IPB Gelar Pelatihan Policy Brief Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian

Akun resmi Institut Pertanian Bogor
Konten dari Pengguna
4 November 2019 22:46
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita IPB tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
IPB University Gelar Pelatihan Policy Brief Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan
zoom-in-whitePerbesar
IPB University Gelar Pelatihan Policy Brief Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan
ADVERTISEMENT
Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University berkolaborasi dengan Direktorat Publikasi Ilmiah dan Informasi Strategis menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Penulisan Policy Brief dalam Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan (JRKPL), 30-31 Oktober 2019 di Kampus IPB Baranangsiang, Bogor.
ADVERTISEMENT
Kegiatan dilaksanakan sebagai bagian dari akselerasi peningkatan minat penulisan artikel dalam bentuk risalah kebijakan (policy brief). Prof Anja Meryandini, chief editor dari JRKPL mengatakan, kegiatan ini menjadi media promosi JRKPL kepada seluruh insan akademik dan peneliti di lingkungan kementerian, lembaga penelitian dan perguruan tinggi mengenai adanya format penulisan ilmiah dalam bentuk risalah kebijakan (policy brief).
“Kebutuhan wadah untuk menuangkan gagasan, ide dan pemikiran menjadi sesuatu yang tertulis sangat dibutuhkan akhir-akhir ini, terkait dengan pengambilan kebijakan,” ujar Dr Sofyan Sjaf, Kepala PSP3 LPPM IPB University. Dr Sofyan Sjaf melanjutkan bahwa, “Keberadaan JRKPL menjadi wadah yang amat penting bagi para peneliti untuk bisa menyampaikan pemikirannya kepada para pengambil kebijakan.”
ADVERTISEMENT
Hal yang senada juga disampaikan oleh Dr Akhmad Faqih saat membuka kegiatan pelatihan. “Pemikiran para peneliti cenderung fokus pada satu permasalahan, namun pemikiran pengambil kebijakan cenderung dinamis dan melompat-lompat mengikuti arah pengambilan kebijakan, sehingga perlu ada sinkronisasi dalam menyatukan pemikiran yang ada melalui proses science-policy interface. Penulisan policy brief diperlukan sebagai wadah penyampaian rekomendasi kebijakan dengan bahasa tulisan yang dapat secara cepat dan mudah untuk dibaca oleh para pengambil kebijakan dan disusun dengan dasar hasil penelitian ilmiah,” kata Dr Faqih.
Kegiatan ini digelar sebagai upaya merevitalisasi JRKPL yang sempat vakum dalam satu tahun terakhir ini. Disamping untuk membangkitkan budaya akademik menulis artikel dalam bentuk risalah kebijakan.
Guru Besar IPB University dari Fakultas Pertanian, Prof Hadi Susilo Arifin memaparkan mengenai teknik penulisan artikel ilmiah dan kiat-kiat atau strategi dalam menyusun artikel ilmiah dalam format risalah kebijakan. Artikel risalah kebijakan ditulis dengan bahasa populer yang mudah dibaca dan dicerna oleh para pengambil kebijakan, jadi tujuan tulisannya adalah agar dapat dibaca secara cepat oleh para stakeholders.
ADVERTISEMENT
Sementara Guru Besar IPB University dari Fakultas Teknologi Pertanian, Prof Y Aris Purwanto memberikan materi mengenai plagiarisme di dunia penulisan artikel ilmiah. Plagiarisme yang mencakup fabrication, falsfication dan plagiarism. Prof Aris juga menjelaskan teknik penggunaan aplikasi pengecekan plagiarisme, sehingga para peserta dapat lebih berhati-hati dalam menulis agar tidak terjebak dalam penulisan yang cenderung plagiat,” jelasnya.
Dr Kaswanto, dosen IPB University dari Fakultas Pertanian mengatakan format penulisan risalah kebijakan berbeda dengan penulisan artikel ilmiah pada umumnya. “Format artikel risalah kebijakan diawali dengan pernyataan kunci, rekomendasi kebijakan, baru setelah itu dilanjutkan dengan pendahuluan, dan kemudian penyampaian situasi terkini terhadap isu yang dibahas, metode pengambilan data, dan diakhiri dengan penyampaian analisis dan alternatif solusi. Perbedaan inilah yang sangat perlu untuk disampaikan kepada peserta pelatihan. Format inilah yang perlu kita latih, karena hal ini berbeda dari yang biasa,” jelasnya. (***/ris)
ADVERTISEMENT
Kata : Policy brief, risalah kebijakan pertanian dan lingkungan, Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), dosen IPB, kampus IPB
editor-avatar-0
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020