Ini Cara ARL IPB Ber-MBKM, Expose 2024 Hadirkan Praktisi, Ulas Manajemen Lanskap

Berita IPB
Akun resmi Institut Pertanian Bogor
Konten dari Pengguna
27 Mei 2024 9:27 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita IPB tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ini Cara ARL IPB Ber-MBKM, Expose 2024 Hadirkan Praktisi, Ulas Manajemen Lanskap
zoom-in-whitePerbesar
Ini Cara ARL IPB Ber-MBKM, Expose 2024 Hadirkan Praktisi, Ulas Manajemen Lanskap
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Kawasan perkotaan, dengan densitas penduduk dan bangunan yang tinggi, menghadapi tantangan lingkungan yang signifikan. Tantangan tersebut seperti polusi udara, banjir dan suhu udara yang lebih tinggi akibat efek urban heat island. Hal ini salah satunya karena keterbatasan area Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Ruang Terbuka Biru (RTB).
ADVERTISEMENT
Terbatasnya RTH dan RTB ini disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain krisis lahan, konflik kepentingan prioritas antara stakeholders, minimnya anggaran pemerintah daerah, serta tekanan ekologis. Dewasa ini, kebutuhan RTH dan RTB di perkotaan menjadi sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang sehat, seimbang, dan berkelanjutan.
Menyikapi masalah tersebut, mahasiswa IPB University dari Departemen Arsitektur Lanskap (ARL), Fakultas Pertanian menyelenggarakan ‘Expose 2024’ di Auditorium Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Kampus Dramaga (21/5). Mahasiswa IPB University yang tergabung dalam mata kuliah Pengelolaan Lanskap semester 6 ini mengangkat tajuk “When Green Meets Blue: Strategies for Urban Landscape Management”.
Koordinator mata kuliah Pengelolaan Lanskap, Prof Hadi Susilo Arifin, menyampaikan bahwa acara Expose ini dilakukan setiap tahun sejak 1999. “Expose 2024 mengangkat kasus RTH dan RTB di Sentul City dan Taman Sungai Kendal di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Kajian dilakukan selama empat minggu berbarengan dengan program Praktisi Mengajar,” jelas Prof Hadi.
ADVERTISEMENT
Menurut Prof Hadi, “Pengelolaan atau manajemen, merupakan tangan terakhir dari suatu proses perencanaan, desain, konstruksi atau pembangunan. Jadi, kunci keberhasilan suatu project tergantung dari tangan-tangan manajer pengelola.”
Ia menegaskan, jika setiap lembaga atau institusi pengelola melakukan rencana pengelolaan (management plan) dengan baik, semua project lanskap diharapkan dapat berkelanjutan.
Penanggung jawab praktikum, Dr Kaswanto menambahkan bahwa Expose tahun ini dilaksanakan di wilayah kerja kedua Praktisi Mengajar, yakni Prastiti Handayani (Head of Service Management PT Sentul City Tbk) dan Muhammad Ali (Kepala Seksi Bidang Taman, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, Provinsi Jakarta).
“Management plan terdiri dari enam hal, yaitu struktur organisasi, tenaga kerja, alat dan bahan, penjadwalan, anggaran biaya, dan implementasi atau metode. Hasil kajian yang dipresentasikan melalui Expose 2024, diharapkan membantu mahasiswa menguasai proses dan mengorganisasikan keenam elemen rencana pengelolaan yang optimal dan berkelanjutan,” tuturnya.
ADVERTISEMENT
Muhammad Ali, salah seorang Praktisi Mengajar menyampaikan, kombinasi konsep RTH dan RTB tidak sulit untuk diimplementasikan. Contohnya adalah Taman Sungai Kendal yang didominasi RTB. “Kondisi existing-nya memang persawahan, sehingga secara fungsional Taman Kendal dapat dimanfaatkan menjadi lanskap yang produktif,” ucapnya.
Selain itu, komposisi ruang terbuka yang dikembangkan dapat mengimplementasikan RTH dan RTB dengan rasio yang ideal. Sementara Prastiti Handayani mengungkapkan bahwa pemanfaatan konsep eco-city dilakukan dengan mempertahankan keragaman hayati serta memanfaatkan hubungan ekosistem RTH dan RTB secara harmonis.
Expose 2024 yang dikoordinasi oleh Rizky Azru Anwar, dibuka oleh Ketua Departemen Arsitektur Lanskap, Dr Akhmad Arifin Hadi, juga dihadiri beberapa mahasiswa S3 Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan (PSL) IPB University yang sedang penelitian RTH dan RTB.
ADVERTISEMENT
“Produk-produk Expose tahun ini berupa video pendek, presentasi PPT dan standing banner, telah disajikan sangat baik,” komentar Hadi secara obyektif. Ia berharap para mahasiswa dapat menarik benang merah hubungan RTB dan RTH, tidak hanya dari teori, tetapi juga melihat langsung praktik dan implementasinya di lapang. (*/Rz)