Konten dari Pengguna

BEM Fema IPB University Bahas Ketahanan Pangan di Tengah Masa Pandemi

Berita IPB

Berita IPB

Akun resmi Institut Pertanian Bogor

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita IPB tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

BEM Fema IPB University Bahas Ketahanan Pangan di Tengah  Masa Pandemi
zoom-in-whitePerbesar
BEM Fema IPB University Bahas Ketahanan Pangan di Tengah Masa Pandemi

Badan Eksekutif Mahasiswa, Fakultas Ekologi Manusia (BEM Fema) IPB University menggelar diskusi daring tentang ketahanan pangan Indonesia di masa pandemi. Kegiatan yang bertajuk “Ngabuburit di KAFE Kini” ini dilaksanakan pada (15/5) melalui aplikasi zoom. KAFE yang merupakan kepanjangan dari Kajian Asik Fema ini, merupakan salah satu program BEM Fema IPB University.

Kegiatan diskusi daring kali ini merupakan kali ketiga KAFE digelar. Diskusi ini memang disesuaikan dengan tiga bidang keilmuan yang ada di Fema IPB University. Sebelumnya, diskusi sudah membahas COVID-19 dari sudut pandang ilmu komunikasi dan pengembangan masyarakat serta ilmu keluarga dan konsumen.

Farid selaku ketua panitia menyebutkan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada mahasiswa dan publik mengenai pandemi COVID-19 dari sudut pandang keilmuan di Fema IPB University. Kajian kali ini merupakan seri terakhir yang membahas COVID-19 dari perspekif keilmuan gizi masyarakat.

“Kami menghadirkan narasumber yang merupakan pakar dari masing-masing keilmuan. Tujuan utamanya adalah untuk memberikan ilmu, wawasan dan pengalaman kepada mahasiswa dan masyarakat secara umum agar bisa melewati masih pandemi ini. Kajian hasil diskusi akan dijadikan bahan untuk merumuskan agenda ke depannya,” ujar Farid.

Hadir sebagai pembicara adalah Dr. Drajat Martianto, dosen IPB University dari Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia. Sedangkan sebagai moderator adalah Rani Asyifa dari Departemen Kajian Strategis, BEM FEMA IPB University. Topik yang didiskusikan adalah “Perspektif Gizi Masyarakat Terkait COVID-19: Dampaknya terhadap Ketahanan Pangan dan Gizi di Indonesia.”

Pada kesempatan ini Dr Drajat mengatakan bahwa pola pangan masyarakat sangat terpengaruh karena adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Orang miskin di Indonesia berdasar data ada 9,83 persen dari total penduduk, selain itu ada masyarakat yang rentan miskin. Kelompok inilah yang paling membutuhkan bantuan dari pemerintah.

“Pemerintah membuat jaring pengaman presiden. Supaya orang yang miskin tertolong dan yang hampir miskin tidak jatuh miskin. Saat invensi pemerintah berhasil, maka peningkatan kemiskinan bisa ditekan,” tambah Drajat.

Menurutnya, ada beberapa strategi untuk mengatasi masalah pangan di masa pandemi. Salah satunya adalah merubah sistem pangan yang berkelanjutan yaitu menggunakan metode produksi yang tidak melupakan kearifan lokal dan mengurangi food waste dan food lost.

Direktur Kemahasiswaan dan Pengembangan Karir IPB University, Dr Alim Setiawan itu menambahkan bahwa tahun 2020 sangat berat untuk semua pihak. “Semuanya harus terus berfikir positif dan melakukan kegiatan-kegiatan produktif. Manfaatkan kesempatan langka ini dengan agenda-agenda yang membangun, saya berpesan kepada mahasiswa supaya bisa menggerakan lingkungan di sekitarnya atau menjadi agent of change,” pungkasnya.

Keyword: dosen IPB, BEM Fema IPB University, Diskusi pangan, Ketahanan pangan