Mahasiswa Undip Kenalkan PesisirNet: Komunitas Bisnis Perikanan Di Tambaksari

pelajar/mahasiswa Universitas Diponegoro
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Nela Arya marshenda tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kendal, 5 Juli 2025 – Geliat komunitas digital bisnis perikanan mulai tumbuh di desa-desa pesisir. Salah satunya melalui program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) mahasiswa Universitas Diponegoro. Nela Arya Marshenda, mahasiswa Undip dari KKN-T Tim 38, Dalam upaya memperkuat komunitas digital bisnis perikanan, memperkenalkan konsep bernama PesisirNet kepada warga Desa Tambaksari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal.
Melalui media poster interaktif yang dipaparkan dalam kegiatan KKN Multidisiplin 2, Nela mengajak masyarakat untuk bersama-sama membentuk komunitas digital yang terstruktur, kolaboratif, dan bermanfaat jangka panjang. Ia menekankan pentingnya wadah yang mampu menyatukan pelaku usaha budidaya ikan, pengolah hasil tambak, serta pedagang lokal ke dalam satu jaringan digital.
“Lewat komunitas seperti PesisirNet, warga Tambaksari bisa lebih mudah berbagi pengetahuan, memasarkan produk perikanan, serta membuka kolaborasi antarpelaku usaha,” jelas Nela dalam paparannya.
Dalam presentasi yang berlangsung pada 5 Juni 2025 pukul 19.30 WIB, Nela menjelaskan bahwa komunitas digital bisnis perikanan merupakan langkah konkret menuju desa berbasis digital dan ekonomi kreatif.
Komunitas PesisirNet diharapkan menjadi:
Ruang edukasi tentang teknik budidaya, pengolahan hasil laut, dan manajemen usaha
Tempat promosi bersama untuk produk seperti ikan asap, pepes ikan, hingga bandeng presto
Forum kolaborasi antar pelaku usaha perikanan, petambak, pengrajin, hingga pedagang kuliner
Dengan semangat gotong-royong dan digitalisasi, komunitas ini akan memperkuat daya saing produk perikanan Tambaksari di pasar lokal maupun daring.
“Dengan komunitas, warga tidak perlu berjalan sendiri. Kita bisa belajar, berkembang, dan memasarkan produk secara bersama-sama,” jelas Nela.
PesisirNet: Komunitas Digital yang Terhubung Lewat WhatsApp dan Media Sosial
PesisirNet dirancang berbasis platform sederhana yang telah familiar di masyarakat, seperti:
WhatsApp Group untuk diskusi, pemesanan, dan distribusi informasi
Facebook Komunitas sebagai etalase produk dan update usaha
Instagram Bersama untuk branding visual dan promosi rutin
“Kami tidak menuntut warga untuk langsung membuat website, cukup mulai dari yang sederhana seperti WA Bisnis, Facebook, dan IG. Yang penting terstruktur dan aktif,” terang Nela.
Dengan platform ini, pemasaran hasil perikanan dapat dilakukan lebih mudah dan efisien, bahkan hanya dengan menggunakan smartphone.
Harapan untuk Masa Depan PesisirNet
Dengan hadirnya PesisirNet, warga Tambaksari diharapkan tidak hanya menjadi pelaku usaha perikanan biasa, tetapi juga mampu menjadi komunitas digital yang cerdas dan mandiri.
Program ini akan membuka peluang besar, seperti:
Kolaborasi antar pelaku usaha desa
Pelatihan usaha berbasis komunitas
Dukungan branding produk lokal
Membangun loyalitas pelanggan secara digital
“Tambaksari punya potensi besar. Jika dikembangkan lewat komunitas digital, desa ini bisa jadi pusat ekonomi perikanan berbasis teknologi,” ujar Nela penuh semangat.
