Mengapa Bulan Tampak Merah Saat Gerhana Bulan Total? Ini Penjelasan Ilmiahnya

ASN dan praktisi kesehatan yang menulis tentang reformasi birokrasi, health governance, serta kesehatan mental kerja dalam pelayanan publik. Menghubungkan pengalaman lapangan dengan perspektif kebijakan publik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Nenden Nuraeni tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gerhana bulan total selalu menjadi fenomena langit yang menarik perhatian banyak orang. Saat peristiwa ini terjadi, bulan tampak berubah warna menjadi merah tembaga. Fenomena yang sering disebut sebagai blood moon ini memiliki penjelasan ilmiah yang berkaitan dengan bayangan bumi dan cahaya matahari.
Bagaimana Gerhana Bulan Total Terjadi?
Gerhana bulan total terjadi ketika bumi berada di antara matahari dan bulan sehingga bayangan bumi menutupi seluruh permukaan bulan. Dalam kondisi ini, cahaya matahari tidak dapat langsung mencapai bulan karena terhalang oleh bumi
Mengapa Bulan Tampak Merah?
Meskipun berada dalam bayangan bumi, bulan tidak sepenuhnya gelap. Cahaya matahari masih dapat mencapai bulan setelah melewati atmosfer bumi.
Atmosfer bumi menyaring cahaya matahari melalui proses yang disebut hamburan Rayleigh, sehingga cahaya biru tersebar dan cahaya merah diteruskan. Inilah yang membuat bulan tampak berwarna merah saat gerhana bulan total.
Mengapa Fenomena Ini Menarik bagi Ilmuwan?
Gerhana bulan total juga memberi kesempatan bagi para ilmuwan untuk mempelajari atmosfer bumi. Cara cahaya matahari dibiaskan saat melewati atmosfer dapat memberikan informasi tentang kondisi atmosfer bumi.
Karena itu, gerhana bulan total bukan hanya fenomena yang indah untuk diamati, tetapi juga penting dalam penelitian astronomi.
Fenomena gerhana bulan total menunjukkan bagaimana peristiwa di langit dapat dijelaskan melalui ilmu pengetahuan. Perpaduan antara posisi bumi, matahari, dan bulan menciptakan pemandangan langit yang menakjubkan sekaligus memberi kesempatan bagi manusia untuk memahami alam semesta lebih jauh.
