Konten dari Pengguna

IPB dan Bappenas Dorong Generasi Muda Wujudkan Transformasi Ekonomi Hijau

Berita IPB

Berita IPB

Akun resmi Institut Pertanian Bogor

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita IPB tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

IPB dan Bappenas Dorong Generasi Muda Wujudkan Transformasi Ekonomi Hijau
zoom-in-whitePerbesar

IPB University bekerja sama dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) menggelar kegiatan Green Economy Goes to Campus bertajuk “Peran Generasi Muda dalam Mendukung Transformasi Ekonomi Hijau Menuju Indonesia Emas 2045” di Kampus IPB Dramaga (20/5).

Kegiatan ini menjadi ruang diskusi bagi mahasiswa, akademisi, dan pemangku kepentingan untuk memperkuat pemahaman mengenai pembangunan berkelanjutan dan ekonomi hijau di Indonesia.

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Pengembangan Agromaritim IPB University Prof Ernan Rustiadi menegaskan bahwa kampus memiliki peran penting dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap keberlanjutan lingkungan. Menurutnya, perguruan tinggi bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ekosistem hidup yang perlu dijaga bersama.

“Tema biodiversitas sangat penting karena kampus bukan hanya soal gedung dan ruang kuliah, tetapi juga ekosistem hidup tempat berbagai jenis tumbuhan dan hewan tumbuh bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Lembaga Riset Internasional Lingkungan dan Perubahan Iklim (LRI LPI) IPB University, Prof Rizaldi Boer menyoroti pentingnya kesiapan sumber daya manusia menghadapi transisi ekonomi hijau. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan tenaga kerja yang menguasai green technology akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.

“Perguruan tinggi perlu memperkuat pembelajaran lintas disiplin dan berbasis pengalaman agar mahasiswa mampu menghadapi tantangan transisi ekonomi hijau,” katanya.

Ia menuturkan, IPB University telah mengembangkan pendekatan project-based learning dan problem-based learning untuk mendorong mahasiswa terlibat langsung dalam penyelesaian persoalan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Selain itu, pengembangan startup, program tematik desa, dan inovasi mahasiswa juga menjadi bagian dari upaya mendukung transformasi ekonomi hijau.

Pada kesempatan sama, tokoh lingkungan hidup Indonesia, Prof Emil Salim mengingatkan pentingnya perubahan cara pandang dalam pembangunan. Menurutnya, pembangunan masa depan tidak boleh lagi mengulang pola lama yang mengeksploitasi alam tanpa mempertimbangkan keberlanjutan ekosistem.

“Kalau kita ingin membangun Indonesia Emas 2045, maka jalan pembangunannya harus berbeda dengan pembangunan masa lalu yang merusak lingkungan. Alam bukan hanya objek untuk dimanfaatkan, tetapi juga sistem kehidupan yang harus dijaga,” tegasnya.

Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Nizhar Marizi, PhD, yang turut hadir menjelaskan bahwa pemerintah telah memasukkan transformasi ekonomi hijau ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 melalui pembangunan rendah karbon, penguatan ekonomi sirkular, transisi energi, dan pengembangan sektor berbasis biodiversitas.

Dalam proses tersebut, generasi muda dinilai memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan. “Mahasiswa bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi juga pelaku utama transformasi pembangunan berkelanjutan,” katanya.

Melalui kegiatan ini, IPB University bersama Bappenas berharap lahir lebih banyak inovasi, riset, dan kolaborasi multipihak yang mampu mendorong transformasi ekonomi hijau menuju Indonesia Emas 2045 yang inklusif dan berkelanjutan. (AS)