Konten dari Pengguna

75 Tim Inovasi dan Startup IPB Raih Hilirisasi Riset PRIME STeP 2026 Batch 1

Berita IPB

Berita IPB

Akun resmi Institut Pertanian Bogor

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita IPB tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

75 Tim Inovasi dan Startup IPB Raih Hilirisasi Riset PRIME STeP 2026 Batch 1
zoom-in-whitePerbesar

Sebanyak 75 tim yang terdiri atas 38 tim pengembangan inovasi dan 37 tim startup memperoleh pendanaan dan pendampingan melalui program Promoting Research and Innovation through Modern and Efficient Science and Technology Parks Project (PRIME STeP) IPB 2026 Batch 1. Program ini menjadi langkah percepatan hilirisasi hasil riset dan pengembangan startup berbasis teknologi di lingkungan IPB University.

Pada Selasa (9/6), para penerima hibah mengikuti Penandatanganan Kontrak dan Workshop Penyusunan Action Plan, Output, dan Rencana Anggaran Biaya (RAB), bertempat di IPB International Convention Center, Bogor.

Rektor IPB University, Dr Alim Setiawan Slamet menegaskan bahwa penandatanganan kontrak merupakan simbol komitmen antara institusi, peneliti, dan startup untuk menghadirkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, hasil riset yang lahir di lingkungan kampus harus mampu bertransformasi menjadi produk, teknologi, maupun model bisnis yang bermanfaat dan berkelanjutan.

"Riset yang lahir dari kampus layak menjadi produk, layak menjadi bisnis, dan layak memberikan dampak bagi bangsa dan negara," tegas Rektor dalam sambutannya.

Ia menambahkan bahwa hibah ini bukanlah tujuan akhir, melainkan bentuk kepercayaan yang harus diwujudkan melalui kerja nyata dan capaian yang terukur.

Guna kesuksesan program, IPB University menyiapkan dukungan ekosistem melalui Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I).

Selain menyediakan pendanaan, IPB University juga menghadirkan pendampingan bisnis, akses jejaring industri, perlindungan kekayaan intelektual, serta fasilitas pendukung lainnya untuk memastikan inovasi dapat berkembang hingga tahap komersialisasi.

Dr Handian Purwawangsa, Kepala LPA2I IPB University, menyampaikan bahwa proses seleksi PRIME STeP-STP IPB 2026 Batch 1 telah menghasilkan proposal dan startup terbaik yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut.

“Dari puluhan proposal inovasi dan ratusan pendaftar startup yang mengikuti seleksi, hanya peserta terbaik yang memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pendanaan dan pendampingan. Hal ini menunjukkan keseriusan IPB dalam memastikan bahwa setiap dana hibah yang diberikan dapat menghasilkan dampak yang optimal,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan menjadi penerima hibah bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari proses panjang untuk mengubah ide menjadi solusi nyata. Karena itu, setiap tim diharapkan mampu menyusun program kerja yang terarah, menjalankan tata kelola yang baik, serta memanfaatkan pendampingan yang tersedia secara optimal.

Dalam Workshop Penyusunan Action Plan, Output, dan RAB, peserta dibekali materi tata kelola keuangan, pelaporan, aspek perpajakan dana hibah, penggunaan dana program secara akuntabel, dan tata cara pelaporan via i-plan.

Dr Roza Yusfiandayani selaku moderator mengingatkan kepada peserta, khususnya para peneliti, untuk menaati aturan keuangan dan audit internal serta penyusunan laporan keuangan secara tepat waktu. “Setiap tim diharapkan dapat menyusun rencana implementasi yang terukur, realistis, dan selaras dengan capaian yang ditargetkan,” imbuhnya.

Melalui program ini, sinergi antara peneliti, startup, industri, dan institusi diharapkan mampu mempercepat hilirisasi hasil riset, menciptakan startup yang berdaya saing, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. (*/Rz)