IPB Kembali Raih Predikat WTP dari PwC, Bukti Akuntabilitas Keuangan Diakui

Akun resmi Institut Pertanian Bogor
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita IPB tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

IPB University kembali membuktikan komitmennya dalam menjaga integritas dan transparansi keuangan dengan meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Capaian tahun anggaran 2025 ini diraih pada (30/4) setelah menjalani proses audit panjang oleh PriceWaterhouseCoopers (PwC), sebuah lembaga yang termasuk dalam empat kantor akuntan publik terbesar dan terbaik di dunia.
Direktur Keuangan IPB University, Dr Andriyanto mengungkapkan rasa bangga dan syukurnya atas pencapaian konsisten meraih predikat WTP. Capaian ini penting sebagai pengakuan internasional terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan di IPB University.
"Kami sangat senang dan bangga dengan predikat WTP dari PwC. Artinya, akuntabilitas IPB University dalam penyelenggaraan pengelola keuangan itu diakui secara internasional. Keberhasilan ini meneruskan tradisi positif dari para pendahulu Direktorat Keuangan IPB University," kata Dr Andriyanto.
Dr Andriyanto mengungkapkan bahwa keberhasilan IPB University mempertahankan predikat WTP tidak lepas dari kunci konsistensi yang diterapkan oleh Direktorat Keuangan, yaitu menjaga budaya kerja yang baik dan membangun sinergi yang kuat antara staf, bendahara, supervisor, asisten direktur (asdir) hingga pimpinan unit kerja di lingkungan IPB University.
“Selain itu, kami juga membina komunikasi yang baik dengan entitas perusahaan di bawah binaan IPB University, PT Bogor Life Science and Technology (BLST), sehingga laporan bisa lancar, tepat waktu, dan penyajian datanya jelas,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dr Andriyanto memaknai predikat WTP sebagai capaian luar biasa. Predikat WTP dari PwC dapat meningkatkan kepercayaan para relasi serta mitra nasional maupun internasional untuk menjalin kerja sama karena pengelolaan keuangan IPB University dinilai sehat dan kredibel.
Ia juga menjelaskan bahwa proses audit yang dilalui merupakan sebuah tantangan yang menyehatkan bagi IPB University. "Audit ini ‘jamu’ ya, pahit tetapi menyehatkan, sehingga di internal ini juga makin perform. Kekurangan atau ketidakrapian diperbaiki secara perlahan-lahan, dan temuan kekurangan/ketidakrapian ini makin menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.
Selain mengejar predikat WTP, Direktorat Keuangan IPB University juga fokus pada pelayanan pencairan dana yang tepat waktu. Dr Andriyanto menegaskan bahwa kedisiplinan terhadap syarat dan ketentuan administratif tetap menjadi prioritas utama demi memastikan hak-hak pegawai seperti gaji, uang makan, dan tunjangan tidak mengalami keterlambatan.
Menutup keterangannya, Dr Andriyanto menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada Rektor, para Wakil Rektor khususnya bidang Resiliensi Sumberdaya dan Infrastruktur atas arahan dan bimbingannya, serta seluruh pemangku kepentingan di IPB University yang telah bekerja keras dan bekerjasama dengan baik dalam mempertahankan predikat WTP.
“Pesan kami untuk stakeholders di IPB University adalah senantiasa meningkatkan pelayanan, akuntabilitas, dan selalu mengedepankan solusi. Kemudian, harus diingat bahwa syarat dan ketentuan keuangan secara teknis maupun administrasi harus selalu dipahami dengan baik,” pungkasnya. (MHT)
