Ketika Anonimitas Digital Mengikis Rasa Tanggung Jawab

Mahasiswi aktif di Universitas Pamulang - Fakultas Ekonomi Dan Bisnis - Jurusan Akuntansi S1
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari neneng nuraeni tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Internet memberi kita kebebasan untuk bersuara tanpa harus menampilkan identitas asli. Anonimitas digital awalnya hadir sebagai ruang aman, terutama bagi mereka yang ingin menyampaikan pendapat tanpa takut tekanan sosial. Namun, di sisi lain, anonimitas juga membawa persoalan yang jarang disorot: memudarnya rasa tanggung jawab atas apa yang diucapkan.
Di ruang digital, batas antara kritik, opini, dan serangan pribadi sering kali kabur. Banyak orang merasa lebih berani berkata kasar, menyebar tuduhan, atau menghakimi karena merasa tidak akan dimintai pertanggungjawaban secara langsung. Fenomena ini dikenal sebagai online disinhibition effect, di mana individu cenderung kehilangan kendali dan empati saat berinteraksi secara daring.
Menurut John Suler, anonimitas dapat membuat seseorang memisahkan tindakan online dari identitas aslinya. Akibatnya, kata-kata yang dilontarkan di dunia digital kerap tidak mempertimbangkan dampak psikologis bagi orang lain. Padahal, interaksi daring tetap melibatkan manusia nyata dengan emosi dan batasan yang sama seperti di dunia offline.
Masalah ini tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga kualitas ruang publik digital. Diskusi yang seharusnya menjadi sarana bertukar gagasan berubah menjadi ajang saling menyerang. Ketika tanggung jawab personal menghilang, kepercayaan publik terhadap ruang digital pun ikut menurun, dan dialog sehat semakin sulit tercipta.
Anonymitas seharusnya menjadi alat perlindungan, bukan pembenaran untuk bertindak tanpa etika. Kebebasan berekspresi tetap perlu diiringi kesadaran moral, meskipun identitas disamarkan. Membangun ruang digital yang sehat bukan hanya tugas platform, tetapi juga tanggung jawab setiap individu sebagai pengguna.
Referensi:
Suler, J. (2004). The Online Disinhibition Effect. CyberPsychology & Behavior.
Bauman, Z. (2013). Liquid Modernity. Polity Press.
Turkle, S. (2011). Alone Together. Basic Books.
OECD. (2021). Building Trust in the Digital Age
