Departemen ITK IPB University Hadirkan Truk Pendingin Tanpa Mesin di ISOSS 2026

Akun resmi Institut Pertanian Bogor
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita IPB tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan (ITK), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University sukses menyelenggarakan Workshop International Symposium on Ocean Science and Technology (ISOSS) 2026.
Mengangkat tema “Advancing Marine Science through Technology Innovation for Sustainable Ocean”, kegiatan ini secara khusus memfokuskan pembahasan pada penerapan teknologi phase change material (PCM) untuk sektor maritim dan perikanan.
Kupas Tuntas PCM
Workshop resmi dibuka oleh Ketua Departemen ITK, Dr Syamsul Bahri Agus. Guna memberikan perspektif komprehensif mulai dari hulu riset hingga hilir industri, workshop ini menghadirkan jajaran pakar dari Korea Institute of Industrial Technology (KITECH), praktisi industri dari EST dan Klenair, serta Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia (ARPI), dipandu Dr Ayi Rahmat selaku Sekretaris Departemen ITK.
Para pembicara memaparkan bagaimana PCM dapat menjadi solusi termal yang efisien dalam menjaga stabilitas suhu, yang sangat krusial dalam rantai pasok komoditas perikanan. Dr Kim Jeong Yeaol dari KITECH menjelaskan mengenai bagaimana ide penelitian dimulai dan teori kerja PCM, sedangkan Shin Yong Jin (EST) dan Kim Bo Sun (Klenair) menjelaskan prospek bisnis dan keberlanjutan teknik PCM bagi perikanan dan kelautan Indonesia.
Demonstrasi PCM Truck
Salah satu daya tarik utama dalam penyelenggaraan ISOSS 2026 kali ini adalah demonstrasi langsung unit PCM truck. Melalui demo ini, para peserta menyaksikan secara langsung sistem cold storage (ruang pendingin) logistik yang mampu mempertahankan suhu rendah secara konstan tanpa bergantung pada mesin pendingin aktif atau bahan bakar konvensional selama perjalanan.
Teknologi berbasis PCM ini memanfaatkan kemampuan material untuk menyerap dan melepaskan energi termal selama proses perubahan fase, menjadikannya alternatif yang jauh lebih ramah lingkungan dan hemat energi untuk distribusi hasil laut.
Peluang Kolaborasi Strategis
Merespons hadirnya inovasi ini, Dekan FPIK IPB University, Dr Beginer Subhan memberikan apresiasi tinggi dan menyatakan pandangan strategisnya ke depan. Ia menegaskan bahwa teknologi PCM memiliki relevansi yang sangat kuat dengan tantangan geografis Indonesia sebagai negara kepulauan.
“Ke depannya, teknologi PCM ini akan diproyeksikan menjadi salah satu tema kolaborasi yang sangat potensial bagi FPIK IPB, khususnya dalam upaya menjaga mutu dan melakukan efisiensi tata kelola pascapanen sumber daya perikanan di Indonesia,” tuturnya.
Melalui sinergi akademisi, industri, dan pemerintah, ia berharap inovasi ini dapat segera diimplementasikan secara luas demi mendukung terciptanya sustainable ocean dan kedaulatan pangan bahari. (*/Rz)
