Konten dari Pengguna

Adakan Visiting Professor, IPB dan INCEIF Malaysia Jajaki Program Dual Degree

Berita IPB

Berita IPB

Akun resmi Institut Pertanian Bogor

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita IPB tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Adakan Visiting Professor, IPB dan INCEIF Malaysia Jajaki Program Dual Degree
zoom-in-whitePerbesar

Departemen Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University menghadirkan Prof Mansor H Ibrahim, Deputy President Academic and Dean of School of Graduate Studies INCEIF University, Malaysia, dalam program Visiting Professor.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum penandatanganan letter of intent (LoI) antara IPB University dan INCEIF University untuk menjajaki berbagai bentuk kerja sama akademik, termasuk peluang pengembangan program dual degree bagi Program Studi Magister Ilmu Ekonomi Syariah IPB University.

Selama lima hari, Prof Mansor berbagi kepakaran melalui public lecture, research methods workshop, academic writing workshop, publication workshop, research clinic, diskusi pengembangan kurikulum, hingga institutional engagement. Kegiatan tersebut diikuti dosen, peneliti, mahasiswa pascasarjana, praktisi, serta sekitar 50 peserta dari berbagai perguruan tinggi dan institusi.

“Saya sangat bersyukur atas undangan ini. Meskipun saya sudah beberapa kali berkunjung ke Indonesia, ini adalah kali pertama saya mengunjungi Bogor dan IPB University. Terima kasih banyak atas sambutan yang hangat serta perhatian yang diberikan kepada saya selama berada di sini,” ujar Prof Mansor.

Sebagai akademisi di bidang ekonomi moneter, perbankan, dan keuangan Islam, Prof Mansor memiliki pengalaman sebagai peneliti, editor, reviewer jurnal internasional, serta pembicara di berbagai forum akademik global. Melalui berbagai sesi interaktif, ia membagikan perspektif mengenai perkembangan ekonomi dan keuangan Islam, metodologi riset, strategi publikasi ilmiah internasional, hingga pengembangan jejaring kolaborasi akademik.

Ketua Departemen Ilmu Ekonomi Syariah IPB University, Dr Khalifah M Ali, berharap kegiatan tersebut menjadi awal kolaborasi yang lebih luas antarlembaga.

“Kami berharap program ini menjadi awal dari kolaborasi akademik yang berkelanjutan, tidak hanya antara IPB University dan INCEIF University, tetapi juga dengan berbagai perguruan tinggi dan institusi yang memiliki komitmen untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan Islam.

Melalui kolaborasi seperti ini, kami ingin membangun ekosistem akademik yang mampu menghasilkan riset yang relevan, berkualitas, dan memberikan dampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Menanggapi penandatanganan LoI, Prof Mansor mengatakan, “Penandatanganan ini mencerminkan komitmen kita bersama dalam memajukan keunggulan akademik melalui kolaborasi internasional. Saya berharap kemitraan ini dapat berkembang menjadi berbagai inisiatif bermakna yang memberikan manfaat bagi kedua institusi, para mahasiswa, serta komunitas akademik yang lebih luas.”

Melalui kolaborasi ini, IPB University dan INCEIF University membuka peluang pengembangan kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, serta mobilitas dosen dan mahasiswa untuk memperkuat pengembangan ekonomi dan keuangan Islam di tingkat nasional maupun internasional. (*/Rz)