Megawati Sang Demokratis Sejati yg Melahirkan Jokowi.

Tulisan dari netizen Click tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Joko Bonito
Penulis Latah
Boleh saja mendebat sosok Ibu Megawati Presiden ke 5 ini dengan segala kekurangan dan kelebihannya apalagi judul dari tulisan ini akan sangat gampang terbantahkan bila melihat Ibu mega sudah puluhan tahun menakhodai Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP. Tapi kita harus adil menilai bila memadankan Ibu Mega dan PDIP dengan Partai besar lain yang hampir serupa dengan PDIP dalam hal melahirkan kepemimpinan Nasional Indonesia. Partai serupa yang dimaksud adalah partai besar penentu dengan figur yang tak tergantikan misalnya Demokrat di bawah SBY dan Gerindra dibawah Prabowo Subianto. Para pendukung masing-masing bisa jadi tak akan terima bila tokoh-tokoh ini dipadankan walaupun mungkin sebagian besar juga lupa bahwa presiden Indonesia hari ini yaitu Joko Widodo lahir dari rahim PDIP dimana Jokowi bukanlah garis darah biru politisi Indonesia dan sama sekali tidak ada garis darahnya dengan Megawati atau keluarga Soekarno. Bandingkan dengan SBY yang coba mensponsori anaknya AHY menjadi the next Indonesian leader walau setelah gagal di Pilgub DKI dengan kalah diurutan buncit SBY sepertinya tak surut untuk memberikan panggung untuk Putranya tersebut yang dipaksa mundur dari TNI dengan pangkat Mayor. Hal yang sama dengan Prabowo Subianto keinginannya untuk menakhodai RI ini belum surut dan seperti tak memberi ruang orang lain dalam Gerindra untuk muncul dipermukaan sebagai calon pemimpin Nasional. Megawati maju sebagai calon Presiden RI terakhir pada tahun 2009 berpasangan dengan Prabowo dan kalah oleh mantan Menterinya sendiri yaitu SBY yang berpasangan dengan Boediono dan Megawati melanjutkan tradisi dirinya untuk tidak bertegur sapa dengan SBY yang sudah hampir dilakukannya 5 tahun sebelumnya dan sentimen itu dirawat dengan baik. Tapi yang tidak bisa terbantahkan adalah Megawati memberikan ruang kepada orang yang tak ada hubungan darah sama sekali dengannya bahkan mungkin tak terbayang dalam dalam 3 tahun sebelum 2014 Indonesia punya seorang Presiden yang lahir dari seorang yg sebelumnya berprofesi sebagai tukang jual meubel. Anda tau dong siapa orang ini dia adalah Jokowidodo mantan walikota solo yang penduduknya hanya 600.000 dan berhasil menjadi Gubernur dengan endorsment pencitraan mobil esemka "yang gagal total dalam fakta" dimana dijakarta Jokowi mengalahkan Fauzi Bowo Juragan Jakarta yang didukung ningrat ningrat politik Jakarta yang kuat pada masa itu. The lucky Man Joko Way bisa jadi adalah julukan yang tepat kalau boleh kita sematkan pada Yang Bersangkutan! Bagaimana tidak segala indikator kenaikan yang menunjukkan Indonesia ini pada segala lini menunjjukan kenaikan Hutang Yang Naik, Harga BBM naik, Impor naik,Harga Sembako Naik dan segala kenaikan-kenaikan spektakuler lain yang meroket seperti kata beliau tetap saja secara ajaib Jokowi dicintai oleh Rakyat Indonesia. Faktanya semua lembaga survey baik yang di bayar ataupun tidak karena kita tidak tau dan tidak pernah mengetahui bentuk kwitansi pembayaran lembaga survey ini menempatkan Jokowi selalu pada posisi tertinggi. Dan seperti biasa selalu berjamaah lembaga lembaga tersebut menempatkan Prabowo pada urutan kedua. Sial apa Prabowo ini? Tidak prabowo itu tidak sial beliau itu adalah seorang Jendral Paling Genius di jamannya bisa jadi kalau tidak ada prahara 98 Jendral ini sudah jadi Presiden Indonesia ke sekian itu bunyi ramalan dari peramal jaman orde baru yang tak melek socmed karena bagaimanapun Prabowo adalah menantu kesayangan Mbah Harto sang Presiden yang tumbang ketika Mahasiswa dan masyarakat berbaris mendemo Smiling Jendral ini walau walaupaun masa aksi pada zaman itu tak sebanyak masa 212 atau 411 berhasil memaksa Beliau Lengser ke Prabon. Prabowo juga membuat Gerindra jadi sebuah partai