saya seorang mahasiswi Universitas Negeri Gorontalo, jurusan Farmasi
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari KKNPKDESAHUNGAYONAA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hungayonaa, Tilamuta — Dalam rangka mendukung program nasional percepatan penurunan stunting, telah dilaksanakan kegiatan Pelatihan dan Penyuluhan Pembuatan Kue Muffin Jagung Sehat dan Pemanfaatan Pekarangan Rumah pada hari Rabu 23 Juli 2025,
bertempat di Balai Desa Hungayonaa, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Mahasiswa KKN-PK bekerja sama dengan pemerintah desa dan kader kesehatan. Sasaran utama kegiatan ini adalah para ibu yang memiliki anak balita atau berisiko mengalami masalah gizi.
Pencegahan Stunting Dengan Penyuluhan Gizi Seimbang Dan Pencegahan Stunting
Dalam sesi pertama, peserta mendapatkan penyuluhan gizi seimbang dan pencegahan stunting, yang disampaikan oleh Rendi selaku Koordinator Desa Mahasiswa KKN-PK. Materi yang diberikan
meliputi pemahaman tentang stunting, pentingnya asupan gizi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), serta peran ibu dalam menyiapkan makanan bergizi bagi anak.
Sesi selanjutnya dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan kue muffin berbahan dasar jagung, sebagai salah satu alternatif makanan tambahan yang bergizi dan mudah dibuat di rumah. Resep ini dikembangkan dengan kandungan gula rendah, sehingga aman dan menyehatkan bagi anak-anak. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan muffin yang dipandu oleh Mahasiswa KKN-PK.
Pencegahan Stunting Dengan Penyuluhan Tentang Pemanfaatan Pekarangan Rumah mandiri
Tidak hanya itu, peserta juga diberikan penyuluhan tentang pemanfaatan pekarangan rumah mandiri untuk budidaya tanaman pangan bergizi, seperti bayam, kangkung, kacang panjang, tomat, serta tanaman obat keluarga (TOGA). Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemandirian keluarga dalam mencukupi kebutuhan gizi harian melalui sumber pangan lokal yang mudah diakses.
Kepala Desa Hungayonaa Olwin Yusuf S.Sos, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dan berharap masyarakat bisa mengaplikasikan ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap kegiatan ini bukan hanya berhenti sebagai pelatihan, tapi benar-benar menjadi kebiasaan baru di tengah masyarakat agar anak-anak kita bisa tumbuh sehat dan terhindar dari stunting,” ungkapnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi atas semangat dan kreativitas mahasiswa dalam menyusun program kerja yang relevan dan berdampak langsung terhadap masyarakat.
“Saya bangga melihat mahasiswa mampu turun langsung ke masyarakat dan membawa solusi yang sederhana namun efektif. Pelatihan seperti ini menunjukkan bagaimana peran mahasiswa sangat penting dalam mendukung program nasional penurunan stunting,” ujar Dr. Nanang Roswita Paramata M.Kes.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Hungayonaa semakin sadar akan pentingnya gizi seimbang, pengolahan makanan bergizi di rumah, serta memanfaatkan lingkungan sekitar untuk mendukung kesehatan keluarga. Ini merupakan langkah nyata menuju desa yang lebih sehat dan bebas stunting di masa depan.
