Konten dari Pengguna

Orang Tua Menjadi Anak Kecil Lagi: Apa Penyebabnya dan Bagaimana Menghadapinya?

Nazwah Alizah Putri

Nazwah Alizah Putri

Mahasiswa Psikologi S-1 Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nazwah Alizah Putri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: Shutterstock.
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Shutterstock.

Perilaku lansia atau orang tua yang seperti anak kecil lagi, disebut regresi. Regresi adalah perilaku yang kembali ke masa kanak-kanak. Perilaku ini dapat berupa berbicara seperti anak kecil, suka merengek dan mudah menangis, menarik diri dari lingkungan, menuntut perhatian dan kasih sayang, serta mudah marah dan suka berteriak. Perilaku regresi pada lansia adalah mekanisme pertahanan diri yang normal, akan tetapi perlu diwaspadai jika berlebihan.

Menurut Kartinah dalam Wina (2019), tingkat keparahan perilaku regresi pada lansia dapat bervariasi. Perilaku regresi yang masih dalam batas wajar dan tidak sering dapat dianggap sebagai hal yang normal. Namun jika perilaku regresi berlebihan dan sering terjadi, maka dapat menganggu lansia dan lingkungannya.

Jika orang tua anda di rumah mengalami hal ini, anda mungkin akan kebingungan kenapa orang tua menjadi seperti anak kecil lagi dan bagaimana anda menghapi mereka. Yuk, kenali lebih dalam kenapa sih orang tua melakukan itu dan bagaimana cara mengatasinya dengan hanya membaca tips berikut ini!

Penyebab Regresi pada Lansia

Perilaku regresi pada orang tua dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain:

1. Perubahan Fisik dan Mental

Pada usia lanjut lansia mengalami berbagai perubahan fisik dan mental, seperti penurunan daya ingat, kemampuan berpikir, dan kemampuan motorik, perubahan perubahan ini dapat menyebabkan lansia menjadi lebih rentan terhadap stres dan kecemasan. Stres dan kecemasan dapat membuat perilaku lansia menjadi regressif.

2. Demensia

Demensia adalah kondisi penurunan fungsi otak yang dapat menyebabkan berbagai gejala, seperti perubahan perilaku, penurunan daya ingat, dan kesulitan berpikir. Salah satu gejala demensia adalah perilaku regresi.

3. Gangguan mental

Gangguan mental seperti skizofrenia dan depresi, juga dapat menyebabkan perilaku regresi pada lansia.

Begaimana Cara Menghadapinya?

Jika Anda melihat orang tua Anda di rumah berperilaku sepeti anak kecil lagi, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan:

1. Cek kesehatan lansia

Pastikan orang tua anda menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk mengetahui apakah ada kondisi medis yang mendasari perilakunya.

2. Bicaralah dengan lansia

Cobalah untuk memahami apa yang dirasa orang tua Anda. Tanyakan kepadanya apa yang membuatnya sepeti anak kecil lagi.

3. Berikan dukungan

Berilah dukungan kepada orang tua Anda. Bantulah mereka untuk merasa nyaman dan aman.

Tips Khusus Menghadapi Perilaku Regresi Lansia

Berikut adalah tips khusus untuk menangani perilaku regresi pada lansia:

1. Bersabarlah dan pengertian

Perilaku regresi pada orang tua mungkin dapat membuat Anda dan orang-orang di sekitarnya merasa bingung, frustasi atau marah. Penting untuk bersabar dan pengertian dengan lansia.

2. Jangan menghakimi

Jangan menghakimi lansia karena perilakunya. Perilaku regresi adalah cara lansia untuk menghadapi stress dan kecemasan yang mereka rasakan.

3. Fokus pada hal-hal positif

Fokuslah pada hal-hal positif yang masih bisa dilakukan oleh orang tua. Misalnya Anda dapat mengajak orang tua Anda untuk berbincang-bincang, membaca buku, atau mendengarkan musik.

Jika Anda sudah menerapkan tips di atas namun masih merasa kesulitan untuk menghadapi perilaku regresi pada lansia, Anda dapat meninta bantuan dari profesional, seperti psikolog atau terapis.