Konten dari Pengguna

Program PILAR dan Pojok Baca Kreatif BBK 8 UNAIR Tumbuhkan Literasi Siswa

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mohammad Faizal Aprilianto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 8 Universitas Airlangga Desa Dumplengan menghadirkan program PILAR (Pilah Sampah dan Lestarikan Bumi Melalui Daur Ulang) dan Pojok Baca Kreatif di SDN Dumplengan 2, Kabupaten Ngawi.

Program PILAR dan Pojok Baca Kreatif BBK 8 UNAIR Tumbuhkan Literasi Siswa
zoom-in-whitePerbesar

Kedua program tersebut memadukan edukasi literasi dengan kepedulian terhadap lingkungan. Rangkaian kegiatan meliputi edukasi pemilahan sampah, pemanfaatan bahan daur ulang, lomba kebersihan dan dekorasi kelas, penataan ruang baca, hingga peresmian Pojok Baca Kreatif pada Jumat (31/7/2026).

Program ini diharapkan dapat membantu membangun kebiasaan membaca sekaligus meningkatkan kesadaran siswa terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah.

Pojok Baca Kreatif untuk Siswa SDN Dumplengan 2

Persiapan program dimulai melalui koordinasi mahasiswa BBK 8 UNAIR dengan kepala sekolah dan guru SDN Dumplengan 2 pada Senin (20/7/2026).

Koordinasi tersebut membahas kebutuhan sekolah, lokasi, sasaran, serta teknis pelaksanaan program. Dari hasil koordinasi, area terbuka di sisi utara perpustakaan dipilih sebagai lokasi Pojok Baca Kreatif karena mudah dijangkau oleh siswa dan dapat dimanfaatkan sebagai ruang membaca maupun belajar bersama.

Mahasiswa BBK 8 UNAIR kemudian menata area tersebut dengan menyediakan rak buku, koleksi bacaan, tikar, tempat duduk, papan nama, serta pot tanaman.

Tak hanya itu, berbagai hiasan dari barang bekas dan bahan daur ulang juga dibuat untuk memperindah area Pojok Baca Kreatif.

Pemanfaatan barang bekas dalam dekorasi sekaligus menjadi bagian dari edukasi lingkungan. Melalui kegiatan tersebut, siswa dapat melihat bahwa barang yang sudah tidak digunakan masih dapat diolah kembali menjadi benda yang menarik dan memiliki nilai guna.

Penanggung jawab program, Innesia Putri Rinjanita dan Affan Maulana Ishaq, menjelaskan bahwa Pojok Baca Kreatif tidak hanya dirancang sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai ruang belajar yang nyaman dan menarik bagi siswa.

“Kami berharap pojok baca ini dapat membantu membangun kebiasaan membaca sekaligus mendorong siswa agar lebih peduli terhadap kebersihan dan pemanfaatan barang bekas di lingkungan sekolah,” ujar Innesia.

Belajar Memilah Sampah melalui Program PILAR

Selain mengembangkan Pojok Baca Kreatif, mahasiswa BBK 8 UNAIR Desa Dumplengan juga melaksanakan program PILAR pada Rabu (22/7/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh 35 siswa SDN Dumplengan 2. Para siswa mendapatkan materi mengenai perbedaan sampah organik, anorganik, serta bahan berbahaya dan beracun atau B3.

Siswa juga diperkenalkan dengan manfaat daur ulang serta berbagai contoh pemanfaatan barang bekas dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak hanya menerima materi, siswa diajak mengikuti praktik pemilahan sampah dengan menempatkan berbagai jenis sampah sesuai kategorinya.

Mereka juga mengenali berbagai barang bekas seperti botol plastik, kardus, kertas, dan kemasan yang dapat dimanfaatkan kembali menjadi hiasan maupun benda sederhana dengan fungsi baru.

Program PILAR didampingi oleh penanggung jawab kegiatan, Mohammad Faizal Aprilianto dan Arsinta Dewi Novita Sari. Para siswa mengikuti kegiatan dengan antusias serta aktif menjawab berbagai pertanyaan selama sesi edukasi dan praktik berlangsung.

Terapkan Edukasi melalui Lomba Kebersihan dan Dekorasi Kelas

Materi yang diperoleh melalui program PILAR kemudian diterapkan dalam kegiatan lomba kebersihan dan dekorasi kelas selama dua hari.

Siswa kelas I hingga kelas VI diberi kesempatan untuk bekerja sama membersihkan, menata, dan menghias ruang kelas masing-masing.

Dalam membuat dekorasi, siswa didorong untuk memanfaatkan barang bekas dan bahan sederhana. Penilaian lomba mencakup kebersihan ruangan, kerapian penataan, kreativitas dekorasi, pemanfaatan bahan daur ulang, serta kenyamanan ruang belajar.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi perlombaan, tetapi juga sarana untuk membangun kerja sama, pembagian tugas, kreativitas, dan rasa tanggung jawab siswa terhadap kebersihan lingkungan kelas.

Pojok Baca Kreatif Resmi Digunakan

Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan peresmian Pojok Baca Kreatif pada Jumat (31/7/2026).

Peresmian dihadiri mahasiswa BBK 8 UNAIR, kepala sekolah, guru, serta siswa SDN Dumplengan 2.

Dalam kegiatan tersebut juga diumumkan hasil lomba kebersihan dan dekorasi kelas. Hadiah diberikan kepada kelas dengan hasil penataan terbaik sebagai bentuk apresiasi terhadap kerja sama dan kreativitas para siswa.

Pemberian penghargaan diharapkan dapat memotivasi seluruh siswa untuk terus menjaga kebersihan dan kenyamanan ruang belajar.

Sementara itu, keberadaan Pojok Baca Kreatif diharapkan dapat dimanfaatkan secara rutin oleh siswa untuk membaca, berdiskusi, maupun belajar bersama.

Dukung Pendidikan dan Lingkungan Berkelanjutan

Program PILAR dan Pojok Baca Kreatif juga memiliki keterkaitan dengan beberapa Sustainable Development Goals (SDGs).

Kegiatan ini mendukung SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, serta SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan.

Selain itu, kegiatan turut mendukung SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Pelaksanaan program melibatkan kolaborasi antara mahasiswa BBK 8 UNAIR, kepala sekolah, guru, wali kelas, siswa, orang tua, serta warga sekolah.

Setelah masa BBK berakhir, Pojok Baca Kreatif diharapkan tetap digunakan dan dirawat oleh warga sekolah. Pihak sekolah juga diharapkan dapat menambah koleksi buku secara berkala serta melanjutkan kegiatan yang mendorong kebersihan dan kreativitas siswa.

Melalui keberlanjutan program tersebut, budaya literasi serta kebiasaan hidup bersih, kreatif, dan peduli lingkungan di kalangan siswa SDN Dumplengan 2 diharapkan dapat terus berkembang.