Genjot Publikasi Ilmiah Dosen SV IPB, DPIS Gelar Pelatihan Penulisan

Berita IPB
Akun resmi Institut Pertanian Bogor
Konten dari Pengguna
2 Agustus 2019 16:24 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita IPB tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
#Genjot Publikasi Ilmiah Dosen Sekolah Vokasi, DPIS Gelar Pelatihan Penulisan
zoom-in-whitePerbesar
#Genjot Publikasi Ilmiah Dosen Sekolah Vokasi, DPIS Gelar Pelatihan Penulisan
ADVERTISEMENT
Untuk mendukung upaya peningkatan publikasi terutama di lingkungan Sekolah Vokasi (SV) IPB University, Direktorat Publikasi Ilmiah dan Informasi Strategis (DPIS) IPB University menyelenggarakan Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah Batch 7 di Kampus Baranangsiang, Bogor, (30/7). Pelatihan ini diikuti oleh dosen SV yang baru mendapat Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN). Setelah memiliki NIDN, dosen berkewajiban menulis artikel ilmiah di jurnal nasional maupun internasional.
ADVERTISEMENT
Menurut Prof Sudarsono, Guru Besar IPB University saat menjadi narasumber, masyarakat ilmiah di Indonesia jarang menulis publikasi ilmiah. Padahal setiap aktivitas ilmiah perlu diakhiri dengan menulis satu tulisan ilmiah.
“Aktivitas ilmiah dianggap selesai dengan membuat satu tulisan ilmiah. Syarat sebagai masyarakat ilmiah adalah menulis publikasi ilmiah. Kita harus menulis publikasi ilmiah karena kita dosen. Bagi dosen yang ingin jadi lektor kepala maka salah satu syaratnya adalah harus menerbitkan jurnal internasional. Yang ingin mendapat gelar fungsional tertinggi, hal tersebut juga syaratnya harus menerbitkan jurnal baik nasional maupun internasional. Mau tidak mau kita harus menulis publikasi,” ujarnya.
Narasumber lain dalam pelatihan ini adalah Dr Anuraga Jayanegara yang berbagi strategi menembus publikasi ilmiah (nasional dan internasional).
ADVERTISEMENT
Sementara itu Direktur Publikasi Ilmiah dan Informasi Strategis (DPIS) IPB University, Dr Ir Eva Anggraeni mengatakan bahwa tahun ini DPIS menyelenggarakan pelatihan sebanyak tujuh angkatan, baik dari bidang eksakta maupun sosial ekonomi. Masing-masing pelatihan dibatasi hingga 35 peserta.
Selain menggelar pelatihan, DPIS juga memberikan layanan lain yaitu online course nature master class. Online course ini dirancang untuk membantu memahami problematika dosen dan mahasiswa yang sulit mencocokkan waktu.
“Online course ini membantu dosen dan mahasiswa untuk meningkatkan pemahaman mereka terkait publikasi ilmiah. Jadi diharapkan dengan adanya online course ini bisa dimanfaatkan sebesar besarnya. Ada 15 modul yang disediakan di online course, mulai dari yang dasar hingga bagaimana cara untuk publikasi di jurnal yang bereputasi,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
Dalam upaya peningkatan publikasi ilmiah, program lain yang tengah digagas adalah pada Agustus ini, DPIS akan mengadakan Publicamp 2019. Hal ini dilakukan untuk mempercepat menyelesaikan artikel ilmiah di satu tempat dengan mendatangkan reviewer internal untuk memberi masukan langsung.
“Diharapkan satu bulan berikutnya sudah dapat dikirim artikel tersebut. Dalam kegiatan ini kami membatasi jumlah peserta maksimal 20 orang. Ini program pertama kali. Kegiatan ini diinisiasi karena banyak dosen yang telah mempunyai draft artikel ilmiah dalam jangka waktu yang lama padahal hanya perlu waktu untuk dapat menyelesaikannya menjadi artikel yang siap kirim. Publicamp ini rencananya akan dilaksanakan selama empat hari dengan aktivitas bekerja mandiri setelah itu akan ada reviewer di sesi tertentu. Semoga Publicamp bisa mempercepat publikasi paper para dosen dan mahasiswa,” tambah Dr Eva.(dh/Zul)
ADVERTISEMENT
Keyword : penulisan artikel ilmiah, Dr. Anuraga, prof. Suharsono, online course, Publikasi Internasional