Konten dari Pengguna

Free Hug untuk Korban Kekerasan dalam Pacaran

Indiyah

Indiyah

Rise from small city, dream big

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Indiyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Free Hug untuk Korban Kekerasan dalam Pacaran
zoom-in-whitePerbesar

"Lelah menghadapi pacar yang protektif, terlalu banyak ngatur dan suka memaksa. Tak tahu harus curhat ke mana lagi karena tak semua teman dapat dipercaya. Apalagi curhat ke ortu, lebih tak mungkin lagi".

Apakah kamu salah satu milenial yang mengalami masalah ini? Tenang, kamu tak sendiri.

Mahasiswa Psikologi Universitas Yarsi pagi (5/11) ini menggelar kampanye Health Relationship di area CFD Bundaran HI. Para mahasiswa yang tergabung dalam senat mahasiswa ini berkampanye dengan membuka layanan konsultasi gratis, photobooth, dan fasilitas free hug. Acara ini juga dilakukan untuk memeringati Hari Kesehatan Mental yang sebelumnya jatuh pada tanggal 10 Oktober.

Free Hug untuk Korban Kekerasan dalam Pacaran (1)
zoom-in-whitePerbesar

Diungkapkan pada reporter Kumparan bahwa bentuk kekerasan dalam pacaran antara lain melakukan kekerasan dan mengontrol kehidupan pasangan. Secara lebih spesifik hal ini dilakukan dengan menguasai waktu pacar; memaksa berhubungan seksual; dan bertengkar atau bercanda hingga menyakiti.

Tindakan tersebut dikhawatirkan menyebabkan rasa tidak percaya diri hingga yang paling berbahaya adalah bunuh diri. "Kemarin ada kasus bunuh diri karena kasus ini. " sebut Karina, Humas senat mahasiswa Psikologi Universitas Yarsi.

Free Hug untuk Korban Kekerasan dalam Pacaran (2)
zoom-in-whitePerbesar

Karina menambahkan bahwa hal di atas bukan menjadi sebuah kekerasan ketika dua pihak yang berhubungan tidak keberatan atau sama-sama setuju. "Kalau kasus yang berhubungan seksual, ketika sudah sama-sama mau ya itu berhubungan sama undang-undang." ungkap Karina.

Free Hug untuk Korban Kekerasan dalam Pacaran (3)
zoom-in-whitePerbesar

Dengan membawa tema yang menjadi salah satu permasalahan utama dalam kehidupan remaja, area kampanye ini ramai didatangi oleh para anak muda. Mereka datang untuk sekadar berfoto mendukung kampanye, menandatangi petisi, dan juga berkonsultasi.