IPB-Korea Siap Kembangkan Sistem Pengisian Motor Listrik Agri-Photovoltaic

Akun resmi Institut Pertanian Bogor
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita IPB tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

IPB University bersama Korea Energy Agency (KEA) dan ENVELOPS Co, Ltd bersiap mengimplementasikan sistem pengisian motor listrik berbasis Agri-Photovoltaic. Rencana kerja sama tersebut dibahas dalam kunjungan Presiden KEA Choi Jae-Gwan beserta delegasi ke IPB University, Jumat (12/6).
Proyek “Establishment of Agrivoltaics-based Electric Motorcycle Charging System in Indonesia” ini didanai oleh KEA dan Ministry of Trade, Industry, and Resources, Korea Selatan. Kerja sama ini menjadi langkah lanjutan pengembangan teknologi Agri-Photovoltaic di IPB University.
Pada 2025 lalu, Agri-Photovoltaic Research Station diresmikan di Kebun Pendidikan Cikabayan IPB University, menjadikannya yang pertama di Indonesia. Fasilitas ini mengintegrasikan pertanian dan energi surya dalam satu lahan untuk mendukung produktivitas pangan sekaligus menghasilkan listrik bersih (clean energy).
“Kolaborasi ini mempertemukan dua pilar penting masa depan, yakni energi terbarukan dan pertanian berkelanjutan. Kerja sama ini menjadi contoh nyata bagaimana inovasi dapat menjawab tantangan pangan dan energi secara bersamaan,” ujar Wakil Rektor IPB University Bidang Konektivitas Global, Kerjasama, dan Alumni Prof Iskandar Z Siregar.
Presiden KEA, Choi Jae-Gwan, mengaku puas dengan hasil proyek Agri-Photovoltaic yang telah dikembangkan bersama IPB University. Menurutnya, keberhasilan proyek pertama tersebut menjadi bukti kapasitas riset dan implementasi IPB University dalam mengembangkan teknologi yang menghubungkan sektor pertanian dan energi terbarukan.
“Melalui proyek ini, KEA dapat melihat secara langsung kapabilitas penelitian yang unggul serta komitmen kerja sama yang proaktif dari IPB. Kami meyakini pengalaman tersebut menjadi fondasi penting dalam perencanaan proyek baru yang saat ini sedang dikembangkan,” katanya.
Sementara itu, pengelola Agri-Photovoltaic yang juga dosen Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan IPB University, Dr Bambang Hendro Trisasongko, menjelaskan bahwa teknologi ini sangat bermanfaat karena mampu mengintegrasikan pangan, energi, air, dan sumber daya alam dalam satu sistem yang berkelanjutan.
“Penelitian saat ini telah memasuki siklus tanam kedelai ketiga. Pada siklus pertama, produktivitas kedelai sekitar 1,6 kali lebih tinggi dibandingkan lahan terbuka,” ujarnya.
Selain itu, ia mengatakan bahwa pengembangan Agri-Photovoltaic juga menarik perhatian mahasiswa dan peneliti dari berbagai negara untuk melakukan riset di IPB University. (Fj)
