Selalu Online, tetapi Sulit Fokus: Distraksi Ponsel Mengubah Cara Kita Belajar

Mahasiswa Universitas Pamulang Program Studi Sistem Informasi
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Nesya Maya Febrianti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ponsel bergetar, layar menyala, dan fokus belajar langsung buyar. Kejadian kecil ini dialami banyak pelajar dan mahasiswa setiap hari. Wajar saja, karena Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat pengguna internet di Indonesia mencapai 235,26 juta jiwa pada 2026, dengan penetrasi 81,7% dari total populasi. Survei APJII 2025 juga menunjukkan bahwa kelompok responden terbesar, yaitu 35,9%, online selama 4–6 jam per hari, dan sekitar 95% pengguna mengakses internet melalui ponsel. Dengan ponsel yang selalu dalam genggaman, godaan untuk teralihkan datang kapan saja, bahkan di tengah jam belajar.
Niat Belajar, Tapi Malah Scroll
Saya sendiri pernah mengalaminya saat pembelajaran jarak jauh pada masa pandemi COVID-19. Waktu itu saya ingin mencatat materi pelajaran, tetapi materinya ada di ponsel. Niat saya hanya membuka materi, namun saya malah ikut menggulir hal-hal lain dan lupa dengan tujuan awal.
Ternyata pengalaman seperti ini tidak hanya saya alami. Studi di Universitas Bosowa menyimpulkan bahwa penggunaan ponsel berpengaruh terhadap konsentrasi belajar siswa. Studi di MAN Kota Batu yang dimuat jurnal UIN Malang juga menemukan bahwa penggunaan ponsel yang didominasi hiburan turut melemahkan konsentrasi dan semangat belajar.
Meski begitu, ponsel tidak sepenuhnya buruk. Penelitian di Undiksha menunjukkan bahwa ponsel mempermudah mahasiswa mengakses sumber belajar, jurnal ilmiah, dan media pembelajaran daring, serta memfasilitasi komunikasi dengan dosen. Namun, studi yang sama mencatat bahwa ponsel dapat mengganggu kualitas tidur dan konsentrasi belajar. Karena itu, dampaknya sangat bergantung pada pola penggunaan dan kontrol diri masing-masing.
Pemerintah Turun Tangan: Ponsel Dibatasi, Bukan Dilarang
Persoalan ini membuat pemerintah ikut bergerak. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menerbitkan Surat Edaran Nomor 18 Tahun 2026 tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan. Menurut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, tujuannya bukan melarang siswa membawa atau menggunakan ponsel, tetapi memastikan teknologi benar-benar mendukung proses belajar. Pembatasan berlaku selama kegiatan belajar, dan menjadi bagian dari perlindungan anak terhadap risiko ruang digital, seperti adiksi internet, konten negatif, kekerasan daring, ancaman siber, hingga gangguan kesehatan fisik dan mental. Mu’ti juga menilai bahwa penggunaan ponsel yang tidak tepat di sekolah berpotensi mengganggu fokus dan menurunkan kualitas interaksi sosial siswa.
Ponsel Masuk Loker, Fokus Balik Lagi
Contoh penerapannya bisa dilihat di SMPN 3 Sidoarjo. Sekolah ini mengizinkan penggunaan ponsel hanya untuk pembelajaran yang diarahkan guru, sedangkan perangkat lainnya disimpan di loker. Menurut pihak sekolah, aturan serupa sebenarnya sudah ada sebelum surat edaran terbit. Seorang siswa mengaku lebih fokus saat guru menjelaskan karena ponselnya disimpan. Temuan yang searah muncul dari studi di UIN Sunan Ampel pada sebuah sekolah, yang mencatat bahwa kebijakan pembatasan ponsel berdampak positif pada disiplin belajar siswa, terutama dalam hal fokus. Kemendikdasmen sendiri menyebut ruang interaksi di sekolah kembali hidup karena murid tidak lagi sibuk menatap layar saat istirahat. Meski demikian, contoh-contoh ini masih terbatas pada beberapa sekolah, sehingga belum bisa dianggap sebagai hasil penerapan aturan di seluruh Indonesia.
Mulai dari Hal Kecil yang Bisa Langsung Dicoba
Aturan di sekolah saja tidak cukup. Mu’ti menegaskan bahwa kebiasaan menggunakan ponsel di rumah justru lebih penting. Karena itu, kita bisa mulai dari langkah sederhana: aktifkan mode Jangan Ganggu saat belajar, simpan ponsel di tas atau loker, matikan notifikasi aplikasi yang tidak penting, dan tentukan jadwal khusus untuk mengecek ponsel, misalnya saat istirahat belajar.
Pada Akhirnya, Kita yang Pegang Kendali
Distraksi ponsel memang memengaruhi cara kita belajar, karena fokus jadi sering terputus. Tapi bukan berarti kita harus berhenti online. Ponsel tetap berguna untuk mengakses materi dan sumber belajar daring, selama kita yang menentukan kapan memakainya. Setelah menulis artikel ini, saya memutuskan untuk membatasi pemakaian ponsel saat belajar. Dengan begitu, waktu belajar bisa saya manfaatkan secara efektif tanpa terganggu oleh ponsel.