besar dan hari ini sebagai salah satu penentu dalam sejarah politik Indonesia menggantikan PDIP sebagai partai oposisi ketika Demokrat berkuasa pada massa SBY memimpin walaupun tak seperti Demokrat yang merupakan partai yang terindikasi kuat akan mencalonkan AHY sang pensiunan muda TNI ini,Prabowo dan Gerindra tidak punya Calon kuat selain Prabowo itu sendiri karena putra beliau memilih dunia Fashion. Jadi pemegang kendali sesungguhnya Negeri ini ada di 3 orang, yang pertama adalah Megawati, kedua adalah SBY dan ketiga adalah Prabowo begitu kata analisis Wall salah satu Facebooker dilaman postingannya Yang paling sukses untuk Legowo adalah Megawati sekali berhasil jadi Presiden 1 kali jadi wakil 1 kali kalah dan 1 kali berikutnya kasih kesempatan buat kader paling Moncernya di partai yaitu dan megawati harus diakui sukses. Yang paling sukses kedua adalah SBY dua kali jadi Capres dan dua kali juga berhasil dan tidak ada keraguan padanya bahwa SBY adalah presiden paling lama memerintah pasca Orba dan terkenal dengan Jendral startegi paling Ok sampaipun anaknya langsung jadi Cagub DKI dianggap Strategi juga oleh para nettizen yang masih mengandalkan quota free Wi-Fi Prabowo berkali kali jadi Calon Presiden belum berhasil bahkan sekarang akan jadi calon lagi inilah jiwa pantang menyerahnya yang patut ditiru pantang surut sebelum jadi Presiden walaupun usia sudah terbilang tidak muda lagi. Alhamdulillah nya dari ketiga king maker dan queen maker itu adalah semuanya indonesia tulen tidak terindikasi dengan tuduhan macam-macam nettizen klas hoax yang menuduh Presiden kita sekarang keturunan Tionghoa dan dituduh anti Islam dan dituduh afiliatif terhadap Partai terlarang serta dituduh dibiayai oleh 9 Naga dan tuduhan tak mendasar lainnya. Walaupun yang pasti hanya SBY yang merupakan Jawa Asli Pacitan tak seperti Ibu Mega yang berketurunan Bengkulu Jawa Bali dan Prabowo Jawa Ngapak bercampur Ibu Manado. Diujung Sandiwira 2019 ketiga petarung ini nampaknya hanya Prabowo yang masih penasaran dan sudah mendeklrasikan dirinya jadi Capres dan hampir dipastikan melawan " Anak Bawangnya Megawati". Poros ke3 masih Imajinasi walaupun masih mungkin karena menurut JokoBonito SBY adalah ahli Strategi. Kita tunggu pertarungan Prabowo yang tak legowo vs Megawati sang demokrat sejati yg melahirkan Jokowi. Karena di Indonesia hanya dua orang putra Indonesia yg pantas jadi Capres. Yang lain cuma Mondok saja.
Jangan Harap Anies Baswedan,Pak De Karwo dan TGB Zainul Majdi bisa jadi Capres mereka hanya lampiran saja. "Pak De Karwo,TGB dan Anis Baswedan" Pak De Karwo dan TGB adalah kader Utama Partai Demokrat keduanya adalah Gubernur Sukses didaerahnya masing-masing tak tanggung-tanggung mereka dipercaya dua periode sebagai pemimpin Daerah. Pak de karwo misalnya memimpin salah satu daerah dengan pemilih terpadat di Indonesia mungkin kesempatannya jadi salah satu karya demokrat akan terganjal secara alami karena adanya sosok putra Mahkota "AHY" disana . ngan Bicara TGB yang bermodal Safari Dakwah saja walaupun melahirkan ratusan sel Relawan yang sudah mendeklarasikan diri TGB Zainul Majdi sebagai Capres sepertinya tak begitu berpengaruh selain karena faktor putra Mahkota tadi sebagian besar warga Indonesia masih mempertuhankan Partai untuk mencalonkan seseorang jadi Capres. Anis Baswedan nampaknya juga lampiran kesekian susah betul dia akan jadi Capres karena tak mungkin Prabowo akan dikhianati oleh orang yang diendorsnya lagi walau dalam politik semua mungkin. Anis Baswedan pada Zaman 2014 adalah penyerang yg dipasang utk menghantam Prabowo dengan pernyataan kontroversial "prilaku pendukungnya adalah gambaran siapa yang didukungnya" dan akhirnya menikmati kemewahan dari Prabowo dan Rakyat Jakarta karena kelakuan Mulut Ahok yang belepotan serta dukungan ummat Islam untuk meruntuhkan Ahok dari singgasana Gubernur DKI. Bersambung "sambungannya tulis sendiri"
