Kesehatan Mental: Alasan Gen Z Dikenal Sebagai Generasi yang Lembek

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Jakarta angkatan 2023. Hobi belajar hal baru dan olahraga.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Neima Aulia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kesehatan mental yang baik dapat mempengaruhi perilaku setiap orang. Dengan menjaga kesehatan mental, seseorang dapat bekerja dan beraktivitas dengan nyaman dan bahagia. Bagi gen z kesehatan mental menjadi urgensi sehingga segala hal yang berkaitan menjadi balance. Gen z dikenal sebagai generasi yang kreatif, kritis, penuh inovasi, dan berambisi. Hal tersebut memerlukan tenaga dan semangat pantang menyerah. Akan tetapi, gen z juga dikenal sebagai generasi stroberi yang terlihat indah dan kuat namun mudah hancur ketika di tekan. Pada artikel ini penulis akan menjelaskan dan memberi tanggapan terkait kesehatan mental gen z yang dikenal sebagai generasi stroberi.
Generasi stroberi juga digambarkan oleh Prof. Rhenald Kasali dalam bukunya yang berjudul Strawberry Generation, bahwa generasi muda saat ini memiliki ide dan tingkat kreativitas yang tinggi, tetapi mereka juga mudah menyerah, gampang terluka, lamban, egois, dan pesimis terhadap masa depan. Identitas yang diberikan pasti memiliki penyebab dan faktor yang menjadi latar belakang terjadinya hal tersebut.
Pola Asuh Orang Tua
Dalam hal ini pola asuh orang tua yang buruk menjadi salah satu penyebab lemahnya mental gen z. Sebagai contoh seorang anak yang tidak diapresiasi oleh orang tuanya dapat merasa malu dan merasa dirinya kurang percaya diri.
Kecanduan Teknologi
Perkembangan zaman yang semakin pesat membuat teknologi semakin canggih, bahkan membuat gen z menjadi malas berpikir karena hadirnya AI (Artificial Intelligence). Tidak hanya itu, konten sosial media yang dikonsumsi juga dapat mempengaruhi kesehatan mental gen z.
Perasaan Sakit yang hanya ada di dalam Pikirannya Sendiri
Membayangkan sesuatu hal yang membuat seseorang takut memang kerap menghambat kemajuan. Namun segala hal perlu di terjang dengan pantang menyerah. Berpikir negatif hanya akan memperlambat kemajuan dan proses diri.
Dibentuk oleh lingkungan
Lingkungan tempat dimana kepribadian dan tingkah laku seseorang dapat terbentuk. Meskipun ketika kecil karakter seseorang pemberani, apabila dirinya tidak mendapatkan support atau affirmation ketika dewasa, maka orang tersebut akan menjadi tidak percaya diri dan merasa dirinya kurang diperhatikan.
Organisasi kesehatan dunia (WHO) dalam artikel Liputan6.com menyebutkan terdapat 720 ribu kasus meninggal dunia setiap tahunnya karena bunuh diri. Kasus ini terjadi di seluruh dunia pada remaja hingga dewasa dengan rentang usia 15 sampai 29 tahun. Pada artikel yang diterbitkan oleh kompas.com mental health yang ada di Indonesia sudah menyentuh 30% dari penduduk Indonesia saat ini. Terdapat 280 juta orang yang memiliki riwayat mental health. Hal ini perlu menjadi perhatian bagi setiap masyarakat dunia untuk menangani dan mencegah penambahan kasus akibat mental health. Untuk mengenali seseorang dengan riwayat mental health dapat dilihat dari beberapa ciri-ciri. Ciri-ciri strawberry generation dapat dilihat dari beberapa hal, seperti:
Adaptasi yang baik dengan perkembangan zaman
Menciptakan terobosan baru
Menghargai perbedaan pendapat
Kurang fokus dan tidak bertanggung jawab
Rapuh terhadap tekanan hidup
Tidak ingin keluar dari zona nyaman
Berdasarkan ciri-ciri di atas, dapat memicu dampak yang terjadi. Gen z menjadi tidak bisa mandiri, menjadi pribadi yang ingin dipahami, rapuh dalam menangani permasalahan berat, tidak taat terhadap norma yang berlaku, sulit membuat keputusan, mudah frustasi dan menyebabkan bunuh diri, dan menjadi jago kandang. Dalam artikel CNBC Indonesia menyebutkan banyak perusahaan yang memecat karyawan gen z di 2024 karena beberapa alasan. Permasalah yang menjadi penyebab pemecatan yang terjadi, yaitu:
Kurangnya motivasi atau inisiatif
Kurang profesional dalam bekerja
Keterampilan berorganisasi yang buruk
Keterampilan komunikasi yang buruk
Kesulitan menerima feedback
Kurangnya pengalaman kerja yang relevan
Keterampilan pemecahan masalah yang buruk
Keterampilan teknis yang tidak memadai
Ketidakcocokan budaya
Kesulitan bekerja dalam tim
Perbedaan zaman menjadi faktor penilaian bagi gen z yang dikenal sebagai strawberry generation. Sebelum lahirnya gen z, generasi sebelumnya tidak memiliki tekanan seperti pada era saat ini. Terjadinya inflasi dan masuknya teknologi canggih dapat membuat gen z menjadi berpikir dengan sudut pandang yang berbeda. Generasi sebelumnya merasa gen z lamban ketika bekerja, hal ini juga pernah dirasakan oleh generasi sebelumnya ketika belum memasuki masa produktif bekerja atau ketika usia belum kepala tiga. Maka dari itu, gen z belum memiliki pengalaman hidup yang lebih seperti generasi sebelumnya. Tidak hanya itu saja, gen z juga memiliki trauma dalam keluarga. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, peran orang tua menjadi faktor penting dalam membentuk mental health anak.
Dalam hal ini perusahaan perlu memikirkan kembali, setiap generasi memiliki karakteristik yang berbeda. Maka seharusnya perusahaan tetap menerima karyawan gen z untuk regenerasi perusahaan yang lebih baik. Dengan cara memberikan pelatihan sebelum calon karyawan tersebut bekerja menjadi karyawan lainnya. Percayakan gen z dalam berproses dan berkreasi sesuai keinginan mereka. Keputusan tersebut tentu tidak mudah untuk dilakukan, maka dari itu perusahaan perlu mengamatinya.
Sebagai gen z, bagaimana cara mengatasi mental health dan generasi stroberi? yaitu dengan cara sebagai berikut.
Menanamkan jati diri dan ketangguhan sejak dini
Memberikan kesempatan dan kepercyaan untuk menangani sebuah kesempatan
Memberikan apresiasi di setiap langkah prosesnya
Sebagai orang tua yang memiliki kasih sayang terhadap anak, tentu tidak ingin anaknya mempunya riwayat mental health. Maka perlu melakukan penanggulangan sebagai berikut.
Melibatkan anak dalam aktivitas sosial
Mendukung dan mendampingo dalam menghadapi kesulitan
Memberikan penjelasan untuk lebih dekat kepada Sang Pencipta
Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan yang telah dipaparkan sebelumnya, mental health menjadi urgensi bagi setiap warga dunia, terutama bagi gen z yang dinilai sebagai generasi stroberi. Dalam hal ini gen z perlu menghilangkan statement tersebut dengan cara pola hidup sehat dan lebih produktif, bercerita terkait masalah yang dihadapi dengan orang terpercaya, serta yang lebih utama adalah mendekatkan diri kepada Tuhan yang Maha Esa.
